<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>health Archives - istapuspit.com</title>
	<atom:link href="http://istapuspit.com/tag/health/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://istapuspit.com/tag/health/</link>
	<description>more talk, activity, lifestyle, traveling, kulinery</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Aug 2022 16:42:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.3</generator>
	<item>
		<title>Pengalaman pleuritis TB dengan efusi pleura dan asites</title>
		<link>http://istapuspit.com/2021/04/22/pengalaman-pleuritis-tb-dengan-efusi-pleura-dan-asites/</link>
					<comments>http://istapuspit.com/2021/04/22/pengalaman-pleuritis-tb-dengan-efusi-pleura-dan-asites/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[istapuspit]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2021 02:51:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>
		<category><![CDATA[asites]]></category>
		<category><![CDATA[Efusi pleura]]></category>
		<category><![CDATA[health]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Pleuritis TB]]></category>
		<category><![CDATA[TBC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://istapuspit.com/?p=581</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada kesempatan kali ini aku tidak akan membahas seputar skincare atau makanan seperti biasanya. Ijinkan aku untuk bercerita tentang pengalaman pribadiku sebagai penyintas pleuritis TB dengan pengobatan 6 bulan lamanya. Sepertinya ini akan menjadi salah satu postingan blog ku yang panjang sekali. Harap maklum yaa, hehehe. Pada hari ini tanggal 22 April 2021 tepat sudah setahun yang lalu aku selesai pengobatan OAT pleuritis TB. Dan tanggal 24 April 2020 yang lalu, aku resmi dinyatakan sembuh dari penyakit pleuritis TB. Alhamdulillah! Aku berharap dengan adanya cerita di blog ini, kalian bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat dan bisa mengubah stigma tentang penyakit TBC, sehingga tidak perlu menjauhi/ mengucilkan penderita serta menganggap penyakit TBC sebagai penyakit aib. Buat yang sedang mengalami penyakit yang sama tetap semangat dalam pengobatan dan jangan putus obat ya! Insha Allah bisa sembuh kok :). Sebelum aku mulai menceritakan pengalamanku, aku akan sedikit memberi info terkait TBC yang mungkin sekiranya bisa memberi wawasan mendasar untuk kalian.  TBC (Tuberkulosis) Penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Kebanyakan dari kita mengetahui kalau penyakit TBC menyerang organ paru-paru, dengan muncul gejala batuk yang berlangsung lama (lebih dari 3 minggu) biasanya disertai dahak dan terkadang mengeluarkan darah. Namun faktanya bakteri TBC bisa menyerang bagian tubuh lainnya seperti kulit, kelenjar getah bening, tulang, usus, selaput rongga perut (peritonium), selaput paru-paru (pleura), otak, atau organ yang lainnya. Infeksi TBC juga terbagi menjadi TBC aktif dan TBC laten. Dimana TBC aktif dapat menularkan orang lain melalui percikan air liur atau droplet dengan gejala berupa batuk, sedangkan TBC laten/ tb non aktif tanpa gejala apapun sehingga tidak berpotensi menularkan bakterinya kepada orang lain. Dalam kondisi TB laten bakteri sedang dalam keadaan tertidur dan bisa berlangsung sampai bertahun-tahun. Kalau penasaran dengan TB laten bisa baca disini ya waspadai TB laten. Perlu diketahui juga, TBC yang menyerang paru disebut TB paru sedangkan TBC yang menyerang organ lain atau di luar paru-paru di sebut TB ekstra paru. Untuk lebih lengkapnya bisa baca disini ya TB ekstra paru atau TB di luar paru-paru Perlu diketahui bahwa saat ini TBC masih termasuk penyakit menular dan mematikan nomer 1 di dunia. Tapi jangan khawatir, TBC bisa di sembuhkan kok karena ada obatnya! Kalo informasi seputar TBC masih kurang lengkap, kalian bisa baca disini ya tuberkulosis. Oke, sekarang langsung aja ya aku cerita pengalamanku sebagai penyintas pleuritis TB dengan efusi pleura dan asites. Gejala apa saja yang aku alami dan perjalanan proses yang aku tempuh sehingga bisa di tegakkan aku menderita sakit ini serta pengobatan yang kuterima sekaligus nanti aku juga bakalan cerita tipis-tipis pengalamanku menggunakan BPJS dari yang sebelumnya periksa jalur umum/ mandiri. Yuk langsung aja ku mulai ya. Awal mula terjadinya Sekitar bulan September tahun 2019, tengah bulan aku mengalami demam yang cukup tinggi. Waktu itu suhu sampai 38-39 derajat celsius. Dan berlangsung sekitar 2 mingguan lebih. Demam muncul saat siang menuju sore hari. Saat pagi sampai siang tampak baik-baik saja. Tidak ada gejala batuk, atau yang lain, hanya demam saja. Saat demam meningkat aku mengkonsumsi obat penurun panas sanmol, lalu turun setelahnya begitu terus ritmenya. Tidak ada aku kepikiran aku bakalan sakit ini. Soalnya sebelum demam dimulai aku makan baso aci. Aku ingat betul saat itu. Sehabis makan aku malah demam. Aku pikir aku salah makan hehhee. Waktu itu demamku tidak hampir setiap hari ya. Ada jeda 1-2 hari aku sembuh dan baik-baik saja. Tapi kalo di hitung saat aku demam ya sekitar 2 mingguan. Karena tidak tahan lagi dengan panas tubuh yang naik turun, serta ketakutanku jangan-jangan aku tipes ni, atau jangan-jangan aku demam berdarah ni. Ada keparnoan sendiri karena dulu pernah sempat di rawat inap akibat demam berdarah yang trombositnya waktu itu susah banget buat balik normal. Akhirnya aku memutuskan ke puskesmas. Tanggal 26 September 2019 Akhirnya aku pagi ini memutuskan pergi ke puskesmas karena sudah frustasi dengan demam yang tak kunjung sembuh. Seperti biasa saat pagi kondisi badanku membaik tidak demam sehingga saat di puskesmas terlihat baik-baik saja.  Puskesmas Aku menyampaikan keluhan yang ku alami di puskesmas. Dan dokter hanya menanggapi santai, mewawancara seperti biasa saat berobat ke puskesmas tanpa ada pemeriksaan fisik apa-apa.  Dokter puskesmas kemudian memintaku untuk di cek darah lengkap dan lain-lain di puskesmas tersebut. Kebetulan puskesmas ini puskesmas besar, jadi tersedia laboratoriumnya. Sehabis selesai pengambilan darah dan menunggu sekitar setengah jam- satu jam aku kembali lagi ke ruangan dokter puskesmas. Disana aku di jelaskan kalau aku baik-baik saja dari hasil pemeriksaan darah, hanya mengalami anemia. Saat aku di tanya apa masih ada obat penurun panas di rumah, aku jawab masih ada. Lalu di sarankan untuk meminum lagi jika kambuh demamnya. Saat itu aku agak kaget, karena demamku sudah selama 2 minggu tapi kenapa dokter hanya memberi saran seperti itu. Tanpa memintaku untuk segera kembali ke puskesmas atau ke RS terdekat jika demamku tidak sembuh-sembuh untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Setelah itu kemudian aku disuruh balik ke rumah. Aku pulang dengan penuh tanda tanya. Jujur saat itu aku agak kecewa saat pergi ke puskesmas. Karena aku tidak benar-benar mendapatkan informasi apa yang terjadi dengan diriku ini. Dan aku juga tidak dibawakan obat apa-apa dari puskesmas. Hanya diminta untuk meminum obat penurun panas lagi jika kambuh demamnya. Dan benar saja, saat waktu menunjukkan pukul 14.00 badanku kembali demam, suhu waktu itu 38 derajat. Karena aku sudah cukup lelah dengan hanya mengandalkan obat penurun panas akhirnya aku memutuskan berobat mandiri ke rumah sakit swasta dekat rumah.  Rumah sakit  Di rumah sakit untung saja ada poli sore dokter umum. Aku menceritakan keluhanku kepada dokter, kemudian aku di periksa fisik dan di minta untuk pemeriksaan darah (darah lengkap dan tes widal untuk pemeriksaan tipes). Saat hasil pemeriksaan darah sudah ditangan aku kembali berkonsultasi ke dokter. Dan kata dokter hasil tes widal ku menunjukkan aku terkena tipes. Tidak perlu rawat inap, cukup rawat jalan saja tidak apa-apa. Aku cukup lega saat mengetahui penyebab aku sakit demam ini kenapa. Kemudian aku pulang dibekali dengan obat antibiotik, dan obat demam yang kurasa cukup paten soalnya pake tempat botol kaca. Aku akhirnya mulai meminum obat yang diberikan dokter secara rutin. Walau rupanya aku masih sempat naik turun lagi demamnya. Akupun sampai hopeless. Obat demam paten yang di kasih sudah mau habis tapi kok belum sembuh-sembuh. Eh rupanya tepat tersisa 3 tablet aku akhirnya sembuh. Akupun senang dan sudah tidak memikirkan lagi apa yang kemaren kualami. Tanggal 9 Oktober 2019 Hanya berselang 13 hari dari aku berobat aku mulai merasa ada yang beda dengan perutku. Seperti agak membuncit, tapi badanku tetap sama tidak menggendut. Saat aku timbang badan aku juga mengalami penambahan BB dan aku waktu itu senang-senang saja tanpa memikirkan ada hal yang ganjil. Sebenarnya aku udah merasakan ada yang aneh dengan perutku ini. Apalagi saat aku buang air kecil dalam posisi jongkok. Perutku seperti mengembang macam ibu hamil dan lebih menonjol lagi di bagian kandung kemihnya. Aku tidak berpikir macam-macam, kupikir hanya karena kebanyakan makan hahahaa. Sampailah saat mamakku melihat ada yang berbeda dengan perutku. Mamakku mengatakan ada yang tidak wajar dengan bentuk perutku. Mamakku takut aku mengalami sakit liver atau hati. Mengingat nenekku dulu ada masalah dengan livernya. Aku bilang tidak ada apa-apa, aku baik-baik saja. Aku berkata seperti itu karena memang tidak ada keluhan apa-apa hanya merasa buncit saja. Namun untuk membuat mamakku merasa lega akhirnya aku memutuskan untuk periksa ke dokter spesialis di rumah sakit dekat rumah yang sebelumnya aku periksa disana. Tanggal 10 Oktober 2019 Aku kembali berobat mandiri di rumah sakit dekat rumahku. Kali ini aku langsung menembak untuk berobat ke dokter spesialis penyakit dalam. Saat aku bertemu dokter aku mengeluhkan keluhanku terkait perutku yang sedikit membuncit. Tapi saat itu aku lebih menekankan kalau kadung kemihku seperti balon mengambang saat aku jongkok berkemih. Lalu dokter pun melakukan pemeriksaan fisik, kemudian menjadwalkan aku untuk dilakukan pemeriksaan usg vesica urinaria (kandung kemih), dan pemeriksaan darah lagi. Tapi kali ini pemeriksaan darahnya lebih fokus ke fungsi hati dan ginjal. Tanggal 11 Oktober 2019 Hari ini aku dijadwalkan untuk pengambilan darah dan usg vesica urinaria. Saat itu aku udah ngempet pipis banget dan nggak boleh pipis sampai selesai di usg, sungguh bikin keringet dingin wkwkkwkw. Akhirnya tiba giliranku untuk di usg oleh dokter radiologi. Aku menceritakan keluhanku dan lagi-lagi aku menekankan kandung kemihku yang seperti balon. Lalu dokter memeriksa dan tidak menemukan hal yang ganjil dengan kandung kemihku. Bahkan bagian kandunganku juga sekalian di usg dan tidak ada masalah. Harus ku akui dokter ini sangat telaten dan tidak puas hanya melihat seperti itu, apalagi aku memiliki keluhan. Dokter radiologi ini kemudian menggerakkan alat usg menuju samping tubuhku dan terkejut karena bagian samping kananku ada cukup banyak cairan di perut. Akhirnya dokter memeriksa bagian perutku dengan seksama baik liver, prankreas dan organ-organ lain. Bahkan dokter radiologi sampai mengarahkan alat usg nya sampai tepat dibawah diafragmaku bagian kanan. Dan menemukan lebih banyak lagi cairan di pleuraku. Saat itu aku sedih sekali, aku bingung apa yang terjadi padaku. Aku hampir saja menangis tapi tidak jadi karena di temani adekku wkkkwkw. Basic kesehatan membuatku sedikit parno. Mengingat di tubuhku sekarang ada asites (cairan di perut) dan cairan di pleura (selaput paru-paru). Dokter radiologi menduga apa mungkin aku ada masalah dengan metabolik atau aku hipoalbumin. Karena untuk semua organ dalam perut semua normal. Oh ya, semua aku berobat mandiri ya. Dan saat pemeriksaan darah untuk fungsi hati dan ginjal ini harganya cukup menguras kantong. Sekitar 300 ribuan untuk pemeriksaan darahnya dan 115 ribu untuk usgnya belum termasuk biaya dokter. Untuk usg nya tidak jadi usg vesica urinaria, tapi malah jadi usg abdomen. Tanggal 12 Oktober 2019 Aku kembali ke dokter spesialis penyakit dalam. Dan dokter tersebut pun tekejut juga dengan hasil pemeriksaan usg ku. Kok bisa ada cairan seperti itu, padahal kondisi liver dan hasil pemeriksan darah untuk fungi hati dan ginjal baik dan normal. Akhirnya dokter menyarankan aku untuk ke dokter spesialis kandungan untuk memastikan bahwa kandunganku baik-baik saja dan tidak ada masalah. Atas saran dari dokter spesialis penyakit dalam akhirnya aku memutuskan untuk periksa ke dokter kadungan. Tapi kali ini aku berencana mencoba menggunakan BPJS. Sekalian mencoba apa bisa BPJS ku digunakan selain hanya berobat ke puskesmas. Tanggal 14 Oktober 2019 Aku datang ke puskesmas pagi-pagi. Kemudian aku menceritakan apa yang terjadi denganku. Aku bercerita terdapat asites dan cairan pleura, dan di sarakan dokter spesialis dalam untuk periksa ke dokter kandungan. Akhirnya puskesmas memberikan surat rujukan BPJS. Aku meminta RS yang sama dengan yang kemaren aku periksa. pikirku biar lebih mudah melihat rekam medisnya. Aku di jadwalkan untuk berobat ke dokter spesialis kandungan esok hari. Tanggal 15 Oktober 2019 Karena ini usg kandungan so pasti aku harus minum banyak dan menahan pipis lagi. Dan lagi-lagi sampai keringet dingin wkwkwkkw. Saat usg dokter kandungan langsung cekatan dan berkata tidak ada masalah apa-apa dengan kandungan tapi memang ditemukan ada banyak cairan di perut. Jadi alhamdulillah kandunganku baik-baik saja.  Oh ya karena ini pakai BPJS semua benar-benar tidak bayar, baik dari biaya dokter sampai pemeriksaan usg kandungan. Jadi setelah selesai pemeriksaan aku cuma menumpuk tagihan pemeriksaan di kasir. Dan aku langsung daftar lagi untuk berobat ke dokter spesialis dalam besok hari memakai jalur umum/mandiri. Tanggal 16 Oktober 2019 Aku datang pagi-pagi sekali untuk berobat. Sambil membawa hasil usg kandungan kemaren dan mengeluh mulai 2 hari yang lalu setiap solat waktu gerakan sujud aku mulai batuk tanpa sebab serta tidur menggunakan 3 bantal. Setelah dokter memeriksa hasil usg kandungan, dokter memutuskan untuk merujukku ke RSUD untuk ke poli parunya untuk melihat apa yang bermasalah ada di parunya. Waktu itu aku di tanya apa ini menggunakan BPJS, aku bilang tidak dan tidak apa-apa untuk menggunakan umum. Akhirnya dokter memberikan surat rujukan untuk ke RSUD dan aku diminta kesana selagi sempat dan masih pagi. Agar bisa segera ditangani. Hari ini juga aku langsung menuju RSUD. Saat mendaftar aku baru tau kalo tidak ada poli paru disana. Akhirnya lagi-lagi aku di alihkan ke poli penyakit dalam. Saat bertemu dengan dokternya, sangat koperatif dan cermat. Dokter juga langsung memintaku untuk segera ronsen dada, dan mengatakan saat hasil sudah keluar segera kembali berkonsultasi. Akhirnya setelah hasil sudah ditangan aku segera kembali ke poli. Dokter mengatakan ada banyak sekali cairan di pleuraku. Saat...</p>
<p>The post <a href="http://istapuspit.com/2021/04/22/pengalaman-pleuritis-tb-dengan-efusi-pleura-dan-asites/">Pengalaman pleuritis TB dengan efusi pleura dan asites</a> appeared first on <a href="https://istapuspit.com">istapuspit.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada kesempatan kali ini aku tidak akan membahas seputar skincare atau makanan seperti biasanya. Ijinkan aku untuk bercerita tentang pengalaman pribadiku sebagai penyintas pleuritis TB dengan pengobatan 6 bulan lamanya. Sepertinya ini akan menjadi salah satu postingan blog ku yang panjang sekali. Harap maklum yaa, hehehe.</p>
<p>Pada hari ini tanggal 22 April 2021 tepat sudah setahun yang lalu aku selesai pengobatan OAT pleuritis TB. Dan tanggal 24 April 2020 yang lalu, aku resmi dinyatakan sembuh dari penyakit pleuritis TB. Alhamdulillah!</p>
<p>Aku berharap dengan adanya cerita di blog ini, kalian bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat dan bisa mengubah stigma tentang penyakit TBC, sehingga tidak perlu menjauhi/ mengucilkan penderita serta menganggap penyakit TBC sebagai penyakit aib. Buat yang sedang mengalami penyakit yang sama tetap semangat dalam pengobatan dan jangan putus obat ya! Insha Allah bisa sembuh kok :).</p>
<p>Sebelum aku mulai menceritakan pengalamanku, aku akan sedikit memberi info terkait TBC yang mungkin sekiranya bisa memberi wawasan mendasar untuk kalian. </p>
<h2>TBC (Tuberkulosis)</h2>
<p>Penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri <em>mycobacterium tuberculosis</em>. Kebanyakan dari kita mengetahui kalau penyakit TBC menyerang organ paru-paru, dengan muncul gejala batuk yang berlangsung lama (lebih dari 3 minggu) biasanya disertai dahak dan terkadang mengeluarkan darah. Namun faktanya bakteri TBC bisa menyerang bagian tubuh lainnya seperti kulit, kelenjar getah bening, tulang, usus, selaput rongga perut (peritonium), selaput paru-paru (pleura), otak, atau organ yang lainnya.</p>
<p>Infeksi TBC juga terbagi menjadi TBC aktif dan TBC laten. Dimana TBC aktif dapat menularkan orang lain melalui percikan air liur atau droplet dengan gejala berupa batuk, sedangkan TBC laten/ tb non aktif tanpa gejala apapun sehingga tidak berpotensi menularkan bakterinya kepada orang lain. Dalam kondisi TB laten bakteri sedang dalam keadaan tertidur dan bisa berlangsung sampai bertahun-tahun. Kalau penasaran dengan TB laten bisa baca disini ya <a href="https://hellosehat.com/pernapasan/tbc/tb-laten/">waspadai TB laten.</a></p>
<p>Perlu diketahui juga, TBC yang menyerang paru disebut TB paru sedangkan TBC yang menyerang organ lain atau di luar paru-paru di sebut TB ekstra paru. Untuk lebih lengkapnya bisa baca disini ya <a href="https://hellosehat.com/pernapasan/tbc/tb-ekstra-paru/">TB ekstra paru</a> atau <a href="https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-1324661/liarnya-tbc-di-luar-paru-paru">TB di luar paru-paru</a></p>
<p>Perlu diketahui bahwa saat ini TBC masih termasuk penyakit menular dan mematikan nomer 1 di dunia. Tapi jangan khawatir, TBC bisa di sembuhkan kok karena ada obatnya! Kalo informasi seputar TBC masih kurang lengkap, kalian bisa baca disini ya <a href="https://www.alodokter.com/tuberkulosis">tuberkulosis.</a></p>
<p>Oke, sekarang langsung aja ya aku cerita pengalamanku sebagai penyintas pleuritis TB dengan efusi pleura dan asites. Gejala apa saja yang aku alami dan perjalanan proses yang aku tempuh sehingga bisa di tegakkan aku menderita sakit ini serta pengobatan yang kuterima sekaligus nanti aku juga bakalan cerita tipis-tipis pengalamanku menggunakan BPJS dari yang sebelumnya periksa jalur umum/ mandiri. Yuk langsung aja ku mulai ya.</p>
<h2>Awal mula terjadinya</h2>
<p>Sekitar bulan September tahun 2019, tengah bulan aku mengalami demam yang cukup tinggi. Waktu itu suhu sampai 38-39 derajat celsius. Dan berlangsung sekitar 2 mingguan lebih. Demam muncul saat siang menuju sore hari. Saat pagi sampai siang tampak baik-baik saja. Tidak ada gejala batuk, atau yang lain, hanya demam saja. Saat demam meningkat aku mengkonsumsi obat penurun panas sanmol, lalu turun setelahnya begitu terus ritmenya.</p>
<p>Tidak ada aku kepikiran aku bakalan sakit ini. Soalnya sebelum demam dimulai aku makan baso aci. Aku ingat betul saat itu. Sehabis makan aku malah demam. Aku pikir aku salah makan hehhee. Waktu itu demamku tidak hampir setiap hari ya. Ada jeda 1-2 hari aku sembuh dan baik-baik saja. Tapi kalo di hitung saat aku demam ya sekitar 2 mingguan.</p>
<p>Karena tidak tahan lagi dengan panas tubuh yang naik turun, serta ketakutanku jangan-jangan aku tipes ni, atau jangan-jangan aku demam berdarah ni. Ada keparnoan sendiri karena dulu pernah sempat di rawat inap akibat demam berdarah yang trombositnya waktu itu susah banget buat balik normal. Akhirnya aku memutuskan ke puskesmas.</p>
<h2>Tanggal 26 September 2019</h2>
<p>Akhirnya aku pagi ini memutuskan pergi ke puskesmas karena sudah frustasi dengan demam yang tak kunjung sembuh. Seperti biasa saat pagi kondisi badanku membaik tidak demam sehingga saat di puskesmas terlihat baik-baik saja. </p>
<h3>Puskesmas</h3>
<p>Aku menyampaikan keluhan yang ku alami di puskesmas. Dan dokter hanya menanggapi santai, mewawancara seperti biasa saat berobat ke puskesmas tanpa ada pemeriksaan fisik apa-apa.  Dokter puskesmas kemudian memintaku untuk di cek darah lengkap dan lain-lain di puskesmas tersebut. Kebetulan puskesmas ini puskesmas besar, jadi tersedia laboratoriumnya.</p>
<p>Sehabis selesai pengambilan darah dan menunggu sekitar setengah jam- satu jam aku kembali lagi ke ruangan dokter puskesmas. Disana aku di jelaskan kalau aku baik-baik saja dari hasil pemeriksaan darah, hanya mengalami anemia. Saat aku di tanya apa masih ada obat penurun panas di rumah, aku jawab masih ada. Lalu di sarankan untuk meminum lagi jika kambuh demamnya.</p>
<p>Saat itu aku agak kaget, karena demamku sudah selama 2 minggu tapi kenapa dokter hanya memberi saran seperti itu. Tanpa memintaku untuk segera kembali ke puskesmas atau ke RS terdekat jika demamku tidak sembuh-sembuh untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Setelah itu kemudian aku disuruh balik ke rumah. Aku pulang dengan penuh tanda tanya.</p>
<p>Jujur saat itu aku agak kecewa saat pergi ke puskesmas. Karena aku tidak benar-benar mendapatkan informasi apa yang terjadi dengan diriku ini. Dan aku juga tidak dibawakan obat apa-apa dari puskesmas. Hanya diminta untuk meminum obat penurun panas lagi jika kambuh demamnya.</p>
<p>Dan benar saja, saat waktu menunjukkan pukul 14.00 badanku kembali demam, suhu waktu itu 38 derajat. Karena aku sudah cukup lelah dengan hanya mengandalkan obat penurun panas akhirnya aku memutuskan berobat mandiri ke rumah sakit swasta dekat rumah. </p>
<h3>Rumah sakit </h3>
<p>Di rumah sakit untung saja ada poli sore dokter umum. Aku menceritakan keluhanku kepada dokter, kemudian aku di periksa fisik dan di minta untuk pemeriksaan darah (darah lengkap dan tes widal untuk pemeriksaan tipes). Saat hasil pemeriksaan darah sudah ditangan aku kembali berkonsultasi ke dokter. Dan kata dokter hasil tes widal ku menunjukkan aku terkena tipes. Tidak perlu rawat inap, cukup rawat jalan saja tidak apa-apa.</p>
<p>Aku cukup lega saat mengetahui penyebab aku sakit demam ini kenapa. Kemudian aku pulang dibekali dengan obat antibiotik, dan obat demam yang kurasa cukup paten soalnya pake tempat botol kaca.</p>
<p>Aku akhirnya mulai meminum obat yang diberikan dokter secara rutin. Walau rupanya aku masih sempat naik turun lagi demamnya. Akupun sampai <em>hopeless. </em>Obat demam paten yang di kasih sudah mau habis tapi kok belum sembuh-sembuh. Eh rupanya tepat tersisa 3 tablet aku akhirnya sembuh. Akupun senang dan sudah tidak memikirkan lagi apa yang kemaren kualami.</p>
<h2>Tanggal 9 Oktober 2019</h2>
<p>Hanya berselang 13 hari dari aku berobat aku mulai merasa ada yang beda dengan perutku. Seperti agak membuncit, tapi badanku tetap sama tidak menggendut. Saat aku timbang badan aku juga mengalami penambahan BB dan aku waktu itu senang-senang saja tanpa memikirkan ada hal yang ganjil. Sebenarnya aku udah merasakan ada yang aneh dengan perutku ini. Apalagi saat aku buang air kecil dalam posisi jongkok. Perutku seperti mengembang macam ibu hamil dan lebih menonjol lagi di bagian kandung kemihnya. Aku tidak berpikir macam-macam, kupikir hanya karena kebanyakan makan hahahaa.</p>
<p>Sampailah saat mamakku melihat ada yang berbeda dengan perutku. Mamakku mengatakan ada yang tidak wajar dengan bentuk perutku. Mamakku takut aku mengalami sakit liver atau hati. Mengingat nenekku dulu ada masalah dengan livernya. Aku bilang tidak ada apa-apa, aku baik-baik saja. Aku berkata seperti itu karena memang tidak ada keluhan apa-apa hanya merasa buncit saja. Namun untuk membuat mamakku merasa lega akhirnya aku memutuskan untuk periksa ke dokter spesialis di rumah sakit dekat rumah yang sebelumnya aku periksa disana.</p>
<h2>Tanggal 10 Oktober 2019</h2>
<p>Aku kembali berobat mandiri di rumah sakit dekat rumahku. Kali ini aku langsung menembak untuk berobat ke dokter spesialis penyakit dalam. Saat aku bertemu dokter aku mengeluhkan keluhanku terkait perutku yang sedikit membuncit. Tapi saat itu aku lebih menekankan kalau kadung kemihku seperti balon mengambang saat aku jongkok berkemih. Lalu dokter pun melakukan pemeriksaan fisik, kemudian menjadwalkan aku untuk dilakukan pemeriksaan usg vesica urinaria (kandung kemih), dan pemeriksaan darah lagi. Tapi kali ini pemeriksaan darahnya lebih fokus ke fungsi hati dan ginjal.</p>
<h2>Tanggal 11 Oktober 2019</h2>
<p>Hari ini aku dijadwalkan untuk pengambilan darah dan usg vesica urinaria. Saat itu aku udah ngempet pipis banget dan nggak boleh pipis sampai selesai di usg, sungguh bikin keringet dingin wkwkkwkw.</p>
<p>Akhirnya tiba giliranku untuk di usg oleh dokter radiologi. Aku menceritakan keluhanku dan lagi-lagi aku menekankan kandung kemihku yang seperti balon. Lalu dokter memeriksa dan tidak menemukan hal yang ganjil dengan kandung kemihku. Bahkan bagian kandunganku juga sekalian di usg dan tidak ada masalah. Harus ku akui dokter ini sangat telaten dan tidak puas hanya melihat seperti itu, apalagi aku memiliki keluhan.</p>
<p>Dokter radiologi ini kemudian menggerakkan alat usg menuju samping tubuhku dan terkejut karena bagian samping kananku ada cukup banyak cairan di perut. Akhirnya dokter memeriksa bagian perutku dengan seksama baik liver, prankreas dan organ-organ lain. Bahkan dokter radiologi sampai mengarahkan alat usg nya sampai tepat dibawah diafragmaku bagian kanan. Dan menemukan lebih banyak lagi cairan di pleuraku.</p>
<p>Saat itu aku sedih sekali, aku bingung apa yang terjadi padaku. Aku hampir saja menangis tapi tidak jadi karena di temani adekku wkkkwkw. <em>Basic</em> kesehatan membuatku sedikit parno. Mengingat di tubuhku sekarang ada asites (cairan di perut) dan cairan di pleura (selaput paru-paru).</p>
<p>Dokter radiologi menduga apa mungkin aku ada masalah dengan metabolik atau aku hipoalbumin. Karena untuk semua organ dalam perut semua normal.</p>
<p>Oh ya, semua aku berobat mandiri ya. Dan saat pemeriksaan darah untuk fungsi hati dan ginjal ini harganya cukup menguras kantong. Sekitar 300 ribuan untuk pemeriksaan darahnya dan 115 ribu untuk usgnya belum termasuk biaya dokter. Untuk usg nya tidak jadi usg vesica urinaria, tapi malah jadi usg abdomen.</p>
<h2>Tanggal 12 Oktober 2019</h2>
<p>Aku kembali ke dokter spesialis penyakit dalam. Dan dokter tersebut pun tekejut juga dengan hasil pemeriksaan usg ku. Kok bisa ada cairan seperti itu, padahal kondisi liver dan hasil pemeriksan darah untuk fungi hati dan ginjal baik dan normal. Akhirnya dokter menyarankan aku untuk ke dokter spesialis kandungan untuk memastikan bahwa kandunganku baik-baik saja dan tidak ada masalah.</p>
<p>Atas saran dari dokter spesialis penyakit dalam akhirnya aku memutuskan untuk periksa ke dokter kadungan. Tapi kali ini aku berencana mencoba menggunakan BPJS. Sekalian mencoba apa bisa BPJS ku digunakan selain hanya berobat ke puskesmas.</p>
<h2>Tanggal 14 Oktober 2019</h2>
<p>Aku datang ke puskesmas pagi-pagi. Kemudian aku menceritakan apa yang terjadi denganku. Aku bercerita terdapat asites dan cairan pleura, dan di sarakan dokter spesialis dalam untuk periksa ke dokter kandungan.</p>
<p>Akhirnya puskesmas memberikan surat rujukan BPJS. Aku meminta RS yang sama dengan yang kemaren aku periksa. pikirku biar lebih mudah melihat rekam medisnya. Aku di jadwalkan untuk berobat ke dokter spesialis kandungan esok hari.</p>
<h2>Tanggal 15 Oktober 2019</h2>
<p>Karena ini usg kandungan<em> so</em> pasti aku harus minum banyak dan menahan pipis lagi. Dan lagi-lagi sampai keringet dingin wkwkwkkw.</p>
<p>Saat usg dokter kandungan langsung cekatan dan berkata tidak ada masalah apa-apa dengan kandungan tapi memang ditemukan ada banyak cairan di perut. Jadi alhamdulillah kandunganku baik-baik saja. </p>
<p>Oh ya karena ini pakai BPJS semua benar-benar tidak bayar, baik dari biaya dokter sampai pemeriksaan usg kandungan. Jadi setelah selesai pemeriksaan aku cuma menumpuk tagihan pemeriksaan di kasir. Dan aku langsung daftar lagi untuk berobat ke dokter spesialis dalam besok hari memakai jalur umum/mandiri.</p>
<h2>Tanggal 16 Oktober 2019</h2>
<p>Aku datang pagi-pagi sekali untuk berobat. Sambil membawa hasil usg kandungan kemaren dan mengeluh mulai 2 hari yang lalu setiap solat waktu gerakan sujud aku mulai batuk tanpa sebab serta tidur menggunakan 3 bantal. Setelah dokter memeriksa hasil usg kandungan, dokter memutuskan untuk merujukku ke RSUD untuk ke poli parunya untuk melihat apa yang bermasalah ada di parunya. Waktu itu aku di tanya apa ini menggunakan BPJS, aku bilang tidak dan tidak apa-apa untuk menggunakan umum. Akhirnya dokter memberikan surat rujukan untuk ke RSUD dan aku diminta kesana selagi sempat dan masih pagi. Agar bisa segera ditangani.</p>
<p>Hari ini juga aku langsung menuju RSUD. Saat mendaftar aku baru tau kalo tidak ada poli paru disana. Akhirnya lagi-lagi aku di alihkan ke poli penyakit dalam.</p>
<p>Saat bertemu dengan dokternya, sangat koperatif dan cermat. Dokter juga langsung memintaku untuk segera ronsen dada, dan mengatakan saat hasil sudah keluar segera kembali berkonsultasi. Akhirnya setelah hasil sudah ditangan aku segera kembali ke poli. Dokter mengatakan ada banyak sekali cairan di pleuraku. Saat melihat hasil ronsenku aku terkejut. Paru kananku mengecil tidak mengembang. Kira-kira yang nampak 2/3 nya saja. Pantas saja aku mulai merasakan sesak saat tidur tidak di ganjal dengan 3 bantal. Rasa sesaknya juga mulai menyiksa. Seperti ingin di cabut nyawanya wkwkwkw.</p>
<figure id="attachment_596" aria-describedby="caption-attachment-596" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-596 size-medium" src="https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2021/04/20210421_113729-300x300.jpg" alt="Ronsen toraks di RSUD" width="300" height="300" srcset="https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2021/04/20210421_113729-300x300.jpg 300w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2021/04/20210421_113729-1024x1024.jpg 1024w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2021/04/20210421_113729-150x150.jpg 150w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2021/04/20210421_113729-768x768.jpg 768w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2021/04/20210421_113729-1536x1536.jpg 1536w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2021/04/20210421_113729-2048x2048.jpg 2048w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2021/04/20210421_113729-1140x1140.jpg 1140w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2021/04/20210421_113729-75x75.jpg 75w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-596" class="wp-caption-text">Tampak efusi pleura unilateral paru kanan</figcaption></figure>
<p>Akhirnya dokter merujukku ke RSUP. Lagi-lagi dokter bertanya apa menggunakan BPJS, aku jawab tidak dan tidak apa-apa jika menggunakan umum.</p>
<p>Sebagai informasi aku bayar mandiri saat berobat di RSUD. Dan aku terkejut dengan biaya dokternya dan pemeriksaannya dong! Murah sekali sampai aku membatin apa benar ini harga jasa untuk dokter spesialis? Waktu itu aku membayar 100 ribu untuk ronsen dada dan 25 ribu untuk biaya dokter spesialisnya. Cukup sedih dan kasian sih melihat tarif dokternya. Mengingat ini dokter spesialis dan pasiennya banyak banget.</p>
<h2>Tanggal 17 Oktober 2019</h2>
<p>Karena ini di RSUP, pagi-pagi sekali aku sudah berada di rumah sakit. Dan benar saja ramainya bukan main. Di rumah sakit ini terdapat 2 poli untuk paru, ada poli paru infeksi dan non infeksi. Aku mendaftar di poli paru non infeksi. Saat Sudah tiba giliranku aku menceritakan keluh kesahku. Dan dokter langsung cepat tanggap setelah melihat hasil ronsen dadaku yang ku bawa dari RSUD serta hasil pemeriksaan lainnya. Dokter segera melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, dokter juga bertanya kemungkinan-kemungkinan yang menjadi faktor resiko TB.</p>
<p>Dokter langsung menjadwalkan hari itu juga nanti siang sekitar jam 13.00 untuk dilakukan usg paru dan thoracocentesis (pungsi pleura). Pungsi pleura merupakan tindakan invasif dengan memasukkan jarum melalui dinding toraks untuk mengeluarkan cairan dari rongga pleura. Bagi yang penasaran dengan prosedur dan teknik melakukannya bisa baca ini ya <a href="https://www.alomedika.com/tindakan-medis/toraks-dan-kardiovaskular/thoracocentesis">thoracocentesis. </a></p>
<p>Selain itu dokter juga menjadwalkan aku untuk pengambilan sputum dahak. Dokter juga menjelaskan bahwa nanti cairan pleura yang diambil akan di analisis cairan pleuranya serta akan di lakukan pemeriksaan ADA test (Adenosin Deaminase). ADA test merupakan pemeriksaan untuk melihat ada tidaknya bakteri TBC dalam cairan pleura. Bagi yang penasaran dengan ADA test bisa baca jurnal ini ya <a href="https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2822331/">ADA Test (Adenosine Deaminase)</a> atau disini untuk seputar <a href="https://www.portea.com/labs/diagnostic-tests/adenosine-deaminase-test-191/">ADA test.</a> Karena jurnal dan artikelnya bahasa inggris buat kalian yang kurang bisa berbahasa inggris bisa cek sedikit cuplikan disini <a href="https://labmalang.com/produk/ada-test/">ADA test</a>.</p>
<p>Oh ya, lagi-lagi dokter spesialis paru menanyakan apa aku menggunakan BPJS atau tidak. Dokter menanyakan hal ini karena berkaitan dengan biaya pemeriksaan usg paru, biaya tindakan pungsi pleura, alat-alat tindakan pungsi, serta biaya pemeriksaan lab terkait dengan cairan pleura, ADA test dan sputum. Dokter paru bilang harganya lumayan mahal dan aku berkata tidak apa-apa jika harus menggunakan umum/mandiri. Menurutku setidaknya lebih cepat lebih baik cairan ini di eksekusi, agar aku tidak sesak lagi.</p>
<h3>Jam 13.00</h3>
<p>Tiba saatnya aku untuk dilakukan tindakan usg paru dan pungsi pleura. Saat dilakukan usg paru dokter berkata ini cairannya banyak banget mbak, apa tidak sesak. Aku berkata tidak, hanya saja jika tidur harus menggunakan 3 bantal agar terasa nyaman.</p>
<p>Prosedur pungsi pun di mulai. Aku ingat sekali waktu itu menggunakan jarum abocath (jarum infus) ukuran 16G warna abu-abu. Sebagai informasi ukuran jarum infus semakin kecil nominalnya semakin besar jarumnya. Saat di tusuk terasa sakitnya. Jelas saja jarumnya lumayan besar hehehe. Setelah jarum ditusuk dengan arahan usg paru, jarum di arahkan ketempat cairan berada. Kemudian diambil menggunakan spiut 20 ml sebanyak 2 spiut, dan 1 spuit 10 ml. Setelah itu cairan di alirkan ke urine bag dan didapatkan hasil 800 ml lebih dikit. Sedikit informasi, normalnya cairan pleura hanya 10 ml saja.</p>
<h3>Selama proses tindakan dan setelahnya</h3>
<p>Dokter paru bertanya apa aku sesak atau tidak selama tindakan. Jika aku mengalami hal tersebut maka prosedur akan di hentikan. Aku tidak mengalami hal itu selama prosedur. Dokter berkata bahwa cairan ini kemungkinan tidak akan diambil semuanya maksimal 1 liter saja. Jadi jika ada sisa dan belum habis ya disisakan saja. Dokter memprediksi kemungkinan ada sekilar 1,2-1,5 liter cairan dalam tubuhku, mengingat cairan juga terdapat pada perutku. </p>
<p>Untuk asites tidak di lakukan tindakan apa-apa ya. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya resiko infeksi, dikarenakan bagian perut terlalu banyak organ-organ.</p>
<p>Setelah tindakan yang kurasakan terasa sengkrang-sengkrang dan nyeri pada luka tusukan. Oh ya, aku sehabis dilakukan tindakan juga langsung ke laboratorium untuk meminta botol sputum. Disana di jelaskan prosedur pengambilan sputumnya. Aku dapat 2 botol, 1 botol untuk dahak sebelum tidur malam, dan 1 botol lagi untuk dahak setelah bangun tidur. Dikarenakan aku tidak mengalami batuk berdahak jadi dokter memberikan aku obat pengencer dahak untuk membantu aku dalam proses pengumpulan sputum, obat nyeri dan obat demam untuk antisipasi jika aku mengalami demam. Dokter berkata nanti konsul lagi jika semua hasil pemeriksaan sudah keluar.</p>
<h3>Biaya</h3>
<p>Untuk terkait biaya karena aku bayar mandiri, pemeriksaan hari ini menghabiskan 930 ribuan untuk pemeriksaan lab ADA test, sputum, dan analisis cairan pleura. Alat-alat pungsi seharga 51 ribuan. Untuk tindakan usg paru dan pungsi pleura 320 ribuan. Serta 120 ribuan untuk pemeriksan ke dokter spesialis paru.</p>
<h2>Lanjut ke <a href="http://istapuspit.com/2021/04/22/pengalaman-pleuritis-tb-dengan-efusi-pleura-dan-asites-part-2/">part 2</a> ya</h2>
<p>Dikarenakan ni ceritanya semakin panjang, maka aku putuskan untuk lanjut ke <a href="http://istapuspit.com/2021/04/22/pengalaman-pleuritis-tb-dengan-efusi-pleura-dan-asites-part-2/">part 2</a> aja ya. </p>
<p>The post <a href="http://istapuspit.com/2021/04/22/pengalaman-pleuritis-tb-dengan-efusi-pleura-dan-asites/">Pengalaman pleuritis TB dengan efusi pleura dan asites</a> appeared first on <a href="https://istapuspit.com">istapuspit.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://istapuspit.com/2021/04/22/pengalaman-pleuritis-tb-dengan-efusi-pleura-dan-asites/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Review: Multivitamin Youvit for life membantu daya tahan tubuh</title>
		<link>http://istapuspit.com/2020/08/07/review-multivitamin-youvit-for-life-membantu-daya-tahan-tubuh/</link>
					<comments>http://istapuspit.com/2020/08/07/review-multivitamin-youvit-for-life-membantu-daya-tahan-tubuh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[istapuspit]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2020 11:06:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[health]]></category>
		<category><![CDATA[imun]]></category>
		<category><![CDATA[multivitamin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://istapuspit.com/?p=297</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2020 sepertinya menjadi tahun dimana kita harus berlomba-lomba untuk mempertahankan daya tahan tubuh saat pandemi corona ini. Mengkonsumsi vitamin/ multivitamin menjadi daya tarik sendiri untuk bisa meningkatkan imun tubuh. Banyaknya merek vitamin/ multivitamin yang beredar membuat aku untuk lebih selektif mencari yang baik untuk di konsumsi. Multivitamin yang halal menjadi salah satu keharusan untukku. Setelah membaca-baca dan mencari tahu tentang vitamin/ multivitamin, hati ini menjatuhkan pilihan pada youvit for life multivitamin. Udah ada yang pernah dengar sebelumnya tentang youvit? Kalau belum ini saat yang tepat untuk kamu membaca review singkat mengenai youvit. Packaging Dari packaging-nya sih gemes banget. Designnya yang gemes ditambah lagi dengan warnanya yang colourful bikin eye catching. Dibagian depan kemasan sudah di paparkan informasi terkait jumlah isian, rasa dan kandungan pada multivitamin youvit ini, walaupun informasi yang disampaikan belum terperinci. Bagian kemasan belakang terpapar informasi yang lebih rinci mengenai kandungan vitamin serta nilai gizi maupun komposisinya. Packaging ini juga dikasih zipper, jadi bisa ditutup rapat kembali. Untuk isi dari youvit sendiri masih dikemas satu persatu seperti permen pada umumnya, dan lagi-lagi tetap menggemaskan dengan design-nya. Isi Permen Youvit Youvit merupakan multivitamin yang berbentuk permen gummies. Teksturnya yang kenyal ini membuat kita tidak menyadari sedang mengkonsumsi multivitamin. Rasa dari youvit juga sangat enak, seperti permen. Multivitamin youvit dengan berbagai pilihan rasa (stoberi, jeruk dan nanas).  Youvit yang aku beli ini berisi 30 gummies. Ini merupakan paket sebulan yang diluncurkan oleh youvit. Jadi sangat Hemat kan?  Untuk konsumsi youvit sehari cukup satu gummy. Setiap butir gummy mengandung 10 vitamin dan 3 mineral termasuk Zink, seperti: Vitamin A yang dapat membantu mempertahankan keutuhan lapian permukaan (mata, saluran pencernaan, saluran pernafasan dan kulit) Niasin (Vitamin B3 berperan sebagai faktor pembantu dalam reaksi pembentukan energi dan pembentukan jaringan. Asam folat (Vitamin B9) berperan dalam pertumbuhan dan pembelahan sel. Kandungan Youvit Youvit memiliki kandungan yang kaya vit A, vit B3, vit B5, vit B6, vit B7, vit B9, vit B12 , vit C, vit D3, vit E, selenium, iodium, dan zink. Komposisi Youvit Sedangkan untuk komposisi youvit sebagai berikut: sirup glukosa dan gula (mengandung pengawet sulfit), air, pengemulsi gelatin sapi (mengandung pengawet sulfit), premiks multivitamin dan mineral, pengatur keasaman, perisa sintetik (mengandung pengawet sulfit) stoberi, jeruk dan nanas, pelapis, pemanis alami glikosida steviol, pewarna kurkumin CI 75300, pewarna karmin CI 75470. Bisa dibeli dimana? Harganya berapa? Youvit bisa kamu temui di apotek terdekat dari rumahmu, atau kamu juga bisa mencarinya di superindo terdekat, atau kamu juga bisa membeli secara online. Kalau aku sih beli multivitamin youvit ini di superindo. Untuk harga multivitamin youvit ini sangat terjangkau. Dengan harga Rp 60.000 kamu sudah bisa membeli paket youvit yang sebulan ini. Youvit juga tersedia untuk paket isian yang lebih sedikit (7 gummies) dengan harga Rp 17.000. Buat kamu yang mau coba, aku kasih linknya disini Youvit Multivitamin &#160; Nah, honest review dari aku setelah mengkonsumsi ini selama sebulan, aku benar- benar merasakan manfaat dari multivitamin ini. Badan menjadi lebih segar, tidak mudah capek, jadi lebih bersemangat, dan yang pasti menjaga imun banget. Alhamdulillah badan beneran tahan menghadapi lingkungan sekitar yang lagi pada terserang sakit flu dan batuk.  Jadi aku sangat merekomendasikan kalian untuk mencoba multivitamin dari youvit ini. Selain rasanya yang enak, ditambah lagi bentukannya dari vitamin ini yang gummy abis, menjadi sensasi tersendiri saat mengkonsumsi multivitamin ini. Multivitamin ini juga bisa menjadi pilihan untuk anak-anak yang nggak doyan mengkonsumsi vitamin. Jadi tunggu apalagi? Yuk coba youvit untuk menjadi salah satu multivitamin harian kamu dan keluarga. Sekian informasi yang bisa aku sampaikan. Sehat selalu dan semoga informasi ini bermanfaat. Sampai jumpa di postingan selanjutnya!  🙂</p>
<p>The post <a href="http://istapuspit.com/2020/08/07/review-multivitamin-youvit-for-life-membantu-daya-tahan-tubuh/">Review: Multivitamin Youvit for life membantu daya tahan tubuh</a> appeared first on <a href="https://istapuspit.com">istapuspit.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_311" aria-describedby="caption-attachment-311" style="width: 239px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-311 size-medium" src="https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/Screenshot_20200807-172749_Instagram-239x300.jpg" alt="" width="239" height="300" srcset="https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/Screenshot_20200807-172749_Instagram-239x300.jpg 239w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/Screenshot_20200807-172749_Instagram-816x1024.jpg 816w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/Screenshot_20200807-172749_Instagram-768x964.jpg 768w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/Screenshot_20200807-172749_Instagram.jpg 1080w" sizes="(max-width: 239px) 100vw, 239px" /><figcaption id="caption-attachment-311" class="wp-caption-text">Via Instagram/Sallysetia</figcaption></figure>
<p>Tahun 2020 sepertinya menjadi tahun dimana kita harus berlomba-lomba untuk mempertahankan daya tahan tubuh saat pandemi corona ini. Mengkonsumsi vitamin/ multivitamin menjadi daya tarik sendiri untuk bisa meningkatkan imun tubuh. Banyaknya merek vitamin/ multivitamin yang beredar membuat aku untuk lebih selektif mencari yang baik untuk di konsumsi. Multivitamin yang halal menjadi salah satu keharusan untukku.</p>
<p>Setelah membaca-baca dan mencari tahu tentang vitamin/ multivitamin, hati ini menjatuhkan pilihan pada youvit <em>for life</em> multivitamin. Udah ada yang pernah dengar sebelumnya tentang youvit? Kalau belum ini saat yang tepat untuk kamu membaca <em>review</em> singkat mengenai youvit.</p>
<h2>Packaging</h2>
<figure id="attachment_313" aria-describedby="caption-attachment-313" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-313 size-medium" src="https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/Screenshot_20200807-172836_Instagram-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" srcset="https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/Screenshot_20200807-172836_Instagram-300x300.jpg 300w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/Screenshot_20200807-172836_Instagram-1020x1024.jpg 1020w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/Screenshot_20200807-172836_Instagram-150x150.jpg 150w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/Screenshot_20200807-172836_Instagram-768x771.jpg 768w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/Screenshot_20200807-172836_Instagram-75x75.jpg 75w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/Screenshot_20200807-172836_Instagram.jpg 1079w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-313" class="wp-caption-text">Via Instagram/youvitforlife</figcaption></figure>
<p>Dari <em>packaging</em>-nya sih gemes banget. <em>Design</em>nya yang gemes ditambah lagi dengan warnanya yang <em>colourful</em> bikin <em>eye catching</em>. Dibagian depan kemasan sudah di paparkan informasi terkait jumlah isian, rasa dan kandungan pada multivitamin youvit ini, walaupun informasi yang disampaikan belum terperinci. Bagian kemasan belakang terpapar informasi yang lebih rinci mengenai kandungan vitamin serta nilai gizi maupun komposisinya. <em>Packaging</em> ini juga dikasih <em>zipper</em>, jadi bisa ditutup rapat kembali. Untuk isi dari youvit sendiri masih dikemas satu persatu seperti permen pada umumnya, dan lagi-lagi tetap menggemaskan dengan <em>design</em>-nya.</p>
<h2>Isi Permen Youvit</h2>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-314 aligncenter" src="https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/20200807_130437-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" srcset="https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/20200807_130437-300x300.jpg 300w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/20200807_130437-1024x1024.jpg 1024w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/20200807_130437-150x150.jpg 150w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/20200807_130437-768x768.jpg 768w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/20200807_130437-1536x1536.jpg 1536w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/20200807_130437-2048x2048.jpg 2048w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/20200807_130437-1140x1140.jpg 1140w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/20200807_130437-75x75.jpg 75w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p>Youvit merupakan multivitamin yang berbentuk permen <em>gummies. </em>Teksturnya yang kenyal ini membuat kita tidak menyadari sedang mengkonsumsi multivitamin. Rasa dari youvit juga sangat enak, seperti permen. Multivitamin youvit dengan berbagai pilihan rasa (stoberi, jeruk dan nanas).  Youvit yang aku beli ini berisi 30 <em>gummies</em>. Ini merupakan paket sebulan yang diluncurkan oleh youvit. Jadi sangat Hemat kan? </p>
<figure id="attachment_317" aria-describedby="caption-attachment-317" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-317 size-medium" src="https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/Screenshot_20200807-173241_Instagram-300x297.jpg" alt="" width="300" height="297" srcset="https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/Screenshot_20200807-173241_Instagram-300x297.jpg 300w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/Screenshot_20200807-173241_Instagram-1024x1015.jpg 1024w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/Screenshot_20200807-173241_Instagram-150x150.jpg 150w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/Screenshot_20200807-173241_Instagram-768x762.jpg 768w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/Screenshot_20200807-173241_Instagram-75x75.jpg 75w, https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/08/Screenshot_20200807-173241_Instagram.jpg 1079w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-317" class="wp-caption-text">Via Instagram/youvitforlife</figcaption></figure>
<p>Untuk konsumsi youvit sehari cukup satu <em>gummy. </em>Setiap butir <em>gummy</em> mengandung 10 vitamin dan 3 mineral termasuk Zink, seperti:</p>
<ul>
<li>Vitamin A yang dapat membantu mempertahankan keutuhan lapian permukaan (mata, saluran pencernaan, saluran pernafasan dan kulit)</li>
<li>Niasin (Vitamin B3 berperan sebagai faktor pembantu dalam reaksi pembentukan energi dan pembentukan jaringan.</li>
<li>Asam folat (Vitamin B9) berperan dalam pertumbuhan dan pembelahan sel.</li>
</ul>
<h2>Kandungan Youvit</h2>
<p>Youvit memiliki kandungan yang kaya vit A, vit B3, vit B5, vit B6, vit B7, vit B9, vit B12 , vit C, vit D3, vit E, selenium, iodium, dan zink.</p>
<h2>Komposisi Youvit</h2>
<p>Sedangkan untuk komposisi youvit sebagai berikut: sirup glukosa dan gula (mengandung pengawet sulfit), air, pengemulsi gelatin sapi (mengandung pengawet sulfit), premiks multivitamin dan mineral, pengatur keasaman, perisa sintetik (mengandung pengawet sulfit) stoberi, jeruk dan nanas, pelapis, pemanis alami glikosida steviol, pewarna kurkumin CI 75300, pewarna karmin CI 75470.</p>
<h2>Bisa dibeli dimana? Harganya berapa?</h2>
<p>Youvit bisa kamu temui di apotek terdekat dari rumahmu, atau kamu juga bisa mencarinya di superindo terdekat, atau kamu juga bisa membeli secara online. Kalau aku sih beli multivitamin youvit ini di superindo. Untuk harga multivitamin youvit ini sangat terjangkau. Dengan harga Rp 60.000 kamu sudah bisa membeli paket youvit yang sebulan ini. Youvit juga tersedia untuk paket isian yang lebih sedikit (7 <em>gummies</em>) dengan harga Rp 17.000. Buat kamu yang mau coba, aku kasih <em>link</em>nya disini <a href="https://shope.ee/8p975nDiOu">Youvit Multivitamin</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nah, <em>honest review</em> dari aku setelah mengkonsumsi ini selama sebulan, aku benar- benar merasakan manfaat dari multivitamin ini. Badan menjadi lebih segar, tidak mudah capek, jadi lebih bersemangat, dan yang pasti menjaga imun banget. Alhamdulillah badan beneran tahan menghadapi lingkungan sekitar yang lagi pada terserang sakit flu dan batuk. </p>
<p>Jadi aku sangat merekomendasikan kalian untuk mencoba multivitamin dari youvit ini. Selain rasanya yang enak, ditambah lagi bentukannya dari vitamin ini yang <em>gummy</em> abis, menjadi sensasi tersendiri saat mengkonsumsi multivitamin ini. Multivitamin ini juga bisa menjadi pilihan untuk anak-anak yang nggak doyan mengkonsumsi vitamin. Jadi tunggu apalagi? Yuk coba youvit untuk menjadi salah satu multivitamin harian kamu dan keluarga.</p>
<p>Sekian informasi yang bisa aku sampaikan. Sehat selalu dan semoga informasi ini bermanfaat. Sampai jumpa di postingan selanjutnya!  🙂</p>
<p>The post <a href="http://istapuspit.com/2020/08/07/review-multivitamin-youvit-for-life-membantu-daya-tahan-tubuh/">Review: Multivitamin Youvit for life membantu daya tahan tubuh</a> appeared first on <a href="https://istapuspit.com">istapuspit.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://istapuspit.com/2020/08/07/review-multivitamin-youvit-for-life-membantu-daya-tahan-tubuh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan turunkan masker ke dagu! ini bukan bahan bercanda</title>
		<link>http://istapuspit.com/2020/07/29/masker-jangan-turun-ke-dagu-ini-bukan-bahan-becanda/</link>
					<comments>http://istapuspit.com/2020/07/29/masker-jangan-turun-ke-dagu-ini-bukan-bahan-becanda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[istapuspit]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2020 12:32:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[health]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Infografik: Jangan Turunkan Masker ke Dagu! (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo) Beberapa minggu belakangan ini lagi hits banget tuh video ngebecandain ucapan juru bicara pemerintah untuk covid-19, Bapak Achmad Yurianto terkait jangan menurunkan masker ke dagu. Walau netizen terkesan bercanda dengan membuat video sedang makan dan minum tanpa melepas masker sehingga membuat makanan itu tidak dapat dimakan atau malah minuman dari gelas itu tumpah kemana-mana, tapi tampaknya hal tersebut tidak layak untuk dilakukan. Coba bayangkan, bagaimana jika ada orang yang akan menelan informasi dari video itu mentah-mentah. Dan beranggapan memang benar saat makan atau minum masker seharusnya di turunkan ke dagu.    Padahal sebenarnya informasi yang ingin disampaikan juru bicara covid-19 Bapak Achmad Yurianto tidak demikian. Saat makan dan minum, masker tidak di turunkan ke dagu, melainkan benar-benar di lepas dan di letakkan di tempat yang aman. Sebenarnya hal ini bukan tanpa alasan kenapa informasi ini disiarkan.  Begini uraian yang mungkin bisa di sampaikan secara sederhana. Saat kita menggunakan masker otomatis bagian dalam masker yang langsung menyentuh bagian wajah (hidung, mulut) merupakan bagian yang paling bersih dari masker. Bayangkan jika bagian masker yang bersih itu kemudian kita turunkan ke dagu, kira-kira apa yang akan terjadi? Tentu saja bagian masker terbersih itu akan kotor terkena kuman-kuman, bakteri atau bahkan virus yang mungkin tanpa sengaja menempel di area dagu kita.  Dagu yang terekspos memungkinkan sekali untuk terpapar kuman, bakteri atau virus yang ada di sekitar kita. Sehingga saat kita menurunkan masker ke dagu kita, masker kita bisa menjadi kotor. Kuman, bakteri atau virus mungkin berpindah menempel pada bagian masker kita yang bersih. Lalu saat masker tersebut kamu pakai kembali ke area hidung dan mulut maka kuman, bakteri serta virus akan langsung menempel pada area hidung dan mulut. Hal ini memungkinkan kamu potensi terkena agen mikroorganisme. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang menggunakan jilbab/ hijab, bagian leher dan dagunya kan tidak terpapar? Jangan salah! Jilbab/hijab kemungkinan juga bisa terpapar oleh agen mikroorganisme, yang kemudian bisa berpindah ke masker saat masker di turunkan ke dagu. Nah! Kira-kira seperti itu penjelasannya secara sederhana. Jadi amannya saat ingin makan dan minum, lepaslah masker dan letakkan ditempat yang aman dan jaga bagian dalam masker agar tetap bersih dan tidak terpapar agen mikroorganisme.  Sekian informasi seputar pemakaian masker saat pandemi corona ini. Semoga kita bisa lebih bijak dalam menanggapi informasi yang disampaikan. Jangan karena kita kurang suka/ benci dengan seseorang lalu saat seseorang itu memberikan informasi yang benar dan berguna, kita malah mengabaikannya atau bahkan menjadikan itu hal bercandaan. Lebih bijak lagi ya kawan!   Sampai jumpa di postingan selanjutnya :)</p>
<p>The post <a href="http://istapuspit.com/2020/07/29/masker-jangan-turun-ke-dagu-ini-bukan-bahan-becanda/">Jangan turunkan masker ke dagu! ini bukan bahan bercanda</a> appeared first on <a href="https://istapuspit.com">istapuspit.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="clear: both; text-align: center;"><a style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" href="https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/07/hfajh.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter" src="https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/07/hfajh-181x300.jpg" width="306" height="507" border="0" data-original-height="2048" data-original-width="1238" /></a></div>
<div style="clear: both; text-align: center;">Infografik: Jangan Turunkan Masker ke Dagu! (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo)</div>
<p></p>
<pre class="wp-block-preformatted">Beberapa minggu belakangan ini lagi hits banget tuh video ngebecandain ucapan juru bicara pemerintah untuk covid-19, Bapak Achmad Yurianto terkait jangan menurunkan masker ke dagu. Walau netizen terkesan bercanda dengan membuat video sedang makan dan minum tanpa melepas masker sehingga membuat makanan itu tidak dapat dimakan atau malah minuman dari gelas itu tumpah kemana-mana, tapi tampaknya hal tersebut tidak layak untuk dilakukan. Coba bayangkan, bagaimana jika ada orang yang akan menelan informasi dari video itu mentah-mentah. Dan beranggapan memang benar saat makan atau minum masker seharusnya di turunkan ke dagu.   </pre>
<p></p>
<p></p>
<pre class="wp-block-preformatted">Padahal sebenarnya informasi yang ingin disampaikan juru bicara covid-19 Bapak Achmad Yurianto tidak demikian. Saat makan dan minum, masker tidak di turunkan ke dagu, melainkan benar-benar di lepas dan di letakkan di tempat yang aman. Sebenarnya hal ini bukan tanpa alasan kenapa informasi ini disiarkan. </pre>
<p></p>
<p></p>
<pre class="wp-block-preformatted">Begini uraian yang mungkin bisa di sampaikan secara sederhana. Saat kita menggunakan masker otomatis bagian dalam masker yang langsung menyentuh bagian wajah (hidung, mulut) merupakan bagian yang paling bersih dari masker. Bayangkan jika bagian masker yang bersih itu kemudian kita turunkan ke dagu, kira-kira apa yang akan terjadi? Tentu saja bagian masker terbersih itu akan kotor terkena kuman-kuman, bakteri atau bahkan virus yang mungkin tanpa sengaja menempel di area dagu kita. </pre>
<p></p>
<p></p>
<pre class="wp-block-preformatted">Dagu yang terekspos memungkinkan sekali untuk terpapar kuman, bakteri atau virus yang ada di sekitar kita. Sehingga saat kita menurunkan masker ke dagu kita, masker kita bisa menjadi kotor. Kuman, bakteri atau virus mungkin berpindah menempel pada bagian masker kita yang bersih. Lalu saat masker tersebut kamu pakai kembali ke area hidung dan mulut maka kuman, bakteri serta virus akan langsung menempel pada area hidung dan mulut. Hal ini memungkinkan kamu potensi terkena agen mikroorganisme. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang menggunakan jilbab/ hijab, bagian leher dan dagunya kan tidak terpapar? Jangan salah! Jilbab/hijab kemungkinan juga bisa terpapar oleh agen mikroorganisme, yang kemudian bisa berpindah ke masker saat masker di turunkan ke dagu.</pre>
<p></p>
<p></p>
<pre class="wp-block-preformatted">Nah! Kira-kira seperti itu penjelasannya secara sederhana. Jadi amannya saat ingin makan dan minum, lepaslah masker dan letakkan ditempat yang aman dan jaga bagian dalam masker agar tetap bersih dan tidak terpapar agen mikroorganisme. </pre>
<p></p>
<p></p>
<pre class="wp-block-preformatted">Sekian informasi seputar pemakaian masker saat pandemi corona ini. Semoga kita bisa lebih bijak dalam menanggapi informasi yang disampaikan. Jangan karena kita kurang suka/ benci dengan seseorang lalu saat seseorang itu memberikan informasi yang benar dan berguna, kita malah mengabaikannya atau bahkan menjadikan itu hal bercandaan. Lebih bijak lagi ya kawan!   Sampai jumpa di postingan selanjutnya :)</pre>
<p></p><p>The post <a href="http://istapuspit.com/2020/07/29/masker-jangan-turun-ke-dagu-ini-bukan-bahan-becanda/">Jangan turunkan masker ke dagu! ini bukan bahan bercanda</a> appeared first on <a href="https://istapuspit.com">istapuspit.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://istapuspit.com/2020/07/29/masker-jangan-turun-ke-dagu-ini-bukan-bahan-becanda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenalan dulu yuk CORONA!</title>
		<link>http://istapuspit.com/2020/07/27/kenalan-dulu-yuk-corona/</link>
					<comments>http://istapuspit.com/2020/07/27/kenalan-dulu-yuk-corona/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[istapuspit]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2020 16:19:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[health]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2020, mungkin merupakan salah satu tahun terberat untuk semua orang yang terkena dampak dari pandemi virus Corona SARS-CoV 2. Virus Corona atau yang sering disebut virus COVID-19 (Corona Virus Disease 2019). Tahun 2020 akan menjadi sejarah bagi dunia dan akan selalu diingat sepanjang masa. Bagaimana tidak, tahun ini hampir di penjuru dunia terkena wabah virus corona.  Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China. Virus Corona masih satu famili dengan virus MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS-CoV (Severe Acute Respiratory Syndrome). Seperti MERS dan SARS, virus corona/ COVID19 juga menyerang sistem pernafasan. Virus Corona dapat menginfeksi saluran pernafasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Siapapun bisa terinfeksi virus corona, akan tetapi bayi, anak-anak, lansia dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah rentan terkena virus corona. Orang-orang yang tinggal maupun berkunjung ke tempat yang terinfeksi virus corona juga berpotensi untuk terserang penyakit ini. Bagaimana sih penyebaran virus corona? Awal mula virus ini muncul WHO mengatakan penyebaran virus ini melalu droplet (percikan) air liur yang melalui bersin dan batuk. Percikan orang yang terinfeksi dan dapat menempel pada permukaan kulit serta benda mati. Seiring berjalannya waktu, WHO merevisi pernyataan tentang penyebaran virus corona. WHO merilis pernyataan resmi bahwa virus corona dimungkinkan dapat menular melalui udara atau airborne. Jelas terdapat perbedaan yang signifikan antara penularan melalui droplet dengan penularan melalui airborne. Penularan melalui droplet (percikan) dapat terjadi jika pada jarak kurang dari 1 sampai 2 meter, sedangkan penularan melalui airborne dapat terjadi pada jarak lebih dari 1 sampai 2 meter. Selain itu droplet tidak bertahan lama di udara, sedangkan airborne bisa bertahan lama di udara. Perbedaan ini sangat berpengaruh tentunya dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19. Sejauh ini penularan melalui airborne dimungkinkan terjadi pada ruangan tertutup, dan pada ruangan dengan ventilasi yang buruk. Trus bagaimana sih tanda dan gejala terinfeksi virus corona? Reaksi tubuh terhadap virus corona berbeda-beda, tetapi garis besar yang bisa diambil saat terinfeksi virus corona tubuh akan mengalami gejala: Demam Sakit kepala Batuk Hidung beringus Sakit tenggorokan Merasa tidak enak badan Virus Corona dapat menyebabkan gejala yang lebih parah sehingga infeksi dapat berubah menjadi pneumonia atau bronkitis (disebabkan oleh Covid-19), yang dapat menyebabkan gejala seperti: Demam yang cukup tinggi bila pasien menghidap pneumonia Sesak nafas Batuk dengan lendir Nyeri dada atau sesak bernafas dan batuk Infeksi akan semakin parah jika menyerang kelompok tertentu, seperti orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, bayi serta lansia. Untuk mendiagnosis infeksi virus corona, dokter akan melakukan wawancara seputar keluhan, pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah untuk menegakkan diagnosis. Dokter mungkin juga akan meminta untuk pemeriksaan dahak, melakukan pengambilan sampel tenggorokan, atau spesimen pernafasan yang lain. Untuk kasus yang diduga terinfeksi virus corona, dokter akan melakukan tes swab, DPL, fungsi hepar/hati, fungsi ginjal dan PCT/CRP.   Jika terinfeksi virus corona, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala infeksi virus corona. Seperti: Minum obat penurun demam, batuk atau rasa sakit. Catatan, jangan berikan aspirin kepada anak-anak, serta jangan berikan obat pada anak usia dibawah empat tahun. Perbanyak istirahat Perbanyak asupan cairan Nah, untuk mencegah penularan virus corona, maka kita HARUS mematuhi protokol kesehatan. Yang pertama kita HARUS tetap menggunakan masker, karena ini salah satu cara pencegahan agar virus tidak masuk kedalam tubuh kita. Kedua, SELALU jaga jarak. Ketiga HARUS rajin mencuci tangan, karena tangan juga merupakan media penularan virus corona.   Buat yang mulai beraktivas di luar rumah, tetap untuk selalu MENAATI protokol kesehatan ya. Dan semoga sehat selalu.  Sekian perkenalan tentang corona, semoga informasi ini berguna dan bermanfaat 🙂  </p>
<p>The post <a href="http://istapuspit.com/2020/07/27/kenalan-dulu-yuk-corona/">Kenalan dulu yuk CORONA!</a> appeared first on <a href="https://istapuspit.com">istapuspit.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="clear: both; text-align: center;"><a style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" href="https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/07/sdsdh.jpeg"><img decoding="async" class="aligncenter" src="https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2020/07/sdsdh-300x169.jpeg" width="439" height="247" border="0" data-original-height="402" data-original-width="715" /></a></div>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Tahun 2020, mungkin merupakan salah satu tahun terberat untuk semua orang yang terkena dampak dari pandemi virus Corona SARS-CoV 2. Virus Corona atau yang sering disebut virus COVID-19 (Corona Virus Disease 2019). Tahun 2020 akan menjadi sejarah bagi dunia dan akan selalu diingat sepanjang masa. Bagaimana tidak, tahun ini hampir di penjuru dunia terkena wabah virus corona. </span></p>
<p><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China. Virus Corona masih satu famili dengan virus MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS-CoV (Severe Acute Respiratory Syndrome). Seperti MERS dan SARS, virus corona/ COVID19 juga menyerang sistem pernafasan. Virus Corona dapat menginfeksi saluran pernafasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu.</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Siapapun bisa terinfeksi virus corona, akan tetapi bayi, anak-anak, lansia dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah rentan terkena virus corona. Orang-orang yang tinggal maupun berkunjung ke tempat yang terinfeksi virus corona juga berpotensi untuk terserang penyakit ini.</span></p>
<div style="text-align: left;"><strong><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Bagaimana sih penyebaran virus corona?</span></strong></div>
<div style="text-align: left;"><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Awal mula virus ini muncul WHO mengatakan penyebaran virus ini melalu droplet (percikan) air liur yang melalui bersin dan batuk. Percikan orang yang terinfeksi dan dapat menempel pada permukaan kulit serta benda mati. Seiring berjalannya waktu, WHO merevisi pernyataan tentang penyebaran virus corona. WHO merilis pernyataan resmi bahwa virus corona dimungkinkan dapat menular melalui udara atau airborne.</span></div>
<p style="text-align: left;"><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Jelas terdapat perbedaan yang signifikan antara penularan melalui droplet dengan penularan melalui airborne. Penularan melalui droplet (percikan) dapat terjadi jika pada jarak kurang dari 1 sampai 2 meter, sedangkan penularan melalui airborne dapat terjadi pada jarak lebih dari 1 sampai 2 meter. Selain itu droplet tidak bertahan lama di udara, sedangkan airborne bisa bertahan lama di udara. Perbedaan ini sangat berpengaruh tentunya dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19. </span><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Sejauh ini penularan melalui airborne dimungkinkan terjadi pada ruangan tertutup, dan pada ruangan dengan ventilasi yang buruk.</span></p>
<div style="text-align: left;"><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Trus bagaimana sih tanda dan gejala terinfeksi virus corona? Reaksi tubuh terhadap virus corona berbeda-beda, tetapi garis besar yang bisa diambil saat terinfeksi virus corona tubuh akan mengalami gejala:</span></div>
<ul style="text-align: left;">
<li><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Demam</span></li>
<li><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Sakit kepala</span></li>
<li><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Batuk</span></li>
<li><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Hidung beringus</span></li>
<li><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Sakit tenggorokan</span></li>
<li><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Merasa tidak enak badan</span></li>
</ul>
<div style="text-align: left;"><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Virus Corona dapat menyebabkan gejala yang lebih parah sehingga infeksi dapat berubah menjadi pneumonia atau bronkitis (disebabkan oleh Covid-19), yang dapat menyebabkan gejala seperti:</span></div>
<ul style="text-align: left;">
<li><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Demam yang cukup tinggi bila pasien menghidap pneumonia</span></li>
<li><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Sesak nafas</span></li>
<li><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Batuk dengan lendir</span></li>
<li><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Nyeri dada atau sesak bernafas dan batuk</span></li>
</ul>
<div><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Infeksi akan semakin parah jika menyerang kelompok tertentu, seperti orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, bayi serta lansia. </span><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Untuk mendiagnosis infeksi virus corona, dokter akan melakukan wawancara seputar keluhan, pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah untuk menegakkan diagnosis. Dokter mungkin juga akan meminta untuk pemeriksaan dahak, melakukan pengambilan sampel tenggorokan, atau spesimen pernafasan yang lain. Untuk kasus yang diduga terinfeksi virus corona, dokter akan melakukan tes swab, DPL, fungsi hepar/hati, fungsi ginjal dan PCT/CRP.</span></div>
<div> </div>
<div><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Jika terinfeksi virus corona, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala infeksi virus corona. Seperti:</span></div>
<ul style="text-align: left;">
<li><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Minum obat penurun demam, batuk atau rasa sakit. Catatan, jangan berikan aspirin kepada anak-anak, serta jangan berikan obat pada anak usia dibawah empat tahun.</span></li>
<li><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Perbanyak istirahat</span></li>
<li><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Perbanyak asupan cairan</span></li>
</ul>
<div style="text-align: left;"><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Nah, untuk mencegah penularan virus corona, maka kita <b>HARUS</b> mematuhi protokol kesehatan. Yang pertama kita <b>HARUS</b> tetap menggunakan masker, karena ini salah satu cara pencegahan agar virus tidak masuk kedalam tubuh kita. Kedua, <b>SELALU</b> jaga jarak. Ketiga <b>HARUS</b> rajin mencuci tangan, karena tangan juga merupakan media penularan virus corona.</span></div>
<div style="text-align: left;"> </div>
<div style="text-align: left;"><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Buat yang mulai beraktivas di luar rumah, tetap untuk selalu <b>MENAATI</b> protokol kesehatan ya. Dan semoga sehat selalu. </span></div>
<div style="text-align: left;"><span style="font-family: georgia, palatino, serif;">Sekian perkenalan tentang corona, semoga informasi ini berguna dan bermanfaat 🙂</span></div>
<div style="text-align: left;"> </div>
<p>The post <a href="http://istapuspit.com/2020/07/27/kenalan-dulu-yuk-corona/">Kenalan dulu yuk CORONA!</a> appeared first on <a href="https://istapuspit.com">istapuspit.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://istapuspit.com/2020/07/27/kenalan-dulu-yuk-corona/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waw manfaat si asem manis nanas</title>
		<link>http://istapuspit.com/2012/10/08/waw-manfaat-si-asem-manis-nanas/</link>
					<comments>http://istapuspit.com/2012/10/08/waw-manfaat-si-asem-manis-nanas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[istapuspit]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Oct 2012 03:46:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Food]]></category>
		<category><![CDATA[health]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Nanas, tidak hanya dikenal sebagai buah asam manis yang bisa kita temukan dalam komponen rujak atau beberapa jenis masakan. Meskipun ada mitos yang menyatakan, nanas bisa menyebabkan keguguran dan keputihan. Tak heran jika buah yang satu ini seringkali dihindari wanita yang sedang hamil muda. Sebenarnya, belum ada penelitian medis soal dampak ibu hamil mengonsumsi nanas. Namun, jika sedang tidak hamil, bukan berarti tidak boleh mengonsumsi buah ini. Karena, buah kuning beraroma khas dengan citarasa asam manis ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.  Nanas kaya akan enzim bromelain yang berguna untuk melegakan tenggorokan dan gangguan pencernaan. Selain itu, bromelain juga membantu proses penyembuhan luka dan pembengkakan tubuh. “Nanas mengandung bromelain, suatu sifat enzim anti-inflamasi yang dapat mengurangi gejala nyeri termasuk nyeri arthritis,” kata beberapa ahli. “Jika Anda mengalami sakit dan nyeri usai berolahraga, nanas juga bisa meredakan rasa nyeri Anda.”   Enzim yang terkandung dalam nanas juga dapat membersihkan tubuh dengan mengimbangi kadar keasaman dalam darah. Buah nanas juga dapat menaikkan kadar basa darah dan membantu mengurangi penyakit edema (kelebihan cairan dalam tubuh) yang merupakan gejala gagal jantung, gagal ginjal, dan penyakit liver.  Serat yang terkandung dalam nanas juga dapat membantu proses pencernaan, menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan mengurangi risiko diabetes dan penyakit jantung. Cara mengonsumsinya sangat praktis, bisa dijadikan sebagai campuran dalam yogurt atau disantap bersama roti, dijadikan cocktail, atau bisa dijadikan salah satu komponen rujak. Bahkan nanas juga bisa menjadi campuran oseng-oseng dalam setiap menu sayuran Anda. Tapi, ada hal yang perlu diwaspadai saat mengkonsumsi nanas. Bagi sebagian orang, mengkonsumsi nanas dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan sakit kepala dan gatal-gatal. Nanas juga bisa memicu alergi, terutama jika yang dikonsumsi adalah nanas yang kurang bersih. Untuk itu, selektiflah saat memilih buah nanas. Pilih nanas dengan warna kuning segar dengan aroma manis yang segar. Nikmati nanas dan rasakan sensasinya.   Sekian informasinya. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa di postingan selanjutnya! :)</p>
<p>The post <a href="http://istapuspit.com/2012/10/08/waw-manfaat-si-asem-manis-nanas/">Waw manfaat si asem manis nanas</a> appeared first on <a href="https://istapuspit.com">istapuspit.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" src="https://istapuspit.com/wp-content/uploads/2012/10/pineapple-nanas-nenas-300x287.jpg" width="320" height="306" border="0" /></p>
<p>Nanas, tidak hanya dikenal sebagai buah asam manis yang bisa kita temukan dalam komponen rujak atau beberapa jenis masakan. Meskipun ada mitos yang menyatakan, nanas bisa menyebabkan keguguran dan keputihan. Tak heran jika buah yang satu ini seringkali dihindari wanita yang sedang hamil muda.</p>
<p>Sebenarnya, belum ada penelitian medis soal dampak ibu hamil mengonsumsi nanas. Namun, jika sedang tidak hamil, bukan berarti tidak boleh mengonsumsi buah ini. Karena, buah kuning beraroma khas dengan citarasa asam manis ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. </p>
<p>Nanas kaya akan enzim bromelain yang berguna untuk melegakan tenggorokan dan gangguan pencernaan. Selain itu, bromelain juga membantu proses penyembuhan luka dan pembengkakan tubuh.</p>
<div>“Nanas mengandung bromelain, suatu sifat enzim anti-inflamasi yang dapat mengurangi gejala nyeri termasuk nyeri arthritis,” kata beberapa ahli. “Jika Anda mengalami sakit dan nyeri usai berolahraga, nanas juga bisa meredakan rasa nyeri Anda.”</div>
<div> </div>
<div><span style="font-size: inherit;">Enzim yang terkandung dalam nanas juga dapat membersihkan tubuh dengan mengimbangi kadar keasaman dalam darah. Buah nanas juga dapat menaikkan kadar basa darah dan membantu mengurangi penyakit edema (kelebihan cairan dalam tubuh) yang merupakan gejala gagal jantung, gagal ginjal, dan penyakit liver. </span>
<p>Serat yang terkandung dalam nanas juga dapat membantu proses pencernaan, menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan mengurangi risiko diabetes dan penyakit jantung.</p>
<p>Cara mengonsumsinya sangat praktis, bisa dijadikan sebagai campuran dalam yogurt atau disantap bersama roti, dijadikan cocktail, atau bisa dijadikan salah satu komponen rujak. Bahkan nanas juga bisa menjadi campuran oseng-oseng dalam setiap menu sayuran Anda.</p>
<p>Tapi, ada hal yang perlu diwaspadai saat mengkonsumsi nanas. Bagi sebagian orang, mengkonsumsi nanas dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan sakit kepala dan gatal-gatal. Nanas juga bisa memicu alergi, terutama jika yang dikonsumsi adalah nanas yang kurang bersih.</p>
<p>Untuk itu, selektiflah saat memilih buah nanas. Pilih nanas dengan warna kuning segar dengan aroma manis yang segar. Nikmati nanas dan rasakan sensasinya.</p>
</div>
<div> </div>
<pre>Sekian informasinya. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa di postingan selanjutnya! :)</pre>


<p></p>
<p>The post <a href="http://istapuspit.com/2012/10/08/waw-manfaat-si-asem-manis-nanas/">Waw manfaat si asem manis nanas</a> appeared first on <a href="https://istapuspit.com">istapuspit.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://istapuspit.com/2012/10/08/waw-manfaat-si-asem-manis-nanas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Page Caching using Disk: Enhanced 

Served from: istapuspit.com @ 2026-06-30 07:46:46 by W3 Total Cache
-->