istapuspit.com https://istapuspit.com/ more talk, activity, lifestyle, traveling, kulinery Wed, 03 Aug 2022 16:29:05 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.8.3 Review: Safi Age Defy Gold Water Essence http://istapuspit.com/2021/10/05/review-safi-age-defy-gold-water-essence/ http://istapuspit.com/2021/10/05/review-safi-age-defy-gold-water-essence/#respond Tue, 05 Oct 2021 08:11:54 +0000 http://istapuspit.com/?p=672 Essense menjadi salah satu rangkaian skincare tambahan pertama kali yang aku pakai. Skincare pertama yang menyelamatkan kulitku dari tingkat keparahan kulitku waktu itu. Aku ingat banget saat itu kulitku mengalami tingkat kekeringan yang sangat luar biasa. Maklum saat itu aku belum tau apa-apa tentang skincare.  Yang ku mengerti skincare hanya facial wash dan pelembab yang langsung ada SPF nya. Entah itu ada kandungan alkoholnya (dimana aku terlalu sensitif dengan kandungan ini) atau tidak aku waktu itu kurang peduli dan kurang mengerti. Jadinya wajahku waktu itu suka bruntus kecil-kecil. Ku pikir memang karena hormonal atau memang kondisi kulitku yang seperti itu.  Produk safi rangkaian age defy ini yang pertama kali ku pakai untuk menyelamatkan wajahku.  Waktu itu aku memakai serangkaian safi age defy. Mulai dari sabun wajah, essense, pelembab pagi, pelembab malam, serum, dan eye creamnya. Untuk toner waktu itu belum tersedia, karena masih baru banget rangkaian series ini muncul aku langsung mencoba. Berkat rangkaian series age defy inilah wajahku menjadi lebih baik. Tidak kering kerontang lagi yang sampai mengelupas kulitnya, bruntusan juga semakin berkurang. Kulit menjadi lebih kenyal dan lembab. Dari semua rangkain safi age defy, produk yang masih ku gunakan konsisten setiap hari sampai sekarang ini adalah gold water essense. Produk ini sudah ku pakai lebih dari 3 tahun. Dari awal mula kemunculannya sampai sekarang masih selalu ku masukkan dalam rangkaian skincare aku. Maka dari itu aku ingin mereview produk dari safi age defy gold water essence ini. Karena menurut aku dari semua rangkaiannya ini yang paling worth it dan berpengaruh besar buat kulit aku. Safi Age Defy Gold Water Essence Produk ini merupakan salah satu dari rangkaian series safi age defy. Dengan klaim anti-aging, produk ini sudah pasti terjamin kehalalannya. Jadi buat kamu yang sedang mencari produk essence yang halal dengan tujuan ke anti-aging, produk ini bisa menjadi pilihan untuk skincare kamu. Kandungan silk protein dan gold extract di klaim membantu menyamarkan penampakan tanda penuaan di wajah, melembabkan kulit, membuat kulit lebih lembut dan mencerahkan wajah. Packaging Kemasan produk ini terkesan mewah. Dominasi warna emas dan tulisan bewarna ungu gelap membuat kemasan produk ini terlihat lebih mahal. Ditambah lagi potongan-potongan ekstrak emas yang tampak dalam botol produk ini menambah kemewahannya. Pada kemasan terdapat informasi seputar komposisi produk, dan informasi terkait kandungan yang mendominasi pada produk safi age defy gold water essence. Essence ini berada dalam botol plastik bening dengan tutup bewarna emas. Produk ini memiliki lubang untuk mengeluarkan isi dari produk tersebut, tapi menurut aku terlalu agak besar sehingga saat kita menuangkan produknya isi produk bisa keluar terlalu banyak. Sehingga saat pertama kali aku menggunakan produk ini essence yang keluar bisa berlebihan. Tapi makin ke belakang aku mulai pandai untuk mengatur keluarnya isi produk dari lubang tersebut. Tekstur Tekstur dari produk age defy gold water essense bewarna bening putih sedikit kental bertaburan potongan-potongan kecil gold extract. Produk ini cepat sekali menyerap di kulit saat kita mengaplikasikannya pada wajah.  Essence dari safi age defy ini tidak meninggalkan kesan lengket. Wanginya juga segar dan tidak mengganggu. Untuk bulir-bulir ekstrak dari emasnya beneran bisa keluar dan menempel di wajah. Jadi berasa happy banget pake produk yang terasa mahal! Ingredients/ Komposisi Kandungan dalam essence safi age defy dalam garis besar terdiri dari Aqua, Propanediol, Glycerin, Butylene Glycol, Betaine, Hydroxyacetophenone, PEG-60 Hydrogenated Castor Oil, Carbomer, Sodium Hyaluronate, Sodium Hydroxide, Ascorbyl Tetraisopalmitate, Carnosine, Octadecyl Di-t-butyl-4-hydroxyhydrocinnamate, Sericin, Colloidal Gold, Acetyl Heptapeptide-9, Fragrance, Methylparaben, Cl 19140. Info tambahan, produk essence safi age defy di dominasi oleh Gold extract mengandung trace mineral yang dapat memelihara tekstur kulit tetap terasa kenyal dan halus serta membantu mengurangi penampakan keriput dan garis-garis halus. Tidak hanya merawat bagian luar tetapi juga bagian dalam kulit sehingga dapat merawat kulit secara optimal. Protein sutera mengandung 18 jenis Amino acid yang membantu melindungi kulit, baik untuk memelihara kelembaban dan kehalusan kulit wajah agar terasa lembut bagai sutera. Bio hyaluronic membantu meningkatkan kemampuan kulit untuk menjaga kelembaban sepanjang hari agar kulit terasa halus dan lembut serta mempersiapkan kulit untuk produk perawatan kulit berikutnya pada tingkat yang optimal.  Cara Penggunaan Aku menggunakan safi age defy gold water essense setelah menggunakan toner hingga menyerap. Meneteskan 2-3 tetes essense ke tangan lalu menggosokkannya hingga hangat lalu membalurkan ke wajah. Setelah itu aku menggunakan essense lain yang teksturnya lebih kental dari safi (ini optional ya), jika tidak ada bisa langsung di lanjut memakai pelembab. Harga Untuk harga dari safi age defy gold water essense 100 ml di bandrol harga sekitar Rp 120.000 saat awal mula munculnya produk ini. Kemudian harganya merangkak naik menjadi Rp 140.000. Dulu aku setiap beli selalu dapet harga dibawah harga tersebut, soalnya waktu beli selalu pas kena diskon. Sekarang, aku liat dari official akun ecommers mereka harganya untuk 100 ml Rp 160.000, sedangkan untuk 30 ml Rp 60.000. Buat kamu yang mau coba, aku kasih linknya disini Safi Age Defy Gold Water Essence Kesimpulanku Aku suka banget sama produk ini, terbukti sampai sekarang masih menjadi salah satu skincare yang aku gunakan hingga detik ini. Produk ini juga menjadi andalan kalo aku breakout dan membuat aku membatasi penggunaan skincare, biasanya kalo lagi breakout aku hanya menggunakan facial wash, safi age defy gold water essense dan pelembab. Produk ini benar-benar membantu melembabkan kulitku, serta membuat kulitku lebih kenyal. Isi produk ini yang mengandung ekstrak emas bukan hanya sebagai tambahan pemanis untuk essense, tapi bisa bikin kita merasakan kemewahan saat memakai skincare ini. Padahal produk ini masih under Rp 200.000. Lama pemakaiannya juga lumayan, jadi jatuhnya juga bisa hemat. Botolnya juga aman banget buat di bawa-bawa traveling. Nggak perlu takut pecah jika terjatuh. Apalagi sekarang juga sudah ada pilihan untuk botol yang 30 ml, traveling size banget deh. Aku pribadi sangat merekomendasikan kamu untuk mencoba produk safi age defy water gold essence ini, selain harganya yang masih terjangkau, manfaat yang didapet juga oke punya. Pengalaman sendiri yang membuat aku meyakini memang produk ini baik sekali dalam membantu masalah kulit, terutama jika kulitmu lagi mengalami kekeringan atau kegersangan yang luar biasa. Buat kamu-kamu pecinta produk skincare halal, atau yang sedang mencari produk skincare halal yang concern ke masalah anti-aging bisa banget mencoba produk ini atau serangkaian produk skincare dari safi age defy. Jadi nggak perlu khawatir sama kandungan skincare yang aneh-aneh deh. Sekian review dari aku. Semoga bermanfaat buat kamu yang sedang mencari produk essence dengan harga terjangkau, atau buat kamu yang sedang mencari skincare yang halal. Dan semoga review ini bisa menambah informasi. Sampai jumpa di postingan selanjutnya! 🙂

The post Review: Safi Age Defy Gold Water Essence appeared first on istapuspit.com.

]]>
safi age defy gold water essence

Essense menjadi salah satu rangkaian skincare tambahan pertama kali yang aku pakai. Skincare pertama yang menyelamatkan kulitku dari tingkat keparahan kulitku waktu itu. Aku ingat banget saat itu kulitku mengalami tingkat kekeringan yang sangat luar biasa. Maklum saat itu aku belum tau apa-apa tentang skincare

Yang ku mengerti skincare hanya facial wash dan pelembab yang langsung ada SPF nya. Entah itu ada kandungan alkoholnya (dimana aku terlalu sensitif dengan kandungan ini) atau tidak aku waktu itu kurang peduli dan kurang mengerti. Jadinya wajahku waktu itu suka bruntus kecil-kecil. Ku pikir memang karena hormonal atau memang kondisi kulitku yang seperti itu. 

Produk safi rangkaian age defy ini yang pertama kali ku pakai untuk menyelamatkan wajahku.  Waktu itu aku memakai serangkaian safi age defy. Mulai dari sabun wajah, essense, pelembab pagi, pelembab malam, serum, dan eye creamnya. Untuk toner waktu itu belum tersedia, karena masih baru banget rangkaian series ini muncul aku langsung mencoba.

Berkat rangkaian series age defy inilah wajahku menjadi lebih baik. Tidak kering kerontang lagi yang sampai mengelupas kulitnya, bruntusan juga semakin berkurang. Kulit menjadi lebih kenyal dan lembab.

Dari semua rangkain safi age defy, produk yang masih ku gunakan konsisten setiap hari sampai sekarang ini adalah gold water essense. Produk ini sudah ku pakai lebih dari 3 tahun. Dari awal mula kemunculannya sampai sekarang masih selalu ku masukkan dalam rangkaian skincare aku. Maka dari itu aku ingin mereview produk dari safi age defy gold water essence ini. Karena menurut aku dari semua rangkaiannya ini yang paling worth it dan berpengaruh besar buat kulit aku.

Safi Age Defy Gold Water Essence

Produk ini merupakan salah satu dari rangkaian series safi age defy. Dengan klaim anti-aging, produk ini sudah pasti terjamin kehalalannya. Jadi buat kamu yang sedang mencari produk essence yang halal dengan tujuan ke anti-aging, produk ini bisa menjadi pilihan untuk skincare kamu.

Kandungan silk protein dan gold extract di klaim membantu menyamarkan penampakan tanda penuaan di wajah, melembabkan kulit, membuat kulit lebih lembut dan mencerahkan wajah.

Packaging

safi age defy gold water essence

Kemasan produk ini terkesan mewah. Dominasi warna emas dan tulisan bewarna ungu gelap membuat kemasan produk ini terlihat lebih mahal. Ditambah lagi potongan-potongan ekstrak emas yang tampak dalam botol produk ini menambah kemewahannya. Pada kemasan terdapat informasi seputar komposisi produk, dan informasi terkait kandungan yang mendominasi pada produk safi age defy gold water essence.

Essence ini berada dalam botol plastik bening dengan tutup bewarna emas. Produk ini memiliki lubang untuk mengeluarkan isi dari produk tersebut, tapi menurut aku terlalu agak besar sehingga saat kita menuangkan produknya isi produk bisa keluar terlalu banyak. Sehingga saat pertama kali aku menggunakan produk ini essence yang keluar bisa berlebihan. Tapi makin ke belakang aku mulai pandai untuk mengatur keluarnya isi produk dari lubang tersebut.

Tekstur

safi age defy gold water essence

Tekstur dari produk age defy gold water essense bewarna bening putih sedikit kental bertaburan potongan-potongan kecil gold extract. Produk ini cepat sekali menyerap di kulit saat kita mengaplikasikannya pada wajah. 

Essence dari safi age defy ini tidak meninggalkan kesan lengket. Wanginya juga segar dan tidak mengganggu. Untuk bulir-bulir ekstrak dari emasnya beneran bisa keluar dan menempel di wajah. Jadi berasa happy banget pake produk yang terasa mahal!

Ingredients/ Komposisi

Kandungan dalam essence safi age defy dalam garis besar terdiri dari

Aqua, Propanediol, Glycerin, Butylene Glycol, Betaine, Hydroxyacetophenone, PEG-60 Hydrogenated Castor Oil, Carbomer, Sodium Hyaluronate, Sodium Hydroxide, Ascorbyl Tetraisopalmitate, Carnosine, Octadecyl Di-t-butyl-4-hydroxyhydrocinnamate, Sericin, Colloidal Gold, Acetyl Heptapeptide-9, Fragrance, Methylparaben, Cl 19140.

Info tambahan, produk essence safi age defy di dominasi oleh

  1. Gold extract mengandung trace mineral yang dapat memelihara tekstur kulit tetap terasa kenyal dan halus serta membantu mengurangi penampakan keriput dan garis-garis halus. Tidak hanya merawat bagian luar tetapi juga bagian dalam kulit sehingga dapat merawat kulit secara optimal.
  2. Protein sutera mengandung 18 jenis Amino acid yang membantu melindungi kulit, baik untuk memelihara kelembaban dan kehalusan kulit wajah agar terasa lembut bagai sutera.
  3. Bio hyaluronic membantu meningkatkan kemampuan kulit untuk menjaga kelembaban sepanjang hari agar kulit terasa halus dan lembut serta mempersiapkan kulit untuk produk perawatan kulit berikutnya pada tingkat yang optimal. 

Cara Penggunaan

Aku menggunakan safi age defy gold water essense setelah menggunakan toner hingga menyerap. Meneteskan 2-3 tetes essense ke tangan lalu menggosokkannya hingga hangat lalu membalurkan ke wajah. Setelah itu aku menggunakan essense lain yang teksturnya lebih kental dari safi (ini optional ya), jika tidak ada bisa langsung di lanjut memakai pelembab.

Harga

Untuk harga dari safi age defy gold water essense 100 ml di bandrol harga sekitar Rp 120.000 saat awal mula munculnya produk ini. Kemudian harganya merangkak naik menjadi Rp 140.000. Dulu aku setiap beli selalu dapet harga dibawah harga tersebut, soalnya waktu beli selalu pas kena diskon. Sekarang, aku liat dari official akun ecommers mereka harganya untuk 100 ml Rp 160.000, sedangkan untuk 30 ml Rp 60.000. Buat kamu yang mau coba, aku kasih linknya disini Safi Age Defy Gold Water Essence

Kesimpulanku

Aku suka banget sama produk ini, terbukti sampai sekarang masih menjadi salah satu skincare yang aku gunakan hingga detik ini. Produk ini juga menjadi andalan kalo aku breakout dan membuat aku membatasi penggunaan skincare, biasanya kalo lagi breakout aku hanya menggunakan facial wash, safi age defy gold water essense dan pelembab. Produk ini benar-benar membantu melembabkan kulitku, serta membuat kulitku lebih kenyal.

Isi produk ini yang mengandung ekstrak emas bukan hanya sebagai tambahan pemanis untuk essense, tapi bisa bikin kita merasakan kemewahan saat memakai skincare ini. Padahal produk ini masih under Rp 200.000. Lama pemakaiannya juga lumayan, jadi jatuhnya juga bisa hemat.

Botolnya juga aman banget buat di bawa-bawa traveling. Nggak perlu takut pecah jika terjatuh. Apalagi sekarang juga sudah ada pilihan untuk botol yang 30 ml, traveling size banget deh.

Aku pribadi sangat merekomendasikan kamu untuk mencoba produk safi age defy water gold essence ini, selain harganya yang masih terjangkau, manfaat yang didapet juga oke punya. Pengalaman sendiri yang membuat aku meyakini memang produk ini baik sekali dalam membantu masalah kulit, terutama jika kulitmu lagi mengalami kekeringan atau kegersangan yang luar biasa.

Buat kamu-kamu pecinta produk skincare halal, atau yang sedang mencari produk skincare halal yang concern ke masalah anti-aging bisa banget mencoba produk ini atau serangkaian produk skincare dari safi age defy. Jadi nggak perlu khawatir sama kandungan skincare yang aneh-aneh deh.

Sekian review dari aku. Semoga bermanfaat buat kamu yang sedang mencari produk essence dengan harga terjangkau, atau buat kamu yang sedang mencari skincare yang halal. Dan semoga review ini bisa menambah informasi. Sampai jumpa di postingan selanjutnya! 🙂

The post Review: Safi Age Defy Gold Water Essence appeared first on istapuspit.com.

]]>
http://istapuspit.com/2021/10/05/review-safi-age-defy-gold-water-essence/feed/ 0
Review: Bio Beauty Lab Luxurious Facial Oil Serum http://istapuspit.com/2021/06/24/review-bio-beauty-lab-luxurious-facial-oil-serum/ http://istapuspit.com/2021/06/24/review-bio-beauty-lab-luxurious-facial-oil-serum/#respond Thu, 24 Jun 2021 10:44:16 +0000 http://istapuspit.com/?p=664 Skincare sekarang sudah lebih berkembang. Produk lokal juga semakin berkembang dan selalu mengeluarkan inovasi-inovasi terbaru. Salah satunya facial oil/ face oil yang sekarang menjadi salah satu inovasi produk kecantikan. Face oil sebenarnya bukan hal yang baru lagi di dunia kecantikan. Tapi untuk aku pribadi baru-baru ini berani mencoba face oil. Bukan hal mudah meyakinkan diri untuk mencobanya. Mengingat wajahku lumayan sensitif, aku jadi takut kalau menggunakan face oil wajahku jadi berjerawat dan komedoan. Sudah cukup lama sebenarnya ingin mencoba skincare face oil, hanya saja tidak berani mencoba sampai aku menemukan produk ini. Saat mendengar nama produk ini kayak langsung jatuh hati gitu, tapi tetap belum berani mencoba. Sampai akhirnya bulan maret 2021 aku memberanikan diri untuk membeli face oil produk lokal ini. Dan setelah mencoba memakai face oil ini sekitar 2 bulan semua ketakutanku menggunakan face oil terbantahkan sejak aku menggunakan face oil produk lokal ini. Produk ini benar-benar gila emang sebagus itu gais! Sekarang aku mengerti pantas saja kenapa para beauty influencer pada pake produk ini dan menyukainya. Semuanya terbukti setelah aku menggunakannya. Oke, daripada cerita panjang lebar langsung aja aku mulai reviewnya ya! Bio Beauty Lab Luxurious Facial oil Serum Facial oil ini merupakan produk lokal dari bio beauty lab. Sebenarnya selain luxurious facial oil serum, bio beauty lab juga mengeluarkan acne treatment facial oil serum yang sebelumnya produk acne treatment facial oil serum ini bernama healing facial oil serum. Buat kamu yang kulitnya sedang membutuhkan treatment untuk mengatasi jerawat yang membandel, bisa banget mencoba produk acne treatment facial oil serum dari bio beauty lab. Walau aku ngerti banget sih pasti bakalan mikir, ih masa muka berminyak berjerawat gini malah dikasih skincare yang mengandung oil, apa nggak tambah jadi kilang minyak? tapi menurut aku nggak ada salahnya sih mencoba. Udah banyak juga yang mencoba dengan masalah kulit seperti itu dengan produk ini dan berhasil ada progress yang lebih baik. Terkadang produksi minyak yang berlebih dipicu oleh ketidakseimbangan kelembapan di kulit, sehingga kulit memproduksi minyak lebih banyak. Packaging Kemasan luar dari produk ini di dominasi warna pink dengan sedikit warna putih dan sedikit hitam. Simple tidak neko-neko dengan design-nya. Terdapat informasi seputar komposisi dari produknya, cara pakai dan informasi produk ini dapat digunakan sebagai base makeup. Produk ini juga memberi informasi bisa dicampur dengan pelembab atau body lotion kesukaan kamu untuk mendapatkan kelembapan yang extra. Oh ya, ini merupakan packaging kemasan baru ya, karena dulu setahu aku packagingnya berbeda dari yang sekarang.  Di kemasan juga tertulis klaim produk ini dapat melembabkan, menenangkan, mencerahkan, anti microba, antioksidan, dan anti-aging. Produk ini bisa digunakan disemua jenis kulit. Kemasan produknya sendiri dari botol kaca, jadi emang aman banget buat menyimpan oil serum. Produk ini menggunakan pipet, sehingga memudahkan kita untuk mengambil isi dari produknya serta mengontrol penggunaannya.  Produk ini tersedia dengan 3 ukuran: 5 ml, 10 ml, 20ml. Untuk ukuran yang aku coba luxurious facial oil serum 5 ml.  Tekstur Tektur dari facial oil ini ringan dan mudah diserap. Jadi tidak meninggalkan kesan greasy selama dan setelah diaplikasikan ke kulit. Aroma dari facial oil ini menurutku juga relaxing dan tidak mengganggu, malah terkesan seger. Warnanya kuning layaknya seperti oil pada umumnya. Ingredients/ Komposisi Karena ini emang produk facial oil, jadi emang basic nya semuanya terdiri dari macem-macem oil. Tapi oil yang terkandung memiliki fungsi yang berbeda-beda. Nah nanti akan aku jabarkan manfaat dan fungsi dari oil-oil yang terkandung. Squalane, Oenothera Biennis (primrose) Oil, Rosa Canina (Rose hip) Seed Extract, Hippophae Rhamnoides Fruit (Sea Buckthorn) Oil, Macadamia Ternifolia Seed Oil, Prunus Amygdalus Dulcis (Sweet Almond) Oil, Vegetable Oil, d-y-tocopherol, d-δ-tocopherol, α-tocopherol, d-β-tocopherol (Mixed Tocopherols 95), Levisticum Officinale Root (Geranium) Oil, Boswellia Carterii Gum (Frankincense) Oil, Citrus Limon (Lemon) Peel Oil. Informasi tambahan terkait dengan oil yang terkandung pada produk ini: Squalane Oil: Anti aging, memperbaiki sel kulit yang rusak, melembapkan, mengontrol minyak berlebih. Evening Primrose Oil: Mengurangi peradangan kulit, melembapkan. Rose hip Seed Oil: Antioxidant (menangkal radikal bebas), anti aging, untuk regenerasi kulit, anti inflamasi, membersihkan kelembapan. Sea Buckthorn Oil: Menyeimbangkan kondisi kulit, anti inflamasi dan anti bakteri (bantu menyembuhkan jerawat, kaya antioxidants, bantu meningkatkan produksi kolagen, bagus untuk regenerasi kulit, melembapkan. Macadamia Seed Oil: Antioxidant, anti aging, menyeimbangkan produksi minyak, bantu melawan jerawat, memiliki SPF alami, melembapkan. Sweet Almond Oil: Kaya nutrisi dan vitamin (A,B,D,E), menetralisir radikal bebas, mengurangi dampak buruk UV, melembapkan, menenangkan kulit. Vitamin E: Sangat bermanfaat untuk kulit terutama jika dikombinasikan dengan antioxidant lain, melembapkan, bantu produksi kolagen, menyamarkan dark spots. Geranium Essential Oil: Anti aging, mengencangkan kulit wajah, collagen boost, memperbaiki sel kulit yang rusak dan mempercepat pertumbuhan sel kulit baru, mencegah kulit kering dan kusam, anti bacterial, anti inflamasi. Frankincense Essential Oil: Anti aging (melembapkan, memperkuat, meningkatkan elastisitas dan mengencangkan kulit), bantu meredakan jerawat yang disebabkan oleh bakteri, mempercepat proses pemulihan luka, mengontrol produksi minyak. Lemon Essential Oil: Antioxidant, membantu mengurangi kerusakan jaringan kulit yang disebabkan oleh radikal bebas, anti aging, menyamarkan dark spots, mencerahkan. Cara Penggunaan Aku menggunakan bio beauty lab facial oil ini dengan meneteskan 2-3 tetes. Sebenarnya ada 3 cara yang sudah ku gunakan untuk pemakaiannya, dan semuanya menurutku ampuh. Tinggal kalian pilih saja mau yang mana. Sebagai referensi aku akan menuliskan 3 cara yang ku gunakan dalam memakai facial oil luxurious bio beauty lab ini. Cara pertama: Aku meneteskan 2-3 tetes luxurious facial oil ke telapak tangan kemudian ku gosok-gosokan perlahan hingga hangat lalu ku aplikasikan ke kulit wajah. Step ini ku lakukan setelah memakai toner dan serum lain, kemudian memakai luxurious dan di tutup dengan menggunakan pelembap. Cara kedua: Aku meneteskan 2-3 tetes luxurious facial oil di atas telapak tangan yang sudah ku beri toner. Penampakannya seperti telur ceplok. Kemudian campuran toner dan beberapa tetes face oil ini ku gosok perlahan hingga hangat lalu ku aplikasikan ke kulit wajah. Setelah step ini ku lanjutkan dengan step biasanya sampai akhir skincare. Cara ketiga: Aku meneteskan 2-3 tetes luxurious facial oil di atas pelembab yang ku gunaan di telapak tangan. Kemudian ku campur dengan jari lalu ku totol-totolkan ke wajah dan ku usap perlahan. Cara step ini merupakan step terakhir dari rangkaian skincare-ku. Nah, itu tadi 3 cara pemakaian luxurious facial oil yang sudah ku gunakan. Secara personal aku lebih suka menggunakan cara kedua. Mencampurkan beberapa tetes facial oil dengan toner. Menurutku kayak lebih meresap aja di kulit menggunakan step yang ini. Sebenernya semua step diatas bagus semua. Tergantung kamu nyamannya dimana, karena hasilnya juga sama bagusnya. Oh ya, untuk menggunakan facial oil di hangatkan dulu di telapak tangan biar bisa lebih meresap dengan baik. Nggak hanya itu, aku juga kadang menggunakan facial oil ini dicampur dengan body lotion yang aku punya, hasilnya juga melembabkan kulit badan dengan sempurna. Bikin kulit jadi lebih sehat dan glowing. Harga Untuk harga luxurious facial oil 5 ml dibandrol harga Rp 120.000. Harga yang pricely /mahal sih untuk ukuran segitu. Untuk ukuran 10 ml, Rp 195.000 sedangkan untuk ukuran 20 ml Rp 320.000. Jadi Saat ada diskon aku sarankan kalian segera beli sih buat sekedar nyobain atau mau nyetok. Mengingat harganya yang mahal untuk ukuran segitu melihat diskon seperti mendapatkan angin segar. Untuk produk ini bisa kalian temukan di ecommers resmi mereka atau toko ecommers tepercaya yang lain. Buat kamu yang mau coba produknya, aku kasih linknya disini Bio Beauty Lab Luxurious Kesimpulanku Aku sangat suka dengan produk ini. Selama menggunakannya kurang lebih 2 bulanan, produk ini benar-benar memberikan efek melembapkan di kulit wajahku. Selain itu produk ini juga membantu banget mengeringkan jerawat hormonal (bulanan) yang muncul, dan mematangkan jerawat yang terpendam. Nggak hanya itu, produk ini juga membantu banget mengatasi noda jerawat.  Kulit juga jadi lebih kenyal, plump dan glowing banget, berasa sehat banget kulitnya. Aku benar-benar jatuh hati sama produk facial oil ini untuk pertama kalinya. Ini produk facial oil pertama yang ku gunakan dan emang sebagus itu! Nggak salah sih kenapa produk ini bisa booming di pasaran seperti sekarang. Karena emang efeknya sebagus itu di kulit wajah.  Dan aku emang sengaja mencoba produk ini karena tertarik banget sama oil yang berfungsi untuk anti aging. Yang berbau anti aging aku suka untuk mencobanya, maklum semakin memasuki usia matang jadi kulit harus di jaga utuk mengurangi resiko terjadinya keriput.  Dari segi harga emang mahal sih, tapi manfaat yang di berikan juga oke banget. Aku sih bakalan nyetok produk skincare ini di rumah walau nggak tiap hari bakalan ku pake. Ini menjadi salah satu holy grail buat mengatasi masalah kulit yang aku miliki. Kalo aku disuruh memberi saran aku merekomendasikan banget kalian untuk mencoba produk ini. Memang produknya mahal apalagi untuk produk lokal, tapi hasilnya boleh di adu. Sedikit saran dari aku buat kalian yang suka menggunakan facial oil, untuk lebih rajin scrub wajah, biar nggak menumpuk dan menimbulkan komedo. Nggak mau kan ingin tambil cantik dan glowing dengan facial oil malah komedo meraja lela. Sekian review dari aku. Semoga informasi ini bermanfaat buat kamu yang sedang mencari facial oil yang oke, atau mungkin yang masih ragu mencoba produk facial oil dari bio beauty lab bisa mendapatkan pencerahan setelah membaca review dari aku. Sampai jumpa di postingan selanjutnya! 🙂

The post Review: Bio Beauty Lab Luxurious Facial Oil Serum appeared first on istapuspit.com.

]]>
Bio Beauty Lab Luxurious Facial Oil Serum

Skincare sekarang sudah lebih berkembang. Produk lokal juga semakin berkembang dan selalu mengeluarkan inovasi-inovasi terbaru. Salah satunya facial oil/ face oil yang sekarang menjadi salah satu inovasi produk kecantikan.

Face oil sebenarnya bukan hal yang baru lagi di dunia kecantikan. Tapi untuk aku pribadi baru-baru ini berani mencoba face oil. Bukan hal mudah meyakinkan diri untuk mencobanya. Mengingat wajahku lumayan sensitif, aku jadi takut kalau menggunakan face oil wajahku jadi berjerawat dan komedoan. Sudah cukup lama sebenarnya ingin mencoba skincare face oil, hanya saja tidak berani mencoba sampai aku menemukan produk ini.

Saat mendengar nama produk ini kayak langsung jatuh hati gitu, tapi tetap belum berani mencoba. Sampai akhirnya bulan maret 2021 aku memberanikan diri untuk membeli face oil produk lokal ini.

Dan setelah mencoba memakai face oil ini sekitar 2 bulan semua ketakutanku menggunakan face oil terbantahkan sejak aku menggunakan face oil produk lokal ini. Produk ini benar-benar gila emang sebagus itu gais! Sekarang aku mengerti pantas saja kenapa para beauty influencer pada pake produk ini dan menyukainya. Semuanya terbukti setelah aku menggunakannya. Oke, daripada cerita panjang lebar langsung aja aku mulai reviewnya ya!

Bio Beauty Lab Luxurious Facial oil Serum

Bio Beauty Lab Luxurious Facial Oil Serum Via instagram/ biobeautylab

Facial oil ini merupakan produk lokal dari bio beauty lab. Sebenarnya selain luxurious facial oil serum, bio beauty lab juga mengeluarkan acne treatment facial oil serum yang sebelumnya produk acne treatment facial oil serum ini bernama healing facial oil serum.

Bio Beauty Lab Luxurious Facial Oil Serum dan Acne Treatment Facial Oil Serum Via instagram/ biobeautylab

Buat kamu yang kulitnya sedang membutuhkan treatment untuk mengatasi jerawat yang membandel, bisa banget mencoba produk acne treatment facial oil serum dari bio beauty lab. Walau aku ngerti banget sih pasti bakalan mikir, ih masa muka berminyak berjerawat gini malah dikasih skincare yang mengandung oil, apa nggak tambah jadi kilang minyak? tapi menurut aku nggak ada salahnya sih mencoba. Udah banyak juga yang mencoba dengan masalah kulit seperti itu dengan produk ini dan berhasil ada progress yang lebih baik. Terkadang produksi minyak yang berlebih dipicu oleh ketidakseimbangan kelembapan di kulit, sehingga kulit memproduksi minyak lebih banyak.

Packaging

Bio Beauty Lab Luxurious Facial Oil Serum Via instagram/ biobeautylab

Kemasan luar dari produk ini di dominasi warna pink dengan sedikit warna putih dan sedikit hitam. Simple tidak neko-neko dengan design-nya. Terdapat informasi seputar komposisi dari produknya, cara pakai dan informasi produk ini dapat digunakan sebagai base makeup. Produk ini juga memberi informasi bisa dicampur dengan pelembab atau body lotion kesukaan kamu untuk mendapatkan kelembapan yang extra. Oh ya, ini merupakan packaging kemasan baru ya, karena dulu setahu aku packagingnya berbeda dari yang sekarang. 

Di kemasan juga tertulis klaim produk ini dapat melembabkan, menenangkan, mencerahkan, anti microba, antioksidan, dan anti-aging. Produk ini bisa digunakan disemua jenis kulit.

Kemasan produknya sendiri dari botol kaca, jadi emang aman banget buat menyimpan oil serum. Produk ini menggunakan pipet, sehingga memudahkan kita untuk mengambil isi dari produknya serta mengontrol penggunaannya. 

Produk ini tersedia dengan 3 ukuran: 5 ml, 10 ml, 20ml. Untuk ukuran yang aku coba luxurious facial oil serum 5 ml. 

Tekstur

Bio Beauty Lab Luxurious Facial Oil Serum

Tektur dari facial oil ini ringan dan mudah diserap. Jadi tidak meninggalkan kesan greasy selama dan setelah diaplikasikan ke kulit. Aroma dari facial oil ini menurutku juga relaxing dan tidak mengganggu, malah terkesan seger. Warnanya kuning layaknya seperti oil pada umumnya.

Ingredients/ Komposisi

Karena ini emang produk facial oil, jadi emang basic nya semuanya terdiri dari macem-macem oil. Tapi oil yang terkandung memiliki fungsi yang berbeda-beda. Nah nanti akan aku jabarkan manfaat dan fungsi dari oil-oil yang terkandung.

Squalane, Oenothera Biennis (primrose) Oil, Rosa Canina (Rose hip) Seed Extract, Hippophae Rhamnoides Fruit (Sea Buckthorn) Oil, Macadamia Ternifolia Seed Oil, Prunus Amygdalus Dulcis (Sweet Almond) Oil, Vegetable Oil, d-y-tocopherol, d-δ-tocopherol, α-tocopherol, d-β-tocopherol (Mixed Tocopherols 95), Levisticum Officinale Root (Geranium) Oil, Boswellia Carterii Gum (Frankincense) Oil, Citrus Limon (Lemon) Peel Oil.

Informasi tambahan terkait dengan oil yang terkandung pada produk ini:

  1. Squalane Oil: Anti aging, memperbaiki sel kulit yang rusak, melembapkan, mengontrol minyak berlebih.
  2. Evening Primrose Oil: Mengurangi peradangan kulit, melembapkan.
  3. Rose hip Seed Oil: Antioxidant (menangkal radikal bebas), anti aging, untuk regenerasi kulit, anti inflamasi, membersihkan kelembapan.
  4. Sea Buckthorn Oil: Menyeimbangkan kondisi kulit, anti inflamasi dan anti bakteri (bantu menyembuhkan jerawat, kaya antioxidants, bantu meningkatkan produksi kolagen, bagus untuk regenerasi kulit, melembapkan.
  5. Macadamia Seed Oil: Antioxidant, anti aging, menyeimbangkan produksi minyak, bantu melawan jerawat, memiliki SPF alami, melembapkan.
  6. Sweet Almond Oil: Kaya nutrisi dan vitamin (A,B,D,E), menetralisir radikal bebas, mengurangi dampak buruk UV, melembapkan, menenangkan kulit.
  7. Vitamin E: Sangat bermanfaat untuk kulit terutama jika dikombinasikan dengan antioxidant lain, melembapkan, bantu produksi kolagen, menyamarkan dark spots.
  8. Geranium Essential Oil: Anti aging, mengencangkan kulit wajah, collagen boost, memperbaiki sel kulit yang rusak dan mempercepat pertumbuhan sel kulit baru, mencegah kulit kering dan kusam, anti bacterial, anti inflamasi.
  9. Frankincense Essential Oil: Anti aging (melembapkan, memperkuat, meningkatkan elastisitas dan mengencangkan kulit), bantu meredakan jerawat yang disebabkan oleh bakteri, mempercepat proses pemulihan luka, mengontrol produksi minyak.
  10. Lemon Essential Oil: Antioxidant, membantu mengurangi kerusakan jaringan kulit yang disebabkan oleh radikal bebas, anti aging, menyamarkan dark spots, mencerahkan.

Cara Penggunaan

Aku menggunakan bio beauty lab facial oil ini dengan meneteskan 2-3 tetes. Sebenarnya ada 3 cara yang sudah ku gunakan untuk pemakaiannya, dan semuanya menurutku ampuh. Tinggal kalian pilih saja mau yang mana. Sebagai referensi aku akan menuliskan 3 cara yang ku gunakan dalam memakai facial oil luxurious bio beauty lab ini.

  1. Cara pertama: Aku meneteskan 2-3 tetes luxurious facial oil ke telapak tangan kemudian ku gosok-gosokan perlahan hingga hangat lalu ku aplikasikan ke kulit wajah. Step ini ku lakukan setelah memakai toner dan serum lain, kemudian memakai luxurious dan di tutup dengan menggunakan pelembap.
  2. Cara kedua: Aku meneteskan 2-3 tetes luxurious facial oil di atas telapak tangan yang sudah ku beri toner. Penampakannya seperti telur ceplok. Kemudian campuran toner dan beberapa tetes face oil ini ku gosok perlahan hingga hangat lalu ku aplikasikan ke kulit wajah. Setelah step ini ku lanjutkan dengan step biasanya sampai akhir skincare.
  3. Cara ketiga: Aku meneteskan 2-3 tetes luxurious facial oil di atas pelembab yang ku gunaan di telapak tangan. Kemudian ku campur dengan jari lalu ku totol-totolkan ke wajah dan ku usap perlahan. Cara step ini merupakan step terakhir dari rangkaian skincare-ku.

Nah, itu tadi 3 cara pemakaian luxurious facial oil yang sudah ku gunakan. Secara personal aku lebih suka menggunakan cara kedua. Mencampurkan beberapa tetes facial oil dengan toner. Menurutku kayak lebih meresap aja di kulit menggunakan step yang ini. Sebenernya semua step diatas bagus semua. Tergantung kamu nyamannya dimana, karena hasilnya juga sama bagusnya. Oh ya, untuk menggunakan facial oil di hangatkan dulu di telapak tangan biar bisa lebih meresap dengan baik.

Nggak hanya itu, aku juga kadang menggunakan facial oil ini dicampur dengan body lotion yang aku punya, hasilnya juga melembabkan kulit badan dengan sempurna. Bikin kulit jadi lebih sehat dan glowing.

Harga

Untuk harga luxurious facial oil 5 ml dibandrol harga Rp 120.000. Harga yang pricely /mahal sih untuk ukuran segitu. Untuk ukuran 10 ml, Rp 195.000 sedangkan untuk ukuran 20 ml Rp 320.000. Jadi Saat ada diskon aku sarankan kalian segera beli sih buat sekedar nyobain atau mau nyetok. Mengingat harganya yang mahal untuk ukuran segitu melihat diskon seperti mendapatkan angin segar. Untuk produk ini bisa kalian temukan di ecommers resmi mereka atau toko ecommers tepercaya yang lain. Buat kamu yang mau coba produknya, aku kasih linknya disini Bio Beauty Lab Luxurious

Kesimpulanku

Aku sangat suka dengan produk ini. Selama menggunakannya kurang lebih 2 bulanan, produk ini benar-benar memberikan efek melembapkan di kulit wajahku. Selain itu produk ini juga membantu banget mengeringkan jerawat hormonal (bulanan) yang muncul, dan mematangkan jerawat yang terpendam. Nggak hanya itu, produk ini juga membantu banget mengatasi noda jerawat. 

Kulit juga jadi lebih kenyal, plump dan glowing banget, berasa sehat banget kulitnya. Aku benar-benar jatuh hati sama produk facial oil ini untuk pertama kalinya. Ini produk facial oil pertama yang ku gunakan dan emang sebagus itu! Nggak salah sih kenapa produk ini bisa booming di pasaran seperti sekarang. Karena emang efeknya sebagus itu di kulit wajah. 

Dan aku emang sengaja mencoba produk ini karena tertarik banget sama oil yang berfungsi untuk anti aging. Yang berbau anti aging aku suka untuk mencobanya, maklum semakin memasuki usia matang jadi kulit harus di jaga utuk mengurangi resiko terjadinya keriput. 

Dari segi harga emang mahal sih, tapi manfaat yang di berikan juga oke banget. Aku sih bakalan nyetok produk skincare ini di rumah walau nggak tiap hari bakalan ku pake. Ini menjadi salah satu holy grail buat mengatasi masalah kulit yang aku miliki.

Kalo aku disuruh memberi saran aku merekomendasikan banget kalian untuk mencoba produk ini. Memang produknya mahal apalagi untuk produk lokal, tapi hasilnya boleh di adu. Sedikit saran dari aku buat kalian yang suka menggunakan facial oil, untuk lebih rajin scrub wajah, biar nggak menumpuk dan menimbulkan komedo. Nggak mau kan ingin tambil cantik dan glowing dengan facial oil malah komedo meraja lela.

Sekian review dari aku. Semoga informasi ini bermanfaat buat kamu yang sedang mencari facial oil yang oke, atau mungkin yang masih ragu mencoba produk facial oil dari bio beauty lab bisa mendapatkan pencerahan setelah membaca review dari aku. Sampai jumpa di postingan selanjutnya! 🙂

The post Review: Bio Beauty Lab Luxurious Facial Oil Serum appeared first on istapuspit.com.

]]>
http://istapuspit.com/2021/06/24/review-bio-beauty-lab-luxurious-facial-oil-serum/feed/ 0
Pengalaman pleuritis TB dengan efusi pleura dan asites part 2 http://istapuspit.com/2021/04/22/pengalaman-pleuritis-tb-dengan-efusi-pleura-dan-asites-part-2/ http://istapuspit.com/2021/04/22/pengalaman-pleuritis-tb-dengan-efusi-pleura-dan-asites-part-2/#respond Thu, 22 Apr 2021 12:10:56 +0000 http://istapuspit.com/?p=599 Oke, kita lanjutkan perjalananku sebagai penyintas pleuritis TB di part 2 ini. Semoga kalian masih betah membacanya ya, heheheh. Yang belum baca part 1 bisa baca disini pengalaman pleuritis tb dengan efusi pleura dan asites. Tanggal 21 Oktober 2019 Hari ini aku ke RSUP lagi melalu jalur umum untuk berobat ke dokter penyakit dalam. Aku berobat kesana karena aku kembali demam dan aku berpikir apa ini gara-gara cairan di perutku kah ya. Aku kembali parno, karena hasil pemeriksaanku belum keluar. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk hasilnya. Untuk pemeriksaan sputum/ dahak membutuhkan 2 hari, sedangkan pemeriksaan lain sekitar 7 hari kerja. Aku mengeluhkan ketakutanku tentang adanya cairan di perutku dan berkata pada dokter apa mungkin aku kembali terkena tipes. Karena bulan November aku di diagnosa tipes oleh dokter umum. Akhirnya atas keluhanku tersebut dokter memeriksaku dan memintaku untuk di periksa darah lengkap. Saat pemeriksaan keluar dokter mengatakan aku mengalami anemia. Aku masih kekeh apa karena tipes, akhirnya dokter menjelaskan kepadaku saat aku menunjukkan hasil tes widal di RS swasta waktu itu. Hasil menunjukkan 1/40, kata dokter jika benar positif tipes harusnya hasil tes widal setidaknya 1/300. Seketika aku terdiam dan menyadari bahwa dari awal aku memang tidak sakit tipes wkkwkwkwk. Tanggal 30 Oktober 2019 Hasil tes sudah ada di tangan, dan hari ini aku langsung menuju poli paru non infeksi untuk berkonsultasi terkait semua hasil pemeriksaan yang sudah keluar. Dokter menjelaskan hasil pemeriksaan, untuk pemeriksaan sputum tidak didapatkan bakteri yang terkandung di dalam air liurku (negatif), kemudian untuk hasil cairan pleura menunjukkan cairan mengarah ke transudat. Bagi kalian yang penasaran tentang transudat bisa baca disini mengenal efusi pleura, cairan di pleura. Sedangkan untuk hasil ADA test, dokter mengatakan hasilku hanya naik 4 point dari batas normal. Dan sebenarnya untuk di tegakkan diagnosis TB hasil biasanya menunjukkan diatas 100. Aku juga mengeluhkan kepada dokter bahwa aku mengalami keringat malam yang berlebih sudah beberapa hari ini. Karena dokter masih agak meragukan dengan hasil pemeriksaan cairan pleuraku yang menunjukkan mengarah ke transudat, sehingga dokter menyarankanku untuk melakukan pemeriksaan ANA test (Antibodi Anti-Nuklear). Dokter ingin menyingkirkan kemungkinan cairan pleura dan asitesku berasal dari penyakit lain, yaitu SLE/ Lupus. Yang ingin tahu seputar lupus/ SLE bisa di cek disini lupus. Dokter menjelaskan secara singkat tentang ANA test. Ana test adalah pemeriksaan untuk mengetahui kadar aktivitas antibodi pada darah yang melawan tubuh (reaksi autoimun). Berikut ini link buat kalian yang penasaran terkait ANA test, pemeriksaan ANA test atau ANA test. Oh ya aku juga mengeluhkan dadaku berdebar kencang, dan dokter memberikanku resep untuk membantu menstabilkan debaran jantungku. Untuk pemeriksaan ini aku melalui jalur mandiri ya. Tanggal 1 November 2019 Hari ini aku ke lab swasta berbekal surat pengantar lab dari dokter paru di RSUP. Aku hari ini melakukan pemeriksaan ANA test dan tes urin. Tidak membutuhkan waktu lama pemeriksaan selesai. Hasil juga bisa diterima malamnya, tapi aku memutuskan untuk mengambilnya esok hari. Harga untuk pemeriksaan ANA test 720 ribu, sedangkan untuk pemeriksaan urine lengkap 67 ribu. Tanggal 5 November 2019 Hari ini aku kembali ke poli paru RSUP dengan membawa hasil pemeriksaan ANA test dan urine. Dokter membacakan hasilnya, dan hasil ANA test ku negatif, sedangkan untuk urinku mengandung darah dan lekosit. Kata dokter itu bisa normal, karena wanita kadang suka mengalami infeksi. Dari hasil tersebut dokter memutuskan untuk memberikan aku terapi OAT dengan pertimbangan nilai ADA test ku yang naik 4 point. Walaupun secara pasti harusnya diatas 100 baru dinyatakan TBC, tapi untuk mengantisipasi dokter akan memberikanku obat TBC selama 6 bulan, apalagi aku juga mengalami keringat yang berlebih saat malam hari. Di karenakan ini penyakit yang cukup mematikan jika tidak di obati, dokter akhirnya mempertimbangkan untuk pemberian terapi OAT (Obat Anti Tuberkulosis). Dokter menyarankanku untuk memakai BPJS saja, tapi karena waktu itu aku masih bingung agar aku bisa mendapatan rujukan ke RS tipe A (RSUP) bagaimana dan takut membuang waktu lebih lama, jadinya aku memutuskan memakai umum saja. Dokter mewanti-wanti kemungkinan mahalnya biaya obat, karena nanti akan mendapatkan sekitar 90 biji, sehari minum 3 biji. Jadi perhitungan sehari obatnya sekitar 21 ribuan. Kalo harus minum sebulan ya dikalikan saja, kira-kira sekitar 610 ribuan. Dan ada obat-obat pendamping untuk mengamankan fungsi hati/ liver. Obat lain yang di resepkan ada B6 dan curcuma. Aku setuju saja, pikirku agar cepat sembuh. Karena aku tau bahayanya sakit TBC jika tidak segera ditangani. Penjelasan dari dokter Akhirnya dokter menjelaskan lebih rinci. Dokter mengatakan penyakitku ini pleuritis TB, TB ekstra paru. Dimana bakteri menginfeksi selaput paru-paruku (pleura) sehingga menyebabkan adanya cairan pleura yang berlebihan. Tapi kemungkinan kecil aku untuk menginfeksi orang lain, karena bakteri tidak terkandung didalam air liurku. Dokter menjelaskan dalam masa pengobatan dengan OAT dibagi 2 fase. Fase intensif dan fase lanjutan. Fase intensif akan dilakukan selama 2 bulan pertama menggunakan obat 4FDC/ 4KDT dan diminum setiap hari, kemudian dilanjutkan fase lanjutan dimana nanti hanya mengkonsumsi 3 kali dalam seminggu dan hanya 2 obat saja. Untuk fase lanjutan, dokter dan aku sepakat meminum obat pada hari senin, rabu, jumat. Untuk obat 4FDC terdiri dari 4 komponen obat, rifamcipin 150 mg, isoniazid 75 mg, pyrazinamid 400 mg, ethambutol 275 mg. Ini komposisi dalam 1 tablet ya. Untuk pengobatan intensif setiap hari obat ini diminum 3 biji, 2 jam sebelum makan pagi. Untungnya ada obat yang menyediakan 4 komponen dalam 1 obat ni, kalo nggak kebayang dong banyaknya tuh obat yang harus di minum. Secara kebutuhan harian aja untuk rifamcipin 450 mg, isoniazid 225 mg, pyrazinamid 1200 mg, ethambutol 825 mg. FIX banget kalo kalian sedang pengobatan OAT jangan lupa banyak minum air putih ya! Minimal 2 liter harus tercapai! agar kerja ginjalnya nggak berat. Oh ya, ketentuan berapa biji obat perhari di tentukan dari BB ya, jadi semakin besar BB seseorang jumlah obatnya juga lebih banyak begitu pula sebaliknya. Kebetulan BB ku 41 kg, jadi aku konsumsi 3 biji OAT setiap harinya. Untuk jelasnya bisa baca seputar OAT disini ya OAT atau disini ni Obat anti tuberkulosis lengkap banget buat pengetahuan seputar OAT dari fungsi, efek samping sampai jumlah dosisnya. Lanjutan penjelasan dokter Dokter juga menjelaskan kemungkinan efek samping yang akan kualami saat meminum OAT, mulai dari mual ringan, kencing merah (untuk kencing merah tidak apa apa, karena ini pengaruh dari komponen obat rifampicin). Jika aku mengalami mata/ badan kuning, BAK bewarna teh, nyeri sendi dan bengkak, muntah berat maka aku harus segera kontrol kembali. Dokter juga menjelaskan nanti aku akan di ronsen toraks ulang sebulan setelah pengobatan intensif, akan dilakukan pemeriksaan sputum di akhir bulan ke 2 pengobatan. Dan di bulan ke 6 pengobatan akan di periksa sputum, ronsen toraks ulang dan usg abdomen (mengingat aku juga mengalami asites di perut). Dokter berkata jika ini memang bukan karena penyakit lupus, maka nanti hasil ronsen toraks setelah 1 bulan terapi OAT akan menunjukkan hasil yang baik. Dokter juga menekankan asites juga bisa hilang dan terserap tubuh jika pengobatan OAT tepat sasaran. Kemudian dokter memberikan aku kartu kuning, sebagai kartu kontrol untuk pengobatan TB. Kartu ini harus di bawa setiap kali berobat. Aku punya contoh fotokopiannya ni tapi tidak bewarna kuning. Sekedar informasi, kartu kuning yang asli sudah di tarik kembali sama RSUP nya saat pengobatan kita sudah selesai, dan memang kartunya bewarna kuning ya. Dokter menekankan untuk patuh minum obat. Jangan sampai kelewat hari atau bolong-bolong. Kepatuhan minum obat menentukan keberhasilan pengobatan. Agar bakteri juga tidak resisten dengan OAT. Kalo sampai bolong-bolong bisa-bisa ngulang lagi dengan dosis yang lebih besar. Konsultasi sudah selesai, saatnya aku pergi ke kasir pembayaran dan memasukkan resep ke farmasi. Aku mendapatkan resep obat OAT, vitamin B6, dan curcuma. Untuk curcuma di minum 2 kali setiap hari, sedangkan B6 diminum sekali sehari. Dokter juga membekali aku surat pengantar ronsen dada dan tes urin untuk jadwal kontrol bulan depan. Di Farmasi RSUP Saat memasukkan resep obat di farmasi, bagian farmasi mengatakan bahwa obat OAT di tanggung oleh pemerintah. Karena ada program penanggulangan TB se-Indonesia, jadi aku tidak usah membayar untuk obat merah/ 4FDC/ 4KDT. Hanya saja vitamin B6 dan curcumanya aku harus membayar dulu di kasir khusus pembayaran obat. Aku bersyukur banget ternyata aku tidak perlu mengeluarkan uang untuk OAT. Tau sendiri kan tadi kisaran harganya berapa. Bisa bikin kantong beneran jebol wkwkkwkw. Oh ya, waktu itu syarat untuk aku bisa mendapatkan OAT secara gratis hanya dengan melampirkan 1 lembar fotokopi kartu kuning yang tadi aku dapat dari dokter paru. Oh ya untuk harga B6 dan curcuma mohon maaf ya aku beneran lupa harganya berapaan heheehee. Tapi seingetku sih untuk B6 nya murah, kalo yang curcumanya agak mahal. Soalnya harus beli 60 biji. Tanggal 6 November 2019 Hari ini hari pertama aku memulai OAT. Ada rasa cemas, secara obat yang di minum lumayan banyak dan gede-gede banget bentukannya ya Allah. Si obat merah ini yang nahan banget bentukkannya. Mana sekali minum 3 biji lagi. OAT ku minum 2 jam sebelum sarapan. Jadi sehabis aku solat subuh sekitar jam setengah 6 pagi aku konsumsi obat ini. Dokter mengingatkan kemaren kalo bisa obat ini selalu di minum di jam yang sama, agar khasiatnya lebih maksimal. Jangan sampai putus obat! Reaksi obat  Reaksi obat di aku setelah biasa saja. Aku tidak mengalami mual muntah. Malah mau muntah pas minum obatnya. GEDE banget cui! Nggak boong aku! Dibandingkan dengan obat cacing combantrine aja, ini obat terbesar yang pernah aku konsumsi wkwkwkkww. Selang 1 jam aku konsumsi obat OAT aku pipis, dan memang warna pipisnya kemerahan gitu tapi bukan berdarah loh ya. Aku sampai menampung pipisku untuk membuktikan kalo aman aja nggak sampai bewarna teh. Agak parno maklum obat keras sih yang ku konsumsi. Secara keseluruhan tidak ada masalah aku mengkonsumsi OAT di hari ini. Obat yang lain juga ku seling-seling minumnya. Obat curcuma setelah sarapan pagi. Siang minum vitamin B6, malam minum curcuma lagi. Selesai deh. Tanggal 7 November 2019 Masih sama seperti hari sebelumnya. Aku konsumsi obat OAT 2 jam sebelum sarapan jam setengah 6 pagi. Dan masih sama, masih kesulitan untuk menelan ni obat segede gaban. Jadi ada berasa sensasi mau muntah karena keselek ni obat. Sensasi kesulitan minum obat ini berlaku hampir satu bulan lamanya wkwkwkkw. Hari ini aku merasakan ada efek samping lain dari OAT, BAB ku bewarna merah, tapi bukan darah. Ini juga karena efek dari rifampicin. Jadi masih aman dan wajar aja kok. Rutinitas obat yang lain tetap sama di minum seperti hari sebelumnya. Dan ini berlaku sampai bulan ke dua pengobatan (bulan desember). Tanggal 3 Desember 2019 Hari ini aku berobat lagi ke poli paru. Kali ini aku sudah pindah berobat ke poli paru infeksi, karena TBC termasuk dalam penyakit yang di tangani di poli ini. Untuk dokter yang menangani tetep sama kok tidak ada perubahan. Oh ya lupa, untuk pengobatan TB jangan sampai putus atau henti obat ya. Jadi sebisa mungkin di perhitungkan kapan obat mau habis. Jadi bisa datang kembali ke rumah sakit sebelum obat habis. Setidaknya ada jarak beberapa hari sebelum obat abis sudah ke rumah sakit. Dokter juga biasanya membantu untuk menghitung kapan lagi akan kontrol. Dan disinilah fungsi kartu kuning pengobatan TB berguna.  Dokter mengingatkan jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan ronsen dada dan urine lengkap untuk mengetahui 1 bulan setelah pengobatan. Dokter juga mengatakan agar segera kontrol saat sudah mendapatkan hasil dari pemeriksaan tersebut. Untuk kontrol kali ini aku masih menggunakan umum ya. Dan sistem tebus obat di farmasi juga masih sama seperti bulan kemaren. Aku juga masih mendapatkan OAT sebanyak 90 biji, vitamin B6 30 biji, dan curcuma 60 biji. Cara konsumsi obatnya juga masih sama ya. Tanggal 5 Desember 2019 Hari ini sesuai surat pengantar yang ku peroleh dari dokter paru, aku di jadwalkan untuk melakukan ronsen toraks dan pemeriksaan urine lengkap. Aku melakukannya di laboratorium swasta dengan membawa surat pengantar. Pemeriksaannya cepat dan hasilnya juga bisa langsung jadi malam harinya. Tapi seperti biasa aku ambil esok harinya saja. Untuk harga ronsen dada 295 ribu sedangkan untuk urine lengkap 67 ribu. Tanggal 6 Desember 2019 Hari ini tiba-tiba aku berpikir, bagaimana kalo aku menggunakan BPJS ku saja untuk pengobatanku ini. Mengingat sudah lumayan banyak biaya yang ku keluarkan. Kan setidaknya lumayan untuk biaya kontrol ke dokter dan pengobatan bisa di cover BPJS. Kalau ada pemeriksaan lab-lab...

The post Pengalaman pleuritis TB dengan efusi pleura dan asites part 2 appeared first on istapuspit.com.

]]>
Oke, kita lanjutkan perjalananku sebagai penyintas pleuritis TB di part 2 ini. Semoga kalian masih betah membacanya ya, heheheh. Yang belum baca part 1 bisa baca disini pengalaman pleuritis tb dengan efusi pleura dan asites.

Tanggal 21 Oktober 2019

Hari ini aku ke RSUP lagi melalu jalur umum untuk berobat ke dokter penyakit dalam. Aku berobat kesana karena aku kembali demam dan aku berpikir apa ini gara-gara cairan di perutku kah ya. Aku kembali parno, karena hasil pemeriksaanku belum keluar. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk hasilnya. Untuk pemeriksaan sputum/ dahak membutuhkan 2 hari, sedangkan pemeriksaan lain sekitar 7 hari kerja.

Aku mengeluhkan ketakutanku tentang adanya cairan di perutku dan berkata pada dokter apa mungkin aku kembali terkena tipes. Karena bulan November aku di diagnosa tipes oleh dokter umum.

Akhirnya atas keluhanku tersebut dokter memeriksaku dan memintaku untuk di periksa darah lengkap. Saat pemeriksaan keluar dokter mengatakan aku mengalami anemia. Aku masih kekeh apa karena tipes, akhirnya dokter menjelaskan kepadaku saat aku menunjukkan hasil tes widal di RS swasta waktu itu. Hasil menunjukkan 1/40, kata dokter jika benar positif tipes harusnya hasil tes widal setidaknya 1/300. Seketika aku terdiam dan menyadari bahwa dari awal aku memang tidak sakit tipes wkkwkwkwk.

Tanggal 30 Oktober 2019

Hasil tes sudah ada di tangan, dan hari ini aku langsung menuju poli paru non infeksi untuk berkonsultasi terkait semua hasil pemeriksaan yang sudah keluar. Dokter menjelaskan hasil pemeriksaan, untuk pemeriksaan sputum tidak didapatkan bakteri yang terkandung di dalam air liurku (negatif), kemudian untuk hasil cairan pleura menunjukkan cairan mengarah ke transudat. Bagi kalian yang penasaran tentang transudat bisa baca disini mengenal efusi pleura, cairan di pleura. Sedangkan untuk hasil ADA test, dokter mengatakan hasilku hanya naik 4 point dari batas normal. Dan sebenarnya untuk di tegakkan diagnosis TB hasil biasanya menunjukkan diatas 100.

Aku juga mengeluhkan kepada dokter bahwa aku mengalami keringat malam yang berlebih sudah beberapa hari ini. Karena dokter masih agak meragukan dengan hasil pemeriksaan cairan pleuraku yang menunjukkan mengarah ke transudat, sehingga dokter menyarankanku untuk melakukan pemeriksaan ANA test (Antibodi Anti-Nuklear). Dokter ingin menyingkirkan kemungkinan cairan pleura dan asitesku berasal dari penyakit lain, yaitu SLE/ Lupus. Yang ingin tahu seputar lupus/ SLE bisa di cek disini lupus.

Dokter menjelaskan secara singkat tentang ANA test. Ana test adalah pemeriksaan untuk mengetahui kadar aktivitas antibodi pada darah yang melawan tubuh (reaksi autoimun). Berikut ini link buat kalian yang penasaran terkait ANA test, pemeriksaan ANA test atau ANA test.

Oh ya aku juga mengeluhkan dadaku berdebar kencang, dan dokter memberikanku resep untuk membantu menstabilkan debaran jantungku. Untuk pemeriksaan ini aku melalui jalur mandiri ya.

Tanggal 1 November 2019

Hari ini aku ke lab swasta berbekal surat pengantar lab dari dokter paru di RSUP. Aku hari ini melakukan pemeriksaan ANA test dan tes urin. Tidak membutuhkan waktu lama pemeriksaan selesai. Hasil juga bisa diterima malamnya, tapi aku memutuskan untuk mengambilnya esok hari.

Harga untuk pemeriksaan ANA test 720 ribu, sedangkan untuk pemeriksaan urine lengkap 67 ribu.

Tanggal 5 November 2019

Hari ini aku kembali ke poli paru RSUP dengan membawa hasil pemeriksaan ANA test dan urine. Dokter membacakan hasilnya, dan hasil ANA test ku negatif, sedangkan untuk urinku mengandung darah dan lekosit. Kata dokter itu bisa normal, karena wanita kadang suka mengalami infeksi.

Dari hasil tersebut dokter memutuskan untuk memberikan aku terapi OAT dengan pertimbangan nilai ADA test ku yang naik 4 point. Walaupun secara pasti harusnya diatas 100 baru dinyatakan TBC, tapi untuk mengantisipasi dokter akan memberikanku obat TBC selama 6 bulan, apalagi aku juga mengalami keringat yang berlebih saat malam hari. Di karenakan ini penyakit yang cukup mematikan jika tidak di obati, dokter akhirnya mempertimbangkan untuk pemberian terapi OAT (Obat Anti Tuberkulosis).

Dokter menyarankanku untuk memakai BPJS saja, tapi karena waktu itu aku masih bingung agar aku bisa mendapatan rujukan ke RS tipe A (RSUP) bagaimana dan takut membuang waktu lebih lama, jadinya aku memutuskan memakai umum saja. Dokter mewanti-wanti kemungkinan mahalnya biaya obat, karena nanti akan mendapatkan sekitar 90 biji, sehari minum 3 biji. Jadi perhitungan sehari obatnya sekitar 21 ribuan. Kalo harus minum sebulan ya dikalikan saja, kira-kira sekitar 610 ribuan. Dan ada obat-obat pendamping untuk mengamankan fungsi hati/ liver. Obat lain yang di resepkan ada B6 dan curcuma.

Aku setuju saja, pikirku agar cepat sembuh. Karena aku tau bahayanya sakit TBC jika tidak segera ditangani.

Penjelasan dari dokter

Akhirnya dokter menjelaskan lebih rinci. Dokter mengatakan penyakitku ini pleuritis TB, TB ekstra paru. Dimana bakteri menginfeksi selaput paru-paruku (pleura) sehingga menyebabkan adanya cairan pleura yang berlebihan. Tapi kemungkinan kecil aku untuk menginfeksi orang lain, karena bakteri tidak terkandung didalam air liurku.

Dokter menjelaskan dalam masa pengobatan dengan OAT dibagi 2 fase. Fase intensif dan fase lanjutan. Fase intensif akan dilakukan selama 2 bulan pertama menggunakan obat 4FDC/ 4KDT dan diminum setiap hari, kemudian dilanjutkan fase lanjutan dimana nanti hanya mengkonsumsi 3 kali dalam seminggu dan hanya 2 obat saja. Untuk fase lanjutan, dokter dan aku sepakat meminum obat pada hari senin, rabu, jumat.

Untuk obat 4FDC terdiri dari 4 komponen obat, rifamcipin 150 mg, isoniazid 75 mg, pyrazinamid 400 mg, ethambutol 275 mg. Ini komposisi dalam 1 tablet ya. Untuk pengobatan intensif setiap hari obat ini diminum 3 biji, 2 jam sebelum makan pagi. Untungnya ada obat yang menyediakan 4 komponen dalam 1 obat ni, kalo nggak kebayang dong banyaknya tuh obat yang harus di minum. Secara kebutuhan harian aja untuk rifamcipin 450 mg, isoniazid 225 mg, pyrazinamid 1200 mg, ethambutol 825 mg. FIX banget kalo kalian sedang pengobatan OAT jangan lupa banyak minum air putih ya! Minimal 2 liter harus tercapai! agar kerja ginjalnya nggak berat.

Oh ya, ketentuan berapa biji obat perhari di tentukan dari BB ya, jadi semakin besar BB seseorang jumlah obatnya juga lebih banyak begitu pula sebaliknya. Kebetulan BB ku 41 kg, jadi aku konsumsi 3 biji OAT setiap harinya. Untuk jelasnya bisa baca seputar OAT disini ya OAT atau disini ni Obat anti tuberkulosis lengkap banget buat pengetahuan seputar OAT dari fungsi, efek samping sampai jumlah dosisnya.

OAT 4FDC
OAT 4FDC/ 4KDT

Lanjutan penjelasan dokter

Dokter juga menjelaskan kemungkinan efek samping yang akan kualami saat meminum OAT, mulai dari mual ringan, kencing merah (untuk kencing merah tidak apa apa, karena ini pengaruh dari komponen obat rifampicin). Jika aku mengalami mata/ badan kuning, BAK bewarna teh, nyeri sendi dan bengkak, muntah berat maka aku harus segera kontrol kembali.

Dokter juga menjelaskan nanti aku akan di ronsen toraks ulang sebulan setelah pengobatan intensif, akan dilakukan pemeriksaan sputum di akhir bulan ke 2 pengobatan. Dan di bulan ke 6 pengobatan akan di periksa sputum, ronsen toraks ulang dan usg abdomen (mengingat aku juga mengalami asites di perut). Dokter berkata jika ini memang bukan karena penyakit lupus, maka nanti hasil ronsen toraks setelah 1 bulan terapi OAT akan menunjukkan hasil yang baik. Dokter juga menekankan asites juga bisa hilang dan terserap tubuh jika pengobatan OAT tepat sasaran.

Kemudian dokter memberikan aku kartu kuning, sebagai kartu kontrol untuk pengobatan TB. Kartu ini harus di bawa setiap kali berobat. Aku punya contoh fotokopiannya ni tapi tidak bewarna kuning. Sekedar informasi, kartu kuning yang asli sudah di tarik kembali sama RSUP nya saat pengobatan kita sudah selesai, dan memang kartunya bewarna kuning ya.

kartu kuning penanggulangan TB bagian depan
kartu kuning penanggulangan TB bagian depan
kartu kuning penanggulangan TB bagian belakang
kartu kuning penanggulangan TB bagian belakang

Dokter menekankan untuk patuh minum obat. Jangan sampai kelewat hari atau bolong-bolong. Kepatuhan minum obat menentukan keberhasilan pengobatan. Agar bakteri juga tidak resisten dengan OAT. Kalo sampai bolong-bolong bisa-bisa ngulang lagi dengan dosis yang lebih besar.

Konsultasi sudah selesai, saatnya aku pergi ke kasir pembayaran dan memasukkan resep ke farmasi. Aku mendapatkan resep obat OAT, vitamin B6, dan curcuma. Untuk curcuma di minum 2 kali setiap hari, sedangkan B6 diminum sekali sehari. Dokter juga membekali aku surat pengantar ronsen dada dan tes urin untuk jadwal kontrol bulan depan.

Di Farmasi RSUP

Saat memasukkan resep obat di farmasi, bagian farmasi mengatakan bahwa obat OAT di tanggung oleh pemerintah. Karena ada program penanggulangan TB se-Indonesia, jadi aku tidak usah membayar untuk obat merah/ 4FDC/ 4KDT. Hanya saja vitamin B6 dan curcumanya aku harus membayar dulu di kasir khusus pembayaran obat. Aku bersyukur banget ternyata aku tidak perlu mengeluarkan uang untuk OAT. Tau sendiri kan tadi kisaran harganya berapa. Bisa bikin kantong beneran jebol wkwkkwkw. Oh ya, waktu itu syarat untuk aku bisa mendapatkan OAT secara gratis hanya dengan melampirkan 1 lembar fotokopi kartu kuning yang tadi aku dapat dari dokter paru.

Oh ya untuk harga B6 dan curcuma mohon maaf ya aku beneran lupa harganya berapaan heheehee. Tapi seingetku sih untuk B6 nya murah, kalo yang curcumanya agak mahal. Soalnya harus beli 60 biji.

Tanggal 6 November 2019

Hari ini hari pertama aku memulai OAT. Ada rasa cemas, secara obat yang di minum lumayan banyak dan gede-gede banget bentukannya ya Allah. Si obat merah ini yang nahan banget bentukkannya. Mana sekali minum 3 biji lagi. OAT ku minum 2 jam sebelum sarapan. Jadi sehabis aku solat subuh sekitar jam setengah 6 pagi aku konsumsi obat ini. Dokter mengingatkan kemaren kalo bisa obat ini selalu di minum di jam yang sama, agar khasiatnya lebih maksimal. Jangan sampai putus obat!

Reaksi obat 

Reaksi obat di aku setelah biasa saja. Aku tidak mengalami mual muntah. Malah mau muntah pas minum obatnya. GEDE banget cui! Nggak boong aku! Dibandingkan dengan obat cacing combantrine aja, ini obat terbesar yang pernah aku konsumsi wkwkwkkww.

Selang 1 jam aku konsumsi obat OAT aku pipis, dan memang warna pipisnya kemerahan gitu tapi bukan berdarah loh ya. Aku sampai menampung pipisku untuk membuktikan kalo aman aja nggak sampai bewarna teh. Agak parno maklum obat keras sih yang ku konsumsi.

Secara keseluruhan tidak ada masalah aku mengkonsumsi OAT di hari ini. Obat yang lain juga ku seling-seling minumnya. Obat curcuma setelah sarapan pagi. Siang minum vitamin B6, malam minum curcuma lagi. Selesai deh.

Tanggal 7 November 2019

Masih sama seperti hari sebelumnya. Aku konsumsi obat OAT 2 jam sebelum sarapan jam setengah 6 pagi. Dan masih sama, masih kesulitan untuk menelan ni obat segede gaban. Jadi ada berasa sensasi mau muntah karena keselek ni obat. Sensasi kesulitan minum obat ini berlaku hampir satu bulan lamanya wkwkwkkw.

Hari ini aku merasakan ada efek samping lain dari OAT, BAB ku bewarna merah, tapi bukan darah. Ini juga karena efek dari rifampicin. Jadi masih aman dan wajar aja kok.

Rutinitas obat yang lain tetap sama di minum seperti hari sebelumnya. Dan ini berlaku sampai bulan ke dua pengobatan (bulan desember).

Tanggal 3 Desember 2019

Hari ini aku berobat lagi ke poli paru. Kali ini aku sudah pindah berobat ke poli paru infeksi, karena TBC termasuk dalam penyakit yang di tangani di poli ini. Untuk dokter yang menangani tetep sama kok tidak ada perubahan.

Oh ya lupa, untuk pengobatan TB jangan sampai putus atau henti obat ya. Jadi sebisa mungkin di perhitungkan kapan obat mau habis. Jadi bisa datang kembali ke rumah sakit sebelum obat habis. Setidaknya ada jarak beberapa hari sebelum obat abis sudah ke rumah sakit. Dokter juga biasanya membantu untuk menghitung kapan lagi akan kontrol. Dan disinilah fungsi kartu kuning pengobatan TB berguna. 

Dokter mengingatkan jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan ronsen dada dan urine lengkap untuk mengetahui 1 bulan setelah pengobatan. Dokter juga mengatakan agar segera kontrol saat sudah mendapatkan hasil dari pemeriksaan tersebut.

Untuk kontrol kali ini aku masih menggunakan umum ya. Dan sistem tebus obat di farmasi juga masih sama seperti bulan kemaren. Aku juga masih mendapatkan OAT sebanyak 90 biji, vitamin B6 30 biji, dan curcuma 60 biji. Cara konsumsi obatnya juga masih sama ya.

Tanggal 5 Desember 2019

Hari ini sesuai surat pengantar yang ku peroleh dari dokter paru, aku di jadwalkan untuk melakukan ronsen toraks dan pemeriksaan urine lengkap. Aku melakukannya di laboratorium swasta dengan membawa surat pengantar.

Pemeriksaannya cepat dan hasilnya juga bisa langsung jadi malam harinya. Tapi seperti biasa aku ambil esok harinya saja. Untuk harga ronsen dada 295 ribu sedangkan untuk urine lengkap 67 ribu.

Tanggal 6 Desember 2019

Hari ini tiba-tiba aku berpikir, bagaimana kalo aku menggunakan BPJS ku saja untuk pengobatanku ini. Mengingat sudah lumayan banyak biaya yang ku keluarkan. Kan setidaknya lumayan untuk biaya kontrol ke dokter dan pengobatan bisa di cover BPJS. Kalau ada pemeriksaan lab-lab lagi juga bisa tercover. Lagipula sekarang pengobatanku sudah masa stabil. Tidak perlu tindakan cepat tanggap lagi seperti awal-awal pengobatan kemaren.

Akhirnya aku memutuskan untuk meminta surat rujukan saja untuk ke RS tipe A (RSUP) tempat aku berobat. RSUP termasuk faskes tingkat ketiga atau lanjutan ya. Jadi harus minta surat rujukan dari faskes tingkat kedua dulu.

Sekedar informasi di tanggal 20 an bulan november 2019 aku sempat mengalami SVT. Sehingga aku bisa dapat surat rujukkan ke faskes tingkat kedua. Tapi karena puskesmas tau aku sedang dalam masa pengobatan pleuritis TB jadi aku di kasih rujukkan ke poli paru. Padahal waktu itu yang bermasalah jantungku sehingga lagi-lagi untuk penanganan cepat tanggap mengatasi SVT ku yang tidak kembali normal aku berobat mandiri lagi di RSUP wkkwkwkw. Untuk cerita ini kapan-kapan aja ya aku ceritanya, kalo sempat dan semangat ber-karlota hehehe.

Singkat cerita aku jadi kepikiran untuk meminta surat rujukan untuk ke poli paru RSUP lewat RS tingkat kedua rujukkan pukesmas. Oh ya, untuk yang belum tau, surat rujukkan BPJS dari puskesmas berlaku 3 bulan lamanya ya. Jadi saat kamu dapet surat rujukannya bisa kamu fotokopi dulu untuk jaga-jaga biar bisa di pake berulang kali ke faskes kedua. Biar nggak perlu dateng lagi ke puskesmas. Karena kalo kamu dateng ke puskesmas buat minta surat rujukan lagi paling cuma di bantu ngeprint aja. Untuk masa berlakunya tetep sama dengan print-nan yang kamu pake sebelumnya. Jadi daripada buang waktu mending kamu fotokopi dan simpan surat rujukan BPJS dari puskesmas untuk ke faskes tingkat kedua. 

Tanggal 7 Desember 2019

Hari ini aku berobat ke RS rujukan BPJS tingkat kedua. Aku berobat ke poli parunya karena rujukannya memang ke poli paru. Saat bertemu dokter paru disana aku mengatakan kalau sedang dalam terapi OAT pleuritis TB. Dan bermaksud meminta surat rujukan agar bisa melanjutkan pengobatan disana. Akhirnya dokter memberikan surat rujukan ke faskes tingkat ketiga/lanjutan. 

Surat rujukan yang aku dapat dari faskes tingkat kedua untuk ke faskes tingkat ketiga berupa surat rujukan dan surat elegibilitas. Surat rujukan kali ini bentuknya berbeda dari yang di dapet di puskesmas. Ini bentuknya lebih ke surat cetakan online gitu. Ada lembar putih, kuning dan pink nya.

Tanggal 10 Desember 2019

Untuk pertama kali akhirnya aku berobat ke poli paru RSUP menggunakan BPJS. Kali ini aku datang lagi ke poli paru infeksi untuk konsul terkait hasil pemeriksaan ronsen dada dan urine lengkap.

Ronsen toraks paramita lab
Gambaran paru setelah sebulan terapi OAT

Dokter mengatakan hasil ronsen dadaku bagus. Sudah ada perbaikan pada pleuraku. Sudah tidak ada lagi  produksi cairan berlebih di pleura ini berarti OAT bekerja dengan sangat baik di tubuh. Hasil urine ku juga sudah baik. Alhamdulillah. Aku juga mengeluhkan mengalami nyeri sendi, dokter berkata itu tidak apa-apa pengaruh dari obat pirazinamid yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah.

Dokter selalu mengingatkan agar semangat minum obat dan tidak putus obat, agar bisa sembuh. Kemudian dokter juga memberikan surat pengantar pemeriksaan sputum untuk di akhir pengobatan bulan kedua ini. Hasilnya nanti diminta untuk di bawa saat kontrol di akhir bulan desember ini. Untuk konsul kali ini aku sama sekali tidak mengeluarkan uang, semua tercover BPJS.

Tanggal 27 Desember 2019

Hari ini sesuai jadwal aku ke laboratorium RSUP untuk meminta wadah pemeriksaan sputum/ dahak. Seperti yang sebelumnya aku di beri pengarahan untuk pengambilan sputum. Satu botol untuk dahak sebelum tidur malam, satunya lagi setelah bangun tidur. Sesuai arahan aku melakukannya.

Tanggal 31 Desember 2019

Hari ini aku kontrol sesuai jadwal kartu kuning penanggulangan TB, dengan membawa hasil pemeriksaan sputum. Hasil pemeriksaan sputumku negatif, kata dokter ini membuktikan memang tidak salah dalam pengambilan sputum di awal terapi kemaren dulu. Dan dengan hasil ini juga membuktikan aku tidak berpotensi menularkan penyakit ini ke orang lain.

Kontrol kali ini sudah masuk di akhir babak pengobatan fase intensif. Sehingga aku akan mulai dengan terapi fase lanjutan. Dimana aku hanya mengkonsumsi 2 obat saja, yaitu Rimfacipin dan isoniazid. Untuk dosisnya lagi-lagi di tentukan sesuai BB ya. Aku juga masih mendapatkan vitamin B6 setiap hari dan curcuma. Cuma kali ini curcuma diminum sehari sekali saja.

Mulai nanti saat obat merah/ 4FDC habis aku akan mengkonsumsi obat rimfacipin dan isoniazid secara terpisah. Karena kebetulan di RSUP tidak ada obat kombinasi kedua jenis obat ini. Minum obat yang kali ini juga seminggu 3 kali saja, dan sesuai kesepakatan obat ini diminum hari senin, rabu dan jumat. Disinilah terkadang godaan putus obat dan lupa minum obat muncul. Sehingga memang harus bertekat kuat dan semangat sembuh serta dukungan dari orang sekitar atau keluarga berperan penting.

Untuk aku pribadi, selain di bantu diingatkan orang-orang terdekat, aku memasang alarm di hape setiap hari senin, rabu, jumat jam setengah 6 pagi. Selain itu aku juga menulis jadwal tersebut di cermin kamarku. Hal ini bermanfaat banget loh! Jadi kita selalu teringat jadwal minum obat. Insha Allah nggak bakalan terlewat. Aku sudah membuktikannya! Tapi yang pasti emang niat dari diri sendiri sih, karena seiring berjalannya waktu orang-orang disekitarmu juga nggak bisa kamu harapkan untuk selalu ngingetin kamu setiap saat untuk minum obat. Jadi emang harus niatan kuat untuk sembuh dari diri sendiri!

Tanggal 15 Januari 2020

Sudah beberapa bulan ini aku mengalami nyeri sendi. Dan akhir-akhir ini rasanya parah banget. Rasanya benar-benar sakit sampai sulit berjalan. Bahkan saat aku naik turun tangga aku seperti kepiting, berjalan samping. Bangun tidur juga badan rasanya nggak seger malah berasa habis maraton dan dipukuli sekampung wkwkww, capek banget. Tapi aku pikir karena pengaruh obat pirazinamid kata dokter sih begitu. 

Tanggal 23 Januari 2020

Karena aku sudah tidak tahan lagi dengan nyeri sendi ini, padahal obat piraziramid sudah tidak aku konsumsi setengah bulanan lebih akhirnya aku memutuskan untuk datang ke dokter paru untuk berkonsultasi. Saat bertemu dengan dokter, aku menceritakan keluh kesahku terkait dengan nyeri sendi yang kualami. Karena aku sudah tidak mengkonsumsi obat piazinamid maka kata dokter kemungkinan aku sudah tidak merasakan nyeri sendi akibat obat tersebut. Perlu di ketahui pirazinamid dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Akhirnya dokter memberikan aku surat pengantar untuk pemeriksaan asam urat hari ini dan diminta membawa hasilnya saat kontrol akhir bulan januari.

Tanggal 28 Januari 2020 

Hari ini pagi-pagi sekali aku sudah ke laboratorium RSUP untuk mengambil hasil pemeriksaan asam urat. Setelah hasil sudah ditangan saatnya aku kontrol untuk pengambilan rutin OAT. Saat bertemu dokter akupun memperlihatkan hasil peeriksaan asam urat. Dokter berkata asam uratku normal, harusnya aku tidak merasakan nyeri sendi lagi. Tapi karena aku masih mengalami keluhan nyeri sendi yang mengganggu akhirnya aku di rujuk internal ke poli penyakit dalam sub spesialis rheumatoid arthritis.

Sehabis kontol dari poli paru aku langsung melanjutkan untuk periksa ke poli penyakit dalam. Disana aku kembali menceritakan keluhan yang ku alami. Akhirnya dokter memberikan surat pengantar untuk pemeriksaan darah yang meliputi darah lengkap, tiroid, pemeriksaan protein spesifik dan pemeriksaan ronsen pada bagian-bagian sendi yang ku merasa nyeri. Untuk total harganya pemeriksaan ini bikin aku kaget. Semua pemeriksaan ini mencapai harga 1,5 jutaan lebih. Itu belum termasuk obat dari paru, konsul dokter paru dan dokter penyakit dalam. Untung semua bisa tercover oleh BPJS. Untuk cerita tentang rheumatoid arthritis ini juga kapan-kapan aja ya jika aku sempat dan semangat ber-karlota.

Bulan APRIL yang ku tunggu-tunggu

Sampailah pada bulan april yang ku tunggu-tunggu. Dimana ini merupakan bulan terakhir pengobatan pleuritis TB ku. Aku sangat happy mengingat bulan ini bulan puasa. Aku sudah tidak sabar untuk ikut berpuasa bulan ini!

Tanggal 21 April 2020

Hari ini aku kontrol ke dokter paru. Karena ini sudah memasuki bulan akhir pengobatan TB, sudah 6 bulan pengobatan. Maka aku kembali diberi surat pengantar untuk melakukan ronsen toraks dan usg abdomen untuk melihat masih ada tidaknya cairan dalam perutku. Dokter juga memberikan surat pengantar pemeriksaan sputum/ dahak untuk tanggal 23 april 2020, tepat satu hari setelah OAT ku selesai. Aku juga di jadwalkan untuk bertemu dokter lagi tanggal 24 April 2020 untuk melihat semua hasil pemeriksaan.

Tanggal 24 April 2020

Aku datang kembali ke poli paru dengan membawa semua hasil pemeriksaan. Baik hasil ronsen toraks, usg abdomen dan hasil sputum. Hasil sputum menunjukkan negatif, ronsen toraks juga sudah menunjukkan paruku sudah baik dan kembali mengembang normal. Hasil usg abdomenku juga sudah tidak ditemukan cairan lagi. Per hari ini aku dinyatakan sembuh oleh dokter. Alhamdulillah!

Ronsen toraks di RSUP
Gambaran paru evaluasi pengobatan bulan ke 6

Pesan dan kesan

Saat aku mengalami sakit ini aku belajar kesabaran, ketelatenan dan pasrah kepada Allah SWT bawa ini memang jalan hidupku.  Jalan yang sudah memang dituliskan untukku. Aku bisa pahami mungkin sebagian banyak orang yang terkena penyakit TB akan merasa tidak percaya dan menyalahkan tuhan. Selalu bertanya-tanya kenapa bisa dapat sakit ini.

Tapi kembali lagi, semua yang kita alami pasti ada hikmahnya. Dan dari sakit ini aku dapat hikmah yang luar biasa. Aku jadi tahu bahwa semua keluargaku sangat mencemaskanku, sangat menyayangiku. Ingat banget aku, saat aku sakit ini dan lagi di puncak-puncaknya sesak nafas seperti orang mau meninggal, disitu mamakku menggosok badanku dengan minyak tawon, Almarhum bapakku memijat lembut kakiku sampai ketelapak kakiku agar aku bisa tertidur pulas. Aku sangat bisa melihat curahan kasih sayang mereka. Yah, mendadak aku jadi nangis mengingat masa-masa itu. 

Buat semua orang yang sedang berjuang melawan sakit TB tetap semangat ya! Jangan sampai putus obat! Kalian pasti bisa sembuh. Penyakit TB bisa disembuhkan karena ada obatnya. Jangan merasa sehat saat sudah selesai pengobatan fase intensif. Jangan merasa lelah dan capek dengan rutinitas minum obat! Pengobatan HARUS di tuntaskan sampai akhir agar tidak menjadi resisten.

Penyakit TB bukan penyakit aib. Kurangnya pengetahuan yang membuat lingkungan sekitar malu untuk berobat dan mengucilkan orang yang sedang berjuang dengan penyakit TB. Ayo kita harus melek akan penyakit ini! Penyakit ini masih menjadi penyakit menular dan mematikan nomer 1 didunia. Kita harus berjuang bersama-sama untuk mendukung orang-orang yang sedang mengobati penyakit TB. Kita juga jangan malu untuk berobat dan menuntaskan pengobatan jika terkena penyakit TB.

Sekian cerita aku mengenai perjalananku sebagai penyintas pleuritis TB. Semoga ada informasi yang bisa di peroleh, dan bisa bermanfaat. Tetap semangat dan tetap sehat semuanya! Sampai jumpa di postingan selanjutnya! 🙂

The post Pengalaman pleuritis TB dengan efusi pleura dan asites part 2 appeared first on istapuspit.com.

]]>
http://istapuspit.com/2021/04/22/pengalaman-pleuritis-tb-dengan-efusi-pleura-dan-asites-part-2/feed/ 0
Pengalaman pleuritis TB dengan efusi pleura dan asites http://istapuspit.com/2021/04/22/pengalaman-pleuritis-tb-dengan-efusi-pleura-dan-asites/ http://istapuspit.com/2021/04/22/pengalaman-pleuritis-tb-dengan-efusi-pleura-dan-asites/#respond Thu, 22 Apr 2021 02:51:44 +0000 http://istapuspit.com/?p=581 Pada kesempatan kali ini aku tidak akan membahas seputar skincare atau makanan seperti biasanya. Ijinkan aku untuk bercerita tentang pengalaman pribadiku sebagai penyintas pleuritis TB dengan pengobatan 6 bulan lamanya. Sepertinya ini akan menjadi salah satu postingan blog ku yang panjang sekali. Harap maklum yaa, hehehe. Pada hari ini tanggal 22 April 2021 tepat sudah setahun yang lalu aku selesai pengobatan OAT pleuritis TB. Dan tanggal 24 April 2020 yang lalu, aku resmi dinyatakan sembuh dari penyakit pleuritis TB. Alhamdulillah! Aku berharap dengan adanya cerita di blog ini, kalian bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat dan bisa mengubah stigma tentang penyakit TBC, sehingga tidak perlu menjauhi/ mengucilkan penderita serta menganggap penyakit TBC sebagai penyakit aib. Buat yang sedang mengalami penyakit yang sama tetap semangat dalam pengobatan dan jangan putus obat ya! Insha Allah bisa sembuh kok :). Sebelum aku mulai menceritakan pengalamanku, aku akan sedikit memberi info terkait TBC yang mungkin sekiranya bisa memberi wawasan mendasar untuk kalian.  TBC (Tuberkulosis) Penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Kebanyakan dari kita mengetahui kalau penyakit TBC menyerang organ paru-paru, dengan muncul gejala batuk yang berlangsung lama (lebih dari 3 minggu) biasanya disertai dahak dan terkadang mengeluarkan darah. Namun faktanya bakteri TBC bisa menyerang bagian tubuh lainnya seperti kulit, kelenjar getah bening, tulang, usus, selaput rongga perut (peritonium), selaput paru-paru (pleura), otak, atau organ yang lainnya. Infeksi TBC juga terbagi menjadi TBC aktif dan TBC laten. Dimana TBC aktif dapat menularkan orang lain melalui percikan air liur atau droplet dengan gejala berupa batuk, sedangkan TBC laten/ tb non aktif tanpa gejala apapun sehingga tidak berpotensi menularkan bakterinya kepada orang lain. Dalam kondisi TB laten bakteri sedang dalam keadaan tertidur dan bisa berlangsung sampai bertahun-tahun. Kalau penasaran dengan TB laten bisa baca disini ya waspadai TB laten. Perlu diketahui juga, TBC yang menyerang paru disebut TB paru sedangkan TBC yang menyerang organ lain atau di luar paru-paru di sebut TB ekstra paru. Untuk lebih lengkapnya bisa baca disini ya TB ekstra paru atau TB di luar paru-paru Perlu diketahui bahwa saat ini TBC masih termasuk penyakit menular dan mematikan nomer 1 di dunia. Tapi jangan khawatir, TBC bisa di sembuhkan kok karena ada obatnya! Kalo informasi seputar TBC masih kurang lengkap, kalian bisa baca disini ya tuberkulosis. Oke, sekarang langsung aja ya aku cerita pengalamanku sebagai penyintas pleuritis TB dengan efusi pleura dan asites. Gejala apa saja yang aku alami dan perjalanan proses yang aku tempuh sehingga bisa di tegakkan aku menderita sakit ini serta pengobatan yang kuterima sekaligus nanti aku juga bakalan cerita tipis-tipis pengalamanku menggunakan BPJS dari yang sebelumnya periksa jalur umum/ mandiri. Yuk langsung aja ku mulai ya. Awal mula terjadinya Sekitar bulan September tahun 2019, tengah bulan aku mengalami demam yang cukup tinggi. Waktu itu suhu sampai 38-39 derajat celsius. Dan berlangsung sekitar 2 mingguan lebih. Demam muncul saat siang menuju sore hari. Saat pagi sampai siang tampak baik-baik saja. Tidak ada gejala batuk, atau yang lain, hanya demam saja. Saat demam meningkat aku mengkonsumsi obat penurun panas sanmol, lalu turun setelahnya begitu terus ritmenya. Tidak ada aku kepikiran aku bakalan sakit ini. Soalnya sebelum demam dimulai aku makan baso aci. Aku ingat betul saat itu. Sehabis makan aku malah demam. Aku pikir aku salah makan hehhee. Waktu itu demamku tidak hampir setiap hari ya. Ada jeda 1-2 hari aku sembuh dan baik-baik saja. Tapi kalo di hitung saat aku demam ya sekitar 2 mingguan. Karena tidak tahan lagi dengan panas tubuh yang naik turun, serta ketakutanku jangan-jangan aku tipes ni, atau jangan-jangan aku demam berdarah ni. Ada keparnoan sendiri karena dulu pernah sempat di rawat inap akibat demam berdarah yang trombositnya waktu itu susah banget buat balik normal. Akhirnya aku memutuskan ke puskesmas. Tanggal 26 September 2019 Akhirnya aku pagi ini memutuskan pergi ke puskesmas karena sudah frustasi dengan demam yang tak kunjung sembuh. Seperti biasa saat pagi kondisi badanku membaik tidak demam sehingga saat di puskesmas terlihat baik-baik saja.  Puskesmas Aku menyampaikan keluhan yang ku alami di puskesmas. Dan dokter hanya menanggapi santai, mewawancara seperti biasa saat berobat ke puskesmas tanpa ada pemeriksaan fisik apa-apa.  Dokter puskesmas kemudian memintaku untuk di cek darah lengkap dan lain-lain di puskesmas tersebut. Kebetulan puskesmas ini puskesmas besar, jadi tersedia laboratoriumnya. Sehabis selesai pengambilan darah dan menunggu sekitar setengah jam- satu jam aku kembali lagi ke ruangan dokter puskesmas. Disana aku di jelaskan kalau aku baik-baik saja dari hasil pemeriksaan darah, hanya mengalami anemia. Saat aku di tanya apa masih ada obat penurun panas di rumah, aku jawab masih ada. Lalu di sarankan untuk meminum lagi jika kambuh demamnya. Saat itu aku agak kaget, karena demamku sudah selama 2 minggu tapi kenapa dokter hanya memberi saran seperti itu. Tanpa memintaku untuk segera kembali ke puskesmas atau ke RS terdekat jika demamku tidak sembuh-sembuh untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Setelah itu kemudian aku disuruh balik ke rumah. Aku pulang dengan penuh tanda tanya. Jujur saat itu aku agak kecewa saat pergi ke puskesmas. Karena aku tidak benar-benar mendapatkan informasi apa yang terjadi dengan diriku ini. Dan aku juga tidak dibawakan obat apa-apa dari puskesmas. Hanya diminta untuk meminum obat penurun panas lagi jika kambuh demamnya. Dan benar saja, saat waktu menunjukkan pukul 14.00 badanku kembali demam, suhu waktu itu 38 derajat. Karena aku sudah cukup lelah dengan hanya mengandalkan obat penurun panas akhirnya aku memutuskan berobat mandiri ke rumah sakit swasta dekat rumah.  Rumah sakit  Di rumah sakit untung saja ada poli sore dokter umum. Aku menceritakan keluhanku kepada dokter, kemudian aku di periksa fisik dan di minta untuk pemeriksaan darah (darah lengkap dan tes widal untuk pemeriksaan tipes). Saat hasil pemeriksaan darah sudah ditangan aku kembali berkonsultasi ke dokter. Dan kata dokter hasil tes widal ku menunjukkan aku terkena tipes. Tidak perlu rawat inap, cukup rawat jalan saja tidak apa-apa. Aku cukup lega saat mengetahui penyebab aku sakit demam ini kenapa. Kemudian aku pulang dibekali dengan obat antibiotik, dan obat demam yang kurasa cukup paten soalnya pake tempat botol kaca. Aku akhirnya mulai meminum obat yang diberikan dokter secara rutin. Walau rupanya aku masih sempat naik turun lagi demamnya. Akupun sampai hopeless. Obat demam paten yang di kasih sudah mau habis tapi kok belum sembuh-sembuh. Eh rupanya tepat tersisa 3 tablet aku akhirnya sembuh. Akupun senang dan sudah tidak memikirkan lagi apa yang kemaren kualami. Tanggal 9 Oktober 2019 Hanya berselang 13 hari dari aku berobat aku mulai merasa ada yang beda dengan perutku. Seperti agak membuncit, tapi badanku tetap sama tidak menggendut. Saat aku timbang badan aku juga mengalami penambahan BB dan aku waktu itu senang-senang saja tanpa memikirkan ada hal yang ganjil. Sebenarnya aku udah merasakan ada yang aneh dengan perutku ini. Apalagi saat aku buang air kecil dalam posisi jongkok. Perutku seperti mengembang macam ibu hamil dan lebih menonjol lagi di bagian kandung kemihnya. Aku tidak berpikir macam-macam, kupikir hanya karena kebanyakan makan hahahaa. Sampailah saat mamakku melihat ada yang berbeda dengan perutku. Mamakku mengatakan ada yang tidak wajar dengan bentuk perutku. Mamakku takut aku mengalami sakit liver atau hati. Mengingat nenekku dulu ada masalah dengan livernya. Aku bilang tidak ada apa-apa, aku baik-baik saja. Aku berkata seperti itu karena memang tidak ada keluhan apa-apa hanya merasa buncit saja. Namun untuk membuat mamakku merasa lega akhirnya aku memutuskan untuk periksa ke dokter spesialis di rumah sakit dekat rumah yang sebelumnya aku periksa disana. Tanggal 10 Oktober 2019 Aku kembali berobat mandiri di rumah sakit dekat rumahku. Kali ini aku langsung menembak untuk berobat ke dokter spesialis penyakit dalam. Saat aku bertemu dokter aku mengeluhkan keluhanku terkait perutku yang sedikit membuncit. Tapi saat itu aku lebih menekankan kalau kadung kemihku seperti balon mengambang saat aku jongkok berkemih. Lalu dokter pun melakukan pemeriksaan fisik, kemudian menjadwalkan aku untuk dilakukan pemeriksaan usg vesica urinaria (kandung kemih), dan pemeriksaan darah lagi. Tapi kali ini pemeriksaan darahnya lebih fokus ke fungsi hati dan ginjal. Tanggal 11 Oktober 2019 Hari ini aku dijadwalkan untuk pengambilan darah dan usg vesica urinaria. Saat itu aku udah ngempet pipis banget dan nggak boleh pipis sampai selesai di usg, sungguh bikin keringet dingin wkwkkwkw. Akhirnya tiba giliranku untuk di usg oleh dokter radiologi. Aku menceritakan keluhanku dan lagi-lagi aku menekankan kandung kemihku yang seperti balon. Lalu dokter memeriksa dan tidak menemukan hal yang ganjil dengan kandung kemihku. Bahkan bagian kandunganku juga sekalian di usg dan tidak ada masalah. Harus ku akui dokter ini sangat telaten dan tidak puas hanya melihat seperti itu, apalagi aku memiliki keluhan. Dokter radiologi ini kemudian menggerakkan alat usg menuju samping tubuhku dan terkejut karena bagian samping kananku ada cukup banyak cairan di perut. Akhirnya dokter memeriksa bagian perutku dengan seksama baik liver, prankreas dan organ-organ lain. Bahkan dokter radiologi sampai mengarahkan alat usg nya sampai tepat dibawah diafragmaku bagian kanan. Dan menemukan lebih banyak lagi cairan di pleuraku. Saat itu aku sedih sekali, aku bingung apa yang terjadi padaku. Aku hampir saja menangis tapi tidak jadi karena di temani adekku wkkkwkw. Basic kesehatan membuatku sedikit parno. Mengingat di tubuhku sekarang ada asites (cairan di perut) dan cairan di pleura (selaput paru-paru). Dokter radiologi menduga apa mungkin aku ada masalah dengan metabolik atau aku hipoalbumin. Karena untuk semua organ dalam perut semua normal. Oh ya, semua aku berobat mandiri ya. Dan saat pemeriksaan darah untuk fungsi hati dan ginjal ini harganya cukup menguras kantong. Sekitar 300 ribuan untuk pemeriksaan darahnya dan 115 ribu untuk usgnya belum termasuk biaya dokter. Untuk usg nya tidak jadi usg vesica urinaria, tapi malah jadi usg abdomen. Tanggal 12 Oktober 2019 Aku kembali ke dokter spesialis penyakit dalam. Dan dokter tersebut pun tekejut juga dengan hasil pemeriksaan usg ku. Kok bisa ada cairan seperti itu, padahal kondisi liver dan hasil pemeriksan darah untuk fungi hati dan ginjal baik dan normal. Akhirnya dokter menyarankan aku untuk ke dokter spesialis kandungan untuk memastikan bahwa kandunganku baik-baik saja dan tidak ada masalah. Atas saran dari dokter spesialis penyakit dalam akhirnya aku memutuskan untuk periksa ke dokter kadungan. Tapi kali ini aku berencana mencoba menggunakan BPJS. Sekalian mencoba apa bisa BPJS ku digunakan selain hanya berobat ke puskesmas. Tanggal 14 Oktober 2019 Aku datang ke puskesmas pagi-pagi. Kemudian aku menceritakan apa yang terjadi denganku. Aku bercerita terdapat asites dan cairan pleura, dan di sarakan dokter spesialis dalam untuk periksa ke dokter kandungan. Akhirnya puskesmas memberikan surat rujukan BPJS. Aku meminta RS yang sama dengan yang kemaren aku periksa. pikirku biar lebih mudah melihat rekam medisnya. Aku di jadwalkan untuk berobat ke dokter spesialis kandungan esok hari. Tanggal 15 Oktober 2019 Karena ini usg kandungan so pasti aku harus minum banyak dan menahan pipis lagi. Dan lagi-lagi sampai keringet dingin wkwkwkkw. Saat usg dokter kandungan langsung cekatan dan berkata tidak ada masalah apa-apa dengan kandungan tapi memang ditemukan ada banyak cairan di perut. Jadi alhamdulillah kandunganku baik-baik saja.  Oh ya karena ini pakai BPJS semua benar-benar tidak bayar, baik dari biaya dokter sampai pemeriksaan usg kandungan. Jadi setelah selesai pemeriksaan aku cuma menumpuk tagihan pemeriksaan di kasir. Dan aku langsung daftar lagi untuk berobat ke dokter spesialis dalam besok hari memakai jalur umum/mandiri. Tanggal 16 Oktober 2019 Aku datang pagi-pagi sekali untuk berobat. Sambil membawa hasil usg kandungan kemaren dan mengeluh mulai 2 hari yang lalu setiap solat waktu gerakan sujud aku mulai batuk tanpa sebab serta tidur menggunakan 3 bantal. Setelah dokter memeriksa hasil usg kandungan, dokter memutuskan untuk merujukku ke RSUD untuk ke poli parunya untuk melihat apa yang bermasalah ada di parunya. Waktu itu aku di tanya apa ini menggunakan BPJS, aku bilang tidak dan tidak apa-apa untuk menggunakan umum. Akhirnya dokter memberikan surat rujukan untuk ke RSUD dan aku diminta kesana selagi sempat dan masih pagi. Agar bisa segera ditangani. Hari ini juga aku langsung menuju RSUD. Saat mendaftar aku baru tau kalo tidak ada poli paru disana. Akhirnya lagi-lagi aku di alihkan ke poli penyakit dalam. Saat bertemu dengan dokternya, sangat koperatif dan cermat. Dokter juga langsung memintaku untuk segera ronsen dada, dan mengatakan saat hasil sudah keluar segera kembali berkonsultasi. Akhirnya setelah hasil sudah ditangan aku segera kembali ke poli. Dokter mengatakan ada banyak sekali cairan di pleuraku. Saat...

The post Pengalaman pleuritis TB dengan efusi pleura dan asites appeared first on istapuspit.com.

]]>
Pada kesempatan kali ini aku tidak akan membahas seputar skincare atau makanan seperti biasanya. Ijinkan aku untuk bercerita tentang pengalaman pribadiku sebagai penyintas pleuritis TB dengan pengobatan 6 bulan lamanya. Sepertinya ini akan menjadi salah satu postingan blog ku yang panjang sekali. Harap maklum yaa, hehehe.

Pada hari ini tanggal 22 April 2021 tepat sudah setahun yang lalu aku selesai pengobatan OAT pleuritis TB. Dan tanggal 24 April 2020 yang lalu, aku resmi dinyatakan sembuh dari penyakit pleuritis TB. Alhamdulillah!

Aku berharap dengan adanya cerita di blog ini, kalian bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat dan bisa mengubah stigma tentang penyakit TBC, sehingga tidak perlu menjauhi/ mengucilkan penderita serta menganggap penyakit TBC sebagai penyakit aib. Buat yang sedang mengalami penyakit yang sama tetap semangat dalam pengobatan dan jangan putus obat ya! Insha Allah bisa sembuh kok :).

Sebelum aku mulai menceritakan pengalamanku, aku akan sedikit memberi info terkait TBC yang mungkin sekiranya bisa memberi wawasan mendasar untuk kalian. 

TBC (Tuberkulosis)

Penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Kebanyakan dari kita mengetahui kalau penyakit TBC menyerang organ paru-paru, dengan muncul gejala batuk yang berlangsung lama (lebih dari 3 minggu) biasanya disertai dahak dan terkadang mengeluarkan darah. Namun faktanya bakteri TBC bisa menyerang bagian tubuh lainnya seperti kulit, kelenjar getah bening, tulang, usus, selaput rongga perut (peritonium), selaput paru-paru (pleura), otak, atau organ yang lainnya.

Infeksi TBC juga terbagi menjadi TBC aktif dan TBC laten. Dimana TBC aktif dapat menularkan orang lain melalui percikan air liur atau droplet dengan gejala berupa batuk, sedangkan TBC laten/ tb non aktif tanpa gejala apapun sehingga tidak berpotensi menularkan bakterinya kepada orang lain. Dalam kondisi TB laten bakteri sedang dalam keadaan tertidur dan bisa berlangsung sampai bertahun-tahun. Kalau penasaran dengan TB laten bisa baca disini ya waspadai TB laten.

Perlu diketahui juga, TBC yang menyerang paru disebut TB paru sedangkan TBC yang menyerang organ lain atau di luar paru-paru di sebut TB ekstra paru. Untuk lebih lengkapnya bisa baca disini ya TB ekstra paru atau TB di luar paru-paru

Perlu diketahui bahwa saat ini TBC masih termasuk penyakit menular dan mematikan nomer 1 di dunia. Tapi jangan khawatir, TBC bisa di sembuhkan kok karena ada obatnya! Kalo informasi seputar TBC masih kurang lengkap, kalian bisa baca disini ya tuberkulosis.

Oke, sekarang langsung aja ya aku cerita pengalamanku sebagai penyintas pleuritis TB dengan efusi pleura dan asites. Gejala apa saja yang aku alami dan perjalanan proses yang aku tempuh sehingga bisa di tegakkan aku menderita sakit ini serta pengobatan yang kuterima sekaligus nanti aku juga bakalan cerita tipis-tipis pengalamanku menggunakan BPJS dari yang sebelumnya periksa jalur umum/ mandiri. Yuk langsung aja ku mulai ya.

Awal mula terjadinya

Sekitar bulan September tahun 2019, tengah bulan aku mengalami demam yang cukup tinggi. Waktu itu suhu sampai 38-39 derajat celsius. Dan berlangsung sekitar 2 mingguan lebih. Demam muncul saat siang menuju sore hari. Saat pagi sampai siang tampak baik-baik saja. Tidak ada gejala batuk, atau yang lain, hanya demam saja. Saat demam meningkat aku mengkonsumsi obat penurun panas sanmol, lalu turun setelahnya begitu terus ritmenya.

Tidak ada aku kepikiran aku bakalan sakit ini. Soalnya sebelum demam dimulai aku makan baso aci. Aku ingat betul saat itu. Sehabis makan aku malah demam. Aku pikir aku salah makan hehhee. Waktu itu demamku tidak hampir setiap hari ya. Ada jeda 1-2 hari aku sembuh dan baik-baik saja. Tapi kalo di hitung saat aku demam ya sekitar 2 mingguan.

Karena tidak tahan lagi dengan panas tubuh yang naik turun, serta ketakutanku jangan-jangan aku tipes ni, atau jangan-jangan aku demam berdarah ni. Ada keparnoan sendiri karena dulu pernah sempat di rawat inap akibat demam berdarah yang trombositnya waktu itu susah banget buat balik normal. Akhirnya aku memutuskan ke puskesmas.

Tanggal 26 September 2019

Akhirnya aku pagi ini memutuskan pergi ke puskesmas karena sudah frustasi dengan demam yang tak kunjung sembuh. Seperti biasa saat pagi kondisi badanku membaik tidak demam sehingga saat di puskesmas terlihat baik-baik saja. 

Puskesmas

Aku menyampaikan keluhan yang ku alami di puskesmas. Dan dokter hanya menanggapi santai, mewawancara seperti biasa saat berobat ke puskesmas tanpa ada pemeriksaan fisik apa-apa.  Dokter puskesmas kemudian memintaku untuk di cek darah lengkap dan lain-lain di puskesmas tersebut. Kebetulan puskesmas ini puskesmas besar, jadi tersedia laboratoriumnya.

Sehabis selesai pengambilan darah dan menunggu sekitar setengah jam- satu jam aku kembali lagi ke ruangan dokter puskesmas. Disana aku di jelaskan kalau aku baik-baik saja dari hasil pemeriksaan darah, hanya mengalami anemia. Saat aku di tanya apa masih ada obat penurun panas di rumah, aku jawab masih ada. Lalu di sarankan untuk meminum lagi jika kambuh demamnya.

Saat itu aku agak kaget, karena demamku sudah selama 2 minggu tapi kenapa dokter hanya memberi saran seperti itu. Tanpa memintaku untuk segera kembali ke puskesmas atau ke RS terdekat jika demamku tidak sembuh-sembuh untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Setelah itu kemudian aku disuruh balik ke rumah. Aku pulang dengan penuh tanda tanya.

Jujur saat itu aku agak kecewa saat pergi ke puskesmas. Karena aku tidak benar-benar mendapatkan informasi apa yang terjadi dengan diriku ini. Dan aku juga tidak dibawakan obat apa-apa dari puskesmas. Hanya diminta untuk meminum obat penurun panas lagi jika kambuh demamnya.

Dan benar saja, saat waktu menunjukkan pukul 14.00 badanku kembali demam, suhu waktu itu 38 derajat. Karena aku sudah cukup lelah dengan hanya mengandalkan obat penurun panas akhirnya aku memutuskan berobat mandiri ke rumah sakit swasta dekat rumah. 

Rumah sakit 

Di rumah sakit untung saja ada poli sore dokter umum. Aku menceritakan keluhanku kepada dokter, kemudian aku di periksa fisik dan di minta untuk pemeriksaan darah (darah lengkap dan tes widal untuk pemeriksaan tipes). Saat hasil pemeriksaan darah sudah ditangan aku kembali berkonsultasi ke dokter. Dan kata dokter hasil tes widal ku menunjukkan aku terkena tipes. Tidak perlu rawat inap, cukup rawat jalan saja tidak apa-apa.

Aku cukup lega saat mengetahui penyebab aku sakit demam ini kenapa. Kemudian aku pulang dibekali dengan obat antibiotik, dan obat demam yang kurasa cukup paten soalnya pake tempat botol kaca.

Aku akhirnya mulai meminum obat yang diberikan dokter secara rutin. Walau rupanya aku masih sempat naik turun lagi demamnya. Akupun sampai hopeless. Obat demam paten yang di kasih sudah mau habis tapi kok belum sembuh-sembuh. Eh rupanya tepat tersisa 3 tablet aku akhirnya sembuh. Akupun senang dan sudah tidak memikirkan lagi apa yang kemaren kualami.

Tanggal 9 Oktober 2019

Hanya berselang 13 hari dari aku berobat aku mulai merasa ada yang beda dengan perutku. Seperti agak membuncit, tapi badanku tetap sama tidak menggendut. Saat aku timbang badan aku juga mengalami penambahan BB dan aku waktu itu senang-senang saja tanpa memikirkan ada hal yang ganjil. Sebenarnya aku udah merasakan ada yang aneh dengan perutku ini. Apalagi saat aku buang air kecil dalam posisi jongkok. Perutku seperti mengembang macam ibu hamil dan lebih menonjol lagi di bagian kandung kemihnya. Aku tidak berpikir macam-macam, kupikir hanya karena kebanyakan makan hahahaa.

Sampailah saat mamakku melihat ada yang berbeda dengan perutku. Mamakku mengatakan ada yang tidak wajar dengan bentuk perutku. Mamakku takut aku mengalami sakit liver atau hati. Mengingat nenekku dulu ada masalah dengan livernya. Aku bilang tidak ada apa-apa, aku baik-baik saja. Aku berkata seperti itu karena memang tidak ada keluhan apa-apa hanya merasa buncit saja. Namun untuk membuat mamakku merasa lega akhirnya aku memutuskan untuk periksa ke dokter spesialis di rumah sakit dekat rumah yang sebelumnya aku periksa disana.

Tanggal 10 Oktober 2019

Aku kembali berobat mandiri di rumah sakit dekat rumahku. Kali ini aku langsung menembak untuk berobat ke dokter spesialis penyakit dalam. Saat aku bertemu dokter aku mengeluhkan keluhanku terkait perutku yang sedikit membuncit. Tapi saat itu aku lebih menekankan kalau kadung kemihku seperti balon mengambang saat aku jongkok berkemih. Lalu dokter pun melakukan pemeriksaan fisik, kemudian menjadwalkan aku untuk dilakukan pemeriksaan usg vesica urinaria (kandung kemih), dan pemeriksaan darah lagi. Tapi kali ini pemeriksaan darahnya lebih fokus ke fungsi hati dan ginjal.

Tanggal 11 Oktober 2019

Hari ini aku dijadwalkan untuk pengambilan darah dan usg vesica urinaria. Saat itu aku udah ngempet pipis banget dan nggak boleh pipis sampai selesai di usg, sungguh bikin keringet dingin wkwkkwkw.

Akhirnya tiba giliranku untuk di usg oleh dokter radiologi. Aku menceritakan keluhanku dan lagi-lagi aku menekankan kandung kemihku yang seperti balon. Lalu dokter memeriksa dan tidak menemukan hal yang ganjil dengan kandung kemihku. Bahkan bagian kandunganku juga sekalian di usg dan tidak ada masalah. Harus ku akui dokter ini sangat telaten dan tidak puas hanya melihat seperti itu, apalagi aku memiliki keluhan.

Dokter radiologi ini kemudian menggerakkan alat usg menuju samping tubuhku dan terkejut karena bagian samping kananku ada cukup banyak cairan di perut. Akhirnya dokter memeriksa bagian perutku dengan seksama baik liver, prankreas dan organ-organ lain. Bahkan dokter radiologi sampai mengarahkan alat usg nya sampai tepat dibawah diafragmaku bagian kanan. Dan menemukan lebih banyak lagi cairan di pleuraku.

Saat itu aku sedih sekali, aku bingung apa yang terjadi padaku. Aku hampir saja menangis tapi tidak jadi karena di temani adekku wkkkwkw. Basic kesehatan membuatku sedikit parno. Mengingat di tubuhku sekarang ada asites (cairan di perut) dan cairan di pleura (selaput paru-paru).

Dokter radiologi menduga apa mungkin aku ada masalah dengan metabolik atau aku hipoalbumin. Karena untuk semua organ dalam perut semua normal.

Oh ya, semua aku berobat mandiri ya. Dan saat pemeriksaan darah untuk fungsi hati dan ginjal ini harganya cukup menguras kantong. Sekitar 300 ribuan untuk pemeriksaan darahnya dan 115 ribu untuk usgnya belum termasuk biaya dokter. Untuk usg nya tidak jadi usg vesica urinaria, tapi malah jadi usg abdomen.

Tanggal 12 Oktober 2019

Aku kembali ke dokter spesialis penyakit dalam. Dan dokter tersebut pun tekejut juga dengan hasil pemeriksaan usg ku. Kok bisa ada cairan seperti itu, padahal kondisi liver dan hasil pemeriksan darah untuk fungi hati dan ginjal baik dan normal. Akhirnya dokter menyarankan aku untuk ke dokter spesialis kandungan untuk memastikan bahwa kandunganku baik-baik saja dan tidak ada masalah.

Atas saran dari dokter spesialis penyakit dalam akhirnya aku memutuskan untuk periksa ke dokter kadungan. Tapi kali ini aku berencana mencoba menggunakan BPJS. Sekalian mencoba apa bisa BPJS ku digunakan selain hanya berobat ke puskesmas.

Tanggal 14 Oktober 2019

Aku datang ke puskesmas pagi-pagi. Kemudian aku menceritakan apa yang terjadi denganku. Aku bercerita terdapat asites dan cairan pleura, dan di sarakan dokter spesialis dalam untuk periksa ke dokter kandungan.

Akhirnya puskesmas memberikan surat rujukan BPJS. Aku meminta RS yang sama dengan yang kemaren aku periksa. pikirku biar lebih mudah melihat rekam medisnya. Aku di jadwalkan untuk berobat ke dokter spesialis kandungan esok hari.

Tanggal 15 Oktober 2019

Karena ini usg kandungan so pasti aku harus minum banyak dan menahan pipis lagi. Dan lagi-lagi sampai keringet dingin wkwkwkkw.

Saat usg dokter kandungan langsung cekatan dan berkata tidak ada masalah apa-apa dengan kandungan tapi memang ditemukan ada banyak cairan di perut. Jadi alhamdulillah kandunganku baik-baik saja. 

Oh ya karena ini pakai BPJS semua benar-benar tidak bayar, baik dari biaya dokter sampai pemeriksaan usg kandungan. Jadi setelah selesai pemeriksaan aku cuma menumpuk tagihan pemeriksaan di kasir. Dan aku langsung daftar lagi untuk berobat ke dokter spesialis dalam besok hari memakai jalur umum/mandiri.

Tanggal 16 Oktober 2019

Aku datang pagi-pagi sekali untuk berobat. Sambil membawa hasil usg kandungan kemaren dan mengeluh mulai 2 hari yang lalu setiap solat waktu gerakan sujud aku mulai batuk tanpa sebab serta tidur menggunakan 3 bantal. Setelah dokter memeriksa hasil usg kandungan, dokter memutuskan untuk merujukku ke RSUD untuk ke poli parunya untuk melihat apa yang bermasalah ada di parunya. Waktu itu aku di tanya apa ini menggunakan BPJS, aku bilang tidak dan tidak apa-apa untuk menggunakan umum. Akhirnya dokter memberikan surat rujukan untuk ke RSUD dan aku diminta kesana selagi sempat dan masih pagi. Agar bisa segera ditangani.

Hari ini juga aku langsung menuju RSUD. Saat mendaftar aku baru tau kalo tidak ada poli paru disana. Akhirnya lagi-lagi aku di alihkan ke poli penyakit dalam.

Saat bertemu dengan dokternya, sangat koperatif dan cermat. Dokter juga langsung memintaku untuk segera ronsen dada, dan mengatakan saat hasil sudah keluar segera kembali berkonsultasi. Akhirnya setelah hasil sudah ditangan aku segera kembali ke poli. Dokter mengatakan ada banyak sekali cairan di pleuraku. Saat melihat hasil ronsenku aku terkejut. Paru kananku mengecil tidak mengembang. Kira-kira yang nampak 2/3 nya saja. Pantas saja aku mulai merasakan sesak saat tidur tidak di ganjal dengan 3 bantal. Rasa sesaknya juga mulai menyiksa. Seperti ingin di cabut nyawanya wkwkwkw.

Ronsen toraks di RSUD
Tampak efusi pleura unilateral paru kanan

Akhirnya dokter merujukku ke RSUP. Lagi-lagi dokter bertanya apa menggunakan BPJS, aku jawab tidak dan tidak apa-apa jika menggunakan umum.

Sebagai informasi aku bayar mandiri saat berobat di RSUD. Dan aku terkejut dengan biaya dokternya dan pemeriksaannya dong! Murah sekali sampai aku membatin apa benar ini harga jasa untuk dokter spesialis? Waktu itu aku membayar 100 ribu untuk ronsen dada dan 25 ribu untuk biaya dokter spesialisnya. Cukup sedih dan kasian sih melihat tarif dokternya. Mengingat ini dokter spesialis dan pasiennya banyak banget.

Tanggal 17 Oktober 2019

Karena ini di RSUP, pagi-pagi sekali aku sudah berada di rumah sakit. Dan benar saja ramainya bukan main. Di rumah sakit ini terdapat 2 poli untuk paru, ada poli paru infeksi dan non infeksi. Aku mendaftar di poli paru non infeksi. Saat Sudah tiba giliranku aku menceritakan keluh kesahku. Dan dokter langsung cepat tanggap setelah melihat hasil ronsen dadaku yang ku bawa dari RSUD serta hasil pemeriksaan lainnya. Dokter segera melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, dokter juga bertanya kemungkinan-kemungkinan yang menjadi faktor resiko TB.

Dokter langsung menjadwalkan hari itu juga nanti siang sekitar jam 13.00 untuk dilakukan usg paru dan thoracocentesis (pungsi pleura). Pungsi pleura merupakan tindakan invasif dengan memasukkan jarum melalui dinding toraks untuk mengeluarkan cairan dari rongga pleura. Bagi yang penasaran dengan prosedur dan teknik melakukannya bisa baca ini ya thoracocentesis. 

Selain itu dokter juga menjadwalkan aku untuk pengambilan sputum dahak. Dokter juga menjelaskan bahwa nanti cairan pleura yang diambil akan di analisis cairan pleuranya serta akan di lakukan pemeriksaan ADA test (Adenosin Deaminase). ADA test merupakan pemeriksaan untuk melihat ada tidaknya bakteri TBC dalam cairan pleura. Bagi yang penasaran dengan ADA test bisa baca jurnal ini ya ADA Test (Adenosine Deaminase) atau disini untuk seputar ADA test. Karena jurnal dan artikelnya bahasa inggris buat kalian yang kurang bisa berbahasa inggris bisa cek sedikit cuplikan disini ADA test.

Oh ya, lagi-lagi dokter spesialis paru menanyakan apa aku menggunakan BPJS atau tidak. Dokter menanyakan hal ini karena berkaitan dengan biaya pemeriksaan usg paru, biaya tindakan pungsi pleura, alat-alat tindakan pungsi, serta biaya pemeriksaan lab terkait dengan cairan pleura, ADA test dan sputum. Dokter paru bilang harganya lumayan mahal dan aku berkata tidak apa-apa jika harus menggunakan umum/mandiri. Menurutku setidaknya lebih cepat lebih baik cairan ini di eksekusi, agar aku tidak sesak lagi.

Jam 13.00

Tiba saatnya aku untuk dilakukan tindakan usg paru dan pungsi pleura. Saat dilakukan usg paru dokter berkata ini cairannya banyak banget mbak, apa tidak sesak. Aku berkata tidak, hanya saja jika tidur harus menggunakan 3 bantal agar terasa nyaman.

Prosedur pungsi pun di mulai. Aku ingat sekali waktu itu menggunakan jarum abocath (jarum infus) ukuran 16G warna abu-abu. Sebagai informasi ukuran jarum infus semakin kecil nominalnya semakin besar jarumnya. Saat di tusuk terasa sakitnya. Jelas saja jarumnya lumayan besar hehehe. Setelah jarum ditusuk dengan arahan usg paru, jarum di arahkan ketempat cairan berada. Kemudian diambil menggunakan spiut 20 ml sebanyak 2 spiut, dan 1 spuit 10 ml. Setelah itu cairan di alirkan ke urine bag dan didapatkan hasil 800 ml lebih dikit. Sedikit informasi, normalnya cairan pleura hanya 10 ml saja.

Selama proses tindakan dan setelahnya

Dokter paru bertanya apa aku sesak atau tidak selama tindakan. Jika aku mengalami hal tersebut maka prosedur akan di hentikan. Aku tidak mengalami hal itu selama prosedur. Dokter berkata bahwa cairan ini kemungkinan tidak akan diambil semuanya maksimal 1 liter saja. Jadi jika ada sisa dan belum habis ya disisakan saja. Dokter memprediksi kemungkinan ada sekilar 1,2-1,5 liter cairan dalam tubuhku, mengingat cairan juga terdapat pada perutku. 

Untuk asites tidak di lakukan tindakan apa-apa ya. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya resiko infeksi, dikarenakan bagian perut terlalu banyak organ-organ.

Setelah tindakan yang kurasakan terasa sengkrang-sengkrang dan nyeri pada luka tusukan. Oh ya, aku sehabis dilakukan tindakan juga langsung ke laboratorium untuk meminta botol sputum. Disana di jelaskan prosedur pengambilan sputumnya. Aku dapat 2 botol, 1 botol untuk dahak sebelum tidur malam, dan 1 botol lagi untuk dahak setelah bangun tidur. Dikarenakan aku tidak mengalami batuk berdahak jadi dokter memberikan aku obat pengencer dahak untuk membantu aku dalam proses pengumpulan sputum, obat nyeri dan obat demam untuk antisipasi jika aku mengalami demam. Dokter berkata nanti konsul lagi jika semua hasil pemeriksaan sudah keluar.

Biaya

Untuk terkait biaya karena aku bayar mandiri, pemeriksaan hari ini menghabiskan 930 ribuan untuk pemeriksaan lab ADA test, sputum, dan analisis cairan pleura. Alat-alat pungsi seharga 51 ribuan. Untuk tindakan usg paru dan pungsi pleura 320 ribuan. Serta 120 ribuan untuk pemeriksan ke dokter spesialis paru.

Lanjut ke part 2 ya

Dikarenakan ni ceritanya semakin panjang, maka aku putuskan untuk lanjut ke part 2 aja ya. 

The post Pengalaman pleuritis TB dengan efusi pleura dan asites appeared first on istapuspit.com.

]]>
http://istapuspit.com/2021/04/22/pengalaman-pleuritis-tb-dengan-efusi-pleura-dan-asites/feed/ 0
Review: Foreo Luna Mini 2 Favorit Para Selebgram, Influencer dan beauty blogger http://istapuspit.com/2021/03/27/review-foreo-luna-mini-2-favorit-para-selebgram-influencer-dan-beauty-blogger/ http://istapuspit.com/2021/03/27/review-foreo-luna-mini-2-favorit-para-selebgram-influencer-dan-beauty-blogger/#respond Sat, 27 Mar 2021 16:21:54 +0000 http://istapuspit.com/?p=554 Masalah wajah yang paling sering terjadi kalo nggak berminyak ya jerawatan. Terkadang jerawat bisa muncul akibat dari cara kita membersihkan wajah yang kurang maksimal. Ditambah lagi dengan keadaan lingkungan seperti polusi udara, gaya hidup yang tidak teratur menjadi salah satu faktor pencetus terjadinya jerawat. Setiap wanita tentu ingin memiliki wajah yang bebas dari jerawat, mulus serta glowing. Dengan membersihkan wajah secara maksimal tentu saja kita dapat mencegah munculnya jerawat. Membersihkan wajah dengan facial wash dan tangan saja tidaklah cukup. Pemakaian scrub wajah secara rutin juga dapat membantu kamu mengangkat sel-sel mati di wajah sehingga pori-pori wajahmu tidak tertutup. Buat kamu yang mungkin males seperti aku dalam menyempatkan waktu untuk men-scrub wajah,  facial cleansing device yang merupakan skincare tools seperti Foreo Luna Mini 2 ini bisa menjadi solusi yang tepat untuk melakukan deep cleansing sehingga dapat membantu membersihkan wajahmu secara maksimal hingga ke pori-pori. Wajah bisa lebih bersih dan sehat! Kondisi wajah yang bersih dan sehat membuat wajah lebih siap untuk disirami serta menyerap dengan baik skincare–skincare andalan kamu.  Setelah kurang lebih 2 tahun berpikir panjang dan meyakinkan diri terhadap skincare tools ini, akhirnya aku memutuskan untuk membeli Foreo Luna Mini 2. Dan sekarang aku akan me-review facial cleansing device ini setelah 2 tahun pemakaian. Yuk langsung aja disimak review-nya. Foreo Luna Sekedar informasi sebenarnya foreo luna itu banyak macamnya. Ada foreo luna 2 untuk kulit berminyak, bahkan ada foreo luna 2 for men (untuk laki-laki). Kemudian ada Foreo luna Go untuk kulit kombinasi, kulit normal, dan kulit oily / berminyak. Sekarang juga sudah ada foreo luna 3, upgrade skincare tools foreo luna 2 untuk kulit kombinasi, kulit normal dan kulit sensitif. Dan yang terakhir ada jenis foreo luna mini 2 dan udah ada upgrade-nya menjadi foreo luna mini 3. Aku akan membahas foreo luna mini 2 karena kebetulan aku membeli dan menggunakannya 2 tahun belakangan ini. Alasan aku membeli foreo luna mini 2 dikarenakan series facial cleansing device ini dapat digunakan kesemua jenis kulit. Foreo Luna Mini 2 Foreo luna mini 2 pembersih wajah yang menggunakan silikon T- Sonic Revolusioner yang mampu mengangkat kotoran, residu make up dan membersihkan sel-sel kulit mati dan kelebihan minyak sampai ke pori-pori. Terbuat dari 100% silikon medis berkualitas sehingga mencegah pertumbuhan bakteri dan 35x lebih higenis dibandingkan silikon nilon. Silikon ini juga sudah di klaim sebagai silikon ultra lembut pertama di dunia. Packaging   Foreo luna mini 2 dilengkapi dengan tombol pengatur denyutan yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhanmu saat membersihkan wajah. Kamu dapat mengeraskan (tekan tombol +) maupun mengecilkan (tekan tombol -) denyutan untuk mendapatkan sensasi dalam membersihkan wajah. Untuk ukuran foreo luna mini 2 sangat enak dibawa kemana-mana. Buat kamu yang suka traveling, skincare tools ini sangat praktis untuk dibawa kemanapun kamu pergi. Foreo luna mini 2 dilengkapi baterai yang bisa di charger. Jika kamu khawatir terkait baterai foreo luna mini 2, kamu bisa bernafas lega. Baterai foreo luna mini 2 sangat awet. Selama 2 tahun pemakaian aku hanya men-charger 1 kali saja, dan sampai sekarang belum charger lagi. Foreo luna mini 2 tersedia berbagai pilihan warna yang cantik dan menggemas seperti: aquamarine, fuchsia, midnight, pearl pink dan sunflower yellow. Aku membeli foreo luna mini 2 warna fuchsia, dan aku suka banget sama warna ini! Tekstur Foreo luna mini 2 dilengkapi dengan dua sikat berbeda di kedua sisinya. Untuk kamu yang berkulit normal, sensitif dan kombinasi bisa menggunakan sisi sikat yang lembut pada bagian depan. Sedangkan jika kulit kamu cenderung berminyak kamu bisa menggunakan sikat yang lebih besar di bagian belakang foreo luna mini 2. Pada bagian ujung atas sikat lembut terdapat sikat yang besar dan bisa digunakan untuk membersihkan daerah cuping hidung. Sikat ini dapat membantu kamu membersihkan minyak di daerah cuping hidung sampai ke pori-pori sehingga bisa mencegah terjadinya komedo. Cara Pemakaian Cukup basahi wajahmu dengan air dan aplikasikan sabun muka keseluruh area wajah Basahi permukaan foreo luna mini 2 dengan air Nyalakan foreo luna mini 2 (tombol cekung di tengah) dan atur denyutan (tombol + atau tombol -) sesuai dengan keinginanmu Tempelkan foreo luna mini 2 ke wajah dan lakukan gerakan memutar. Tidak usah menggunakan tekanan saat menggunakan alat ini ya, foreo luna mini 2 akan membantumu membersihkan wajah sampai ke pori-pori Nb: Step 1 dan 2 bisa kamu ubah ya. Dengan cara membasahi wajah dengan air, kemudian basahi permukaan foreo luna mini 2 dan beri sedikit sabun muka diatasnya kemudian nyalakan dan atur denyutan sesuai keinginan. Foreo luna mini 2 memberi “tanda” getaran yang berbeda setiap 15 detik untuk menandakan bahwa kamu harus berhenti dan berganti posisi ke area lain di wajah. Saat waktu memasuki 1 menit, alat ini memberikan “tanda” getaran double yang sangat berbeda. Kamu bisa menghentikan alat ini jika hanya ingin menggunakan selama satu menit saja. Tapi jika kamu ingin menggunakannya sampai alat ini mematikan getaran secara otomatis maka kamu harus membersihkan wajah menggunakan alat ini selama 3 menit. Setelah kamu selesai membersihkan wajah menggunakan alat ini, bilas wajahmu dan juga bersihkan foreo luna mini 2. Dan jangan lupa untuk di keringkan ya! Kamu nggak perlu khawatir alat ini ada bakterinya. Silikon medis berkualitas dapat mencegah terjadinya pertumbuhan bakteri pada alat ini. Alat ini juga didesain khusus anti air dan tidak berpori. Jadi aman ya gais! Harga Foreo Luna Mini 2 Harga untuk foreo luna mini 2 saat aku membelinya 2 tahun lalu dibandrol Rp 2.370.000. Saat aku cek website sephora, foreo luna mini 2 masih di bandrol dengan harga yang sama. Skincare tools ini memang terbilang tidak murah. Dengan harga segitu tentu saja bisa buat beli hape. Tapi dengan garansi 2 tahun dan jaminan produk bisa dipakai sampai 10 tahun, ini termasuk skincare tools yang worth it. Untuk mencegah membeli barang imitasi atau KW dari produk foreo luna mini 2, aku sarankan kamu untuk membeli langsung di website resmi sephora. Sephora merupakan website resmi penjualan foreo luna mini 2 . Disana juga tersedia foreo luna yang lain dan produk-produk skincare serta make up yang lain. Jika kamu berminat bisa klik di sini untuk membelinya ya! Kesimpulanku Dengan menambah skincare tools ini dalam rutinitas membersihkan wajahmu, menjadi lebih praktis dan lebih bersih. Membantu mengangkat sel-sel kulit mati, membersihkan kulit sampai ke pori-pori sehingga dapat mencegah timbulnya komedo dan jerawat. Aku sendiri menggunakan foreo luna mini 2 ini seminggu 2 kali saja. Karena kulitku super sensitif aku tidak berani untuk memakainya setiap hari. Tentunya dikarenakan foreo luna mini 2 ini membersihkan wajah secara deep cleansing, dan aku tidak memakai make up tebal pada keseharianku. Tapi aku sarankan buat kamu yang suka memakai foundation/ concealer setiap hari, untuk menggunakan produk ini saat mencuci wajah. Produk ini membantu banget untuk mengangkat sisa-sisa make up mu yang tidak terangkat oleh micellar water, cleansing oil atau cleansing balm. Kesan aku setelah mencuci wajah menggunakan foreo luna mini 2, wajah terasa lebih bersih, halus dan mulus. Berasa banget semua kotoran terasa terangkat. Kalau rutin menggunakan alat ini juga membantu banget mengurangi komedo di wajah loh. Aku merekomendasikan alat ini sebagai salah satu facial cleansing device yang wajib kamu miliki. Nilai plus untuk produk ini, kamu tidak perlu gonta- ganti brush seperti skincare tools (facial cleansing device) yang lain. Dengan membeli produk ini, kamu tidak perlu pusing memikirkan brush-nya. Praktis langsung bisa digunakan tanpa harus mengganti brush per 3 bulan. Jatuhnya lebih hemat bukan? Walau harga foreo luna mini 2 ini lumayan up, tapi menurutku ini termasuk skincare tools yang recommended untuk investasi jangka panjang kulit wajahmu. Agar kulit wajahmu menjadi lebih bersih dan juga sehat. Sekian review dari aku. Semoga informasi ini bermanfaat buat kamu yang sedang mencari skincare tools (facial cleansing device) atau mungkin kamu yang masih galau terkait produk ini. Semoga kalian yang membaca review ini bisa mendapatkan pencerahan ya. Sampai jumpa di postingan selanjutnya! 🙂

The post Review: Foreo Luna Mini 2 Favorit Para Selebgram, Influencer dan beauty blogger appeared first on istapuspit.com.

]]>
Via instagram

Masalah wajah yang paling sering terjadi kalo nggak berminyak ya jerawatan. Terkadang jerawat bisa muncul akibat dari cara kita membersihkan wajah yang kurang maksimal. Ditambah lagi dengan keadaan lingkungan seperti polusi udara, gaya hidup yang tidak teratur menjadi salah satu faktor pencetus terjadinya jerawat.

Setiap wanita tentu ingin memiliki wajah yang bebas dari jerawat, mulus serta glowing. Dengan membersihkan wajah secara maksimal tentu saja kita dapat mencegah munculnya jerawat. Membersihkan wajah dengan facial wash dan tangan saja tidaklah cukup. Pemakaian scrub wajah secara rutin juga dapat membantu kamu mengangkat sel-sel mati di wajah sehingga pori-pori wajahmu tidak tertutup.

Buat kamu yang mungkin males seperti aku dalam menyempatkan waktu untuk men-scrub wajah,  facial cleansing device yang merupakan skincare tools seperti Foreo Luna Mini 2 ini bisa menjadi solusi yang tepat untuk melakukan deep cleansing sehingga dapat membantu membersihkan wajahmu secara maksimal hingga ke pori-pori. Wajah bisa lebih bersih dan sehat! Kondisi wajah yang bersih dan sehat membuat wajah lebih siap untuk disirami serta menyerap dengan baik skincareskincare andalan kamu. 

Setelah kurang lebih 2 tahun berpikir panjang dan meyakinkan diri terhadap skincare tools ini, akhirnya aku memutuskan untuk membeli Foreo Luna Mini 2. Dan sekarang aku akan me-review facial cleansing device ini setelah 2 tahun pemakaian. Yuk langsung aja disimak review-nya.

Foreo Luna

Sekedar informasi sebenarnya foreo luna itu banyak macamnya. Ada foreo luna 2 untuk kulit berminyak, bahkan ada foreo luna 2 for men (untuk laki-laki). Kemudian ada Foreo luna Go untuk kulit kombinasi, kulit normal, dan kulit oily / berminyak. Sekarang juga sudah ada foreo luna 3, upgrade skincare tools foreo luna 2 untuk kulit kombinasi, kulit normal dan kulit sensitif. Dan yang terakhir ada jenis foreo luna mini 2 dan udah ada upgrade-nya menjadi foreo luna mini 3.

Foreo luna 2, foreo luna Go, foreo luna 3
Foreo luna mini 2, foreo luna mini 3

Aku akan membahas foreo luna mini 2 karena kebetulan aku membeli dan menggunakannya 2 tahun belakangan ini. Alasan aku membeli foreo luna mini 2 dikarenakan series facial cleansing device ini dapat digunakan kesemua jenis kulit.

Foreo Luna Mini 2

Foreo luna mini 2 pembersih wajah yang menggunakan silikon T- Sonic Revolusioner yang mampu mengangkat kotoran, residu make up dan membersihkan sel-sel kulit mati dan kelebihan minyak sampai ke pori-pori. Terbuat dari 100% silikon medis berkualitas sehingga mencegah pertumbuhan bakteri dan 35x lebih higenis dibandingkan silikon nilon. Silikon ini juga sudah di klaim sebagai silikon ultra lembut pertama di dunia.

Packaging

 

Foreo luna mini 2 dilengkapi dengan tombol pengatur denyutan yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhanmu saat membersihkan wajah. Kamu dapat mengeraskan (tekan tombol +) maupun mengecilkan (tekan tombol -) denyutan untuk mendapatkan sensasi dalam membersihkan wajah.

Untuk ukuran foreo luna mini 2 sangat enak dibawa kemana-mana. Buat kamu yang suka traveling, skincare tools ini sangat praktis untuk dibawa kemanapun kamu pergi.

Foreo luna mini 2 dilengkapi baterai yang bisa di charger. Jika kamu khawatir terkait baterai foreo luna mini 2, kamu bisa bernafas lega. Baterai foreo luna mini 2 sangat awet. Selama 2 tahun pemakaian aku hanya men-charger 1 kali saja, dan sampai sekarang belum charger lagi.

Foreo luna mini 2 tersedia berbagai pilihan warna yang cantik dan menggemas seperti: aquamarine, fuchsia, midnight, pearl pink dan sunflower yellow. Aku membeli foreo luna mini 2 warna fuchsia, dan aku suka banget sama warna ini!

Tekstur

Foreo luna mini 2 dilengkapi dengan dua sikat berbeda di kedua sisinya. Untuk kamu yang berkulit normal, sensitif dan kombinasi bisa menggunakan sisi sikat yang lembut pada bagian depan. Sedangkan jika kulit kamu cenderung berminyak kamu bisa menggunakan sikat yang lebih besar di bagian belakang foreo luna mini 2.

Sisi depan foreo luna mini 2 fuchsia
Sisi belakang Via intagram/do_ob93

Pada bagian ujung atas sikat lembut terdapat sikat yang besar dan bisa digunakan untuk membersihkan daerah cuping hidung. Sikat ini dapat membantu kamu membersihkan minyak di daerah cuping hidung sampai ke pori-pori sehingga bisa mencegah terjadinya komedo.

Cara Pemakaian

  1. Cukup basahi wajahmu dengan air dan aplikasikan sabun muka keseluruh area wajah
  2. Basahi permukaan foreo luna mini 2 dengan air
  3. Nyalakan foreo luna mini 2 (tombol cekung di tengah) dan atur denyutan (tombol + atau tombol -) sesuai dengan keinginanmu
  4. Tempelkan foreo luna mini 2 ke wajah dan lakukan gerakan memutar. Tidak usah menggunakan tekanan saat menggunakan alat ini ya, foreo luna mini 2 akan membantumu membersihkan wajah sampai ke pori-pori

Nb: Step 1 dan 2 bisa kamu ubah ya. Dengan cara membasahi wajah dengan air, kemudian basahi permukaan foreo luna mini 2 dan beri sedikit sabun muka diatasnya kemudian nyalakan dan atur denyutan sesuai keinginan.

Foreo luna mini 2 memberi “tanda” getaran yang berbeda setiap 15 detik untuk menandakan bahwa kamu harus berhenti dan berganti posisi ke area lain di wajah. Saat waktu memasuki 1 menit, alat ini memberikan “tanda” getaran double yang sangat berbeda. Kamu bisa menghentikan alat ini jika hanya ingin menggunakan selama satu menit saja. Tapi jika kamu ingin menggunakannya sampai alat ini mematikan getaran secara otomatis maka kamu harus membersihkan wajah menggunakan alat ini selama 3 menit.

Setelah kamu selesai membersihkan wajah menggunakan alat ini, bilas wajahmu dan juga bersihkan foreo luna mini 2. Dan jangan lupa untuk di keringkan ya! Kamu nggak perlu khawatir alat ini ada bakterinya. Silikon medis berkualitas dapat mencegah terjadinya pertumbuhan bakteri pada alat ini. Alat ini juga didesain khusus anti air dan tidak berpori. Jadi aman ya gais!

Harga Foreo Luna Mini 2

Harga untuk foreo luna mini 2 saat aku membelinya 2 tahun lalu dibandrol Rp 2.370.000. Saat aku cek website sephora, foreo luna mini 2 masih di bandrol dengan harga yang sama. Skincare tools ini memang terbilang tidak murah. Dengan harga segitu tentu saja bisa buat beli hape. Tapi dengan garansi 2 tahun dan jaminan produk bisa dipakai sampai 10 tahun, ini termasuk skincare tools yang worth it.

Untuk mencegah membeli barang imitasi atau KW dari produk foreo luna mini 2, aku sarankan kamu untuk membeli langsung di website resmi sephora. Sephora merupakan website resmi penjualan foreo luna mini 2 . Disana juga tersedia foreo luna yang lain dan produk-produk skincare serta make up yang lain. Jika kamu berminat bisa klik di sini untuk membelinya ya!

Kesimpulanku

Dengan menambah skincare tools ini dalam rutinitas membersihkan wajahmu, menjadi lebih praktis dan lebih bersih. Membantu mengangkat sel-sel kulit mati, membersihkan kulit sampai ke pori-pori sehingga dapat mencegah timbulnya komedo dan jerawat.

Aku sendiri menggunakan foreo luna mini 2 ini seminggu 2 kali saja. Karena kulitku super sensitif aku tidak berani untuk memakainya setiap hari. Tentunya dikarenakan foreo luna mini 2 ini membersihkan wajah secara deep cleansing, dan aku tidak memakai make up tebal pada keseharianku. Tapi aku sarankan buat kamu yang suka memakai foundation/ concealer setiap hari, untuk menggunakan produk ini saat mencuci wajah. Produk ini membantu banget untuk mengangkat sisa-sisa make up mu yang tidak terangkat oleh micellar water, cleansing oil atau cleansing balm.

Kesan aku setelah mencuci wajah menggunakan foreo luna mini 2, wajah terasa lebih bersih, halus dan mulus. Berasa banget semua kotoran terasa terangkat. Kalau rutin menggunakan alat ini juga membantu banget mengurangi komedo di wajah loh. Aku merekomendasikan alat ini sebagai salah satu facial cleansing device yang wajib kamu miliki.

Nilai plus untuk produk ini, kamu tidak perlu gonta- ganti brush seperti skincare tools (facial cleansing device) yang lain. Dengan membeli produk ini, kamu tidak perlu pusing memikirkan brush-nya. Praktis langsung bisa digunakan tanpa harus mengganti brush per 3 bulan. Jatuhnya lebih hemat bukan?

Walau harga foreo luna mini 2 ini lumayan up, tapi menurutku ini termasuk skincare tools yang recommended untuk investasi jangka panjang kulit wajahmu. Agar kulit wajahmu menjadi lebih bersih dan juga sehat.

Sekian review dari aku. Semoga informasi ini bermanfaat buat kamu yang sedang mencari skincare tools (facial cleansing device) atau mungkin kamu yang masih galau terkait produk ini. Semoga kalian yang membaca review ini bisa mendapatkan pencerahan ya. Sampai jumpa di postingan selanjutnya! 🙂

The post Review: Foreo Luna Mini 2 Favorit Para Selebgram, Influencer dan beauty blogger appeared first on istapuspit.com.

]]>
http://istapuspit.com/2021/03/27/review-foreo-luna-mini-2-favorit-para-selebgram-influencer-dan-beauty-blogger/feed/ 0