Dunia Archives - istapuspit.com http://istapuspit.com/tag/dunia/ more talk, activity, lifestyle, traveling, kulinery Tue, 08 Sep 2020 04:59:43 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 Jangan turunkan masker ke dagu! ini bukan bahan bercanda http://istapuspit.com/2020/07/29/masker-jangan-turun-ke-dagu-ini-bukan-bahan-becanda/ http://istapuspit.com/2020/07/29/masker-jangan-turun-ke-dagu-ini-bukan-bahan-becanda/#respond Wed, 29 Jul 2020 12:32:00 +0000 Infografik: Jangan Turunkan Masker ke Dagu! (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo) Beberapa minggu belakangan ini lagi hits banget tuh video ngebecandain ucapan juru bicara pemerintah untuk covid-19, Bapak Achmad Yurianto terkait jangan menurunkan masker ke dagu. Walau netizen terkesan bercanda dengan membuat video sedang makan dan minum tanpa melepas masker sehingga membuat makanan itu tidak dapat dimakan atau malah minuman dari gelas itu tumpah kemana-mana, tapi tampaknya hal tersebut tidak layak untuk dilakukan. Coba bayangkan, bagaimana jika ada orang yang akan menelan informasi dari video itu mentah-mentah. Dan beranggapan memang benar saat makan atau minum masker seharusnya di turunkan ke dagu.    Padahal sebenarnya informasi yang ingin disampaikan juru bicara covid-19 Bapak Achmad Yurianto tidak demikian. Saat makan dan minum, masker tidak di turunkan ke dagu, melainkan benar-benar di lepas dan di letakkan di tempat yang aman. Sebenarnya hal ini bukan tanpa alasan kenapa informasi ini disiarkan.  Begini uraian yang mungkin bisa di sampaikan secara sederhana. Saat kita menggunakan masker otomatis bagian dalam masker yang langsung menyentuh bagian wajah (hidung, mulut) merupakan bagian yang paling bersih dari masker. Bayangkan jika bagian masker yang bersih itu kemudian kita turunkan ke dagu, kira-kira apa yang akan terjadi? Tentu saja bagian masker terbersih itu akan kotor terkena kuman-kuman, bakteri atau bahkan virus yang mungkin tanpa sengaja menempel di area dagu kita.  Dagu yang terekspos memungkinkan sekali untuk terpapar kuman, bakteri atau virus yang ada di sekitar kita. Sehingga saat kita menurunkan masker ke dagu kita, masker kita bisa menjadi kotor. Kuman, bakteri atau virus mungkin berpindah menempel pada bagian masker kita yang bersih. Lalu saat masker tersebut kamu pakai kembali ke area hidung dan mulut maka kuman, bakteri serta virus akan langsung menempel pada area hidung dan mulut. Hal ini memungkinkan kamu potensi terkena agen mikroorganisme. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang menggunakan jilbab/ hijab, bagian leher dan dagunya kan tidak terpapar? Jangan salah! Jilbab/hijab kemungkinan juga bisa terpapar oleh agen mikroorganisme, yang kemudian bisa berpindah ke masker saat masker di turunkan ke dagu. Nah! Kira-kira seperti itu penjelasannya secara sederhana. Jadi amannya saat ingin makan dan minum, lepaslah masker dan letakkan ditempat yang aman dan jaga bagian dalam masker agar tetap bersih dan tidak terpapar agen mikroorganisme.  Sekian informasi seputar pemakaian masker saat pandemi corona ini. Semoga kita bisa lebih bijak dalam menanggapi informasi yang disampaikan. Jangan karena kita kurang suka/ benci dengan seseorang lalu saat seseorang itu memberikan informasi yang benar dan berguna, kita malah mengabaikannya atau bahkan menjadikan itu hal bercandaan. Lebih bijak lagi ya kawan!   Sampai jumpa di postingan selanjutnya :)

The post Jangan turunkan masker ke dagu! ini bukan bahan bercanda appeared first on istapuspit.com.

]]>
Infografik: Jangan Turunkan Masker ke Dagu! (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo)

Beberapa minggu belakangan ini lagi hits banget tuh video ngebecandain ucapan juru bicara pemerintah untuk covid-19, Bapak Achmad Yurianto terkait jangan menurunkan masker ke dagu. Walau netizen terkesan bercanda dengan membuat video sedang makan dan minum tanpa melepas masker sehingga membuat makanan itu tidak dapat dimakan atau malah minuman dari gelas itu tumpah kemana-mana, tapi tampaknya hal tersebut tidak layak untuk dilakukan. Coba bayangkan, bagaimana jika ada orang yang akan menelan informasi dari video itu mentah-mentah. Dan beranggapan memang benar saat makan atau minum masker seharusnya di turunkan ke dagu.   

Padahal sebenarnya informasi yang ingin disampaikan juru bicara covid-19 Bapak Achmad Yurianto tidak demikian. Saat makan dan minum, masker tidak di turunkan ke dagu, melainkan benar-benar di lepas dan di letakkan di tempat yang aman. Sebenarnya hal ini bukan tanpa alasan kenapa informasi ini disiarkan. 

Begini uraian yang mungkin bisa di sampaikan secara sederhana. Saat kita menggunakan masker otomatis bagian dalam masker yang langsung menyentuh bagian wajah (hidung, mulut) merupakan bagian yang paling bersih dari masker. Bayangkan jika bagian masker yang bersih itu kemudian kita turunkan ke dagu, kira-kira apa yang akan terjadi? Tentu saja bagian masker terbersih itu akan kotor terkena kuman-kuman, bakteri atau bahkan virus yang mungkin tanpa sengaja menempel di area dagu kita. 

Dagu yang terekspos memungkinkan sekali untuk terpapar kuman, bakteri atau virus yang ada di sekitar kita. Sehingga saat kita menurunkan masker ke dagu kita, masker kita bisa menjadi kotor. Kuman, bakteri atau virus mungkin berpindah menempel pada bagian masker kita yang bersih. Lalu saat masker tersebut kamu pakai kembali ke area hidung dan mulut maka kuman, bakteri serta virus akan langsung menempel pada area hidung dan mulut. Hal ini memungkinkan kamu potensi terkena agen mikroorganisme. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang menggunakan jilbab/ hijab, bagian leher dan dagunya kan tidak terpapar? Jangan salah! Jilbab/hijab kemungkinan juga bisa terpapar oleh agen mikroorganisme, yang kemudian bisa berpindah ke masker saat masker di turunkan ke dagu.

Nah! Kira-kira seperti itu penjelasannya secara sederhana. Jadi amannya saat ingin makan dan minum, lepaslah masker dan letakkan ditempat yang aman dan jaga bagian dalam masker agar tetap bersih dan tidak terpapar agen mikroorganisme. 

Sekian informasi seputar pemakaian masker saat pandemi corona ini. Semoga kita bisa lebih bijak dalam menanggapi informasi yang disampaikan. Jangan karena kita kurang suka/ benci dengan seseorang lalu saat seseorang itu memberikan informasi yang benar dan berguna, kita malah mengabaikannya atau bahkan menjadikan itu hal bercandaan. Lebih bijak lagi ya kawan!   Sampai jumpa di postingan selanjutnya :)

The post Jangan turunkan masker ke dagu! ini bukan bahan bercanda appeared first on istapuspit.com.

]]>
http://istapuspit.com/2020/07/29/masker-jangan-turun-ke-dagu-ini-bukan-bahan-becanda/feed/ 0
Kenalan dulu yuk CORONA! http://istapuspit.com/2020/07/27/kenalan-dulu-yuk-corona/ http://istapuspit.com/2020/07/27/kenalan-dulu-yuk-corona/#respond Mon, 27 Jul 2020 16:19:00 +0000 Tahun 2020, mungkin merupakan salah satu tahun terberat untuk semua orang yang terkena dampak dari pandemi virus Corona SARS-CoV 2. Virus Corona atau yang sering disebut virus COVID-19 (Corona Virus Disease 2019). Tahun 2020 akan menjadi sejarah bagi dunia dan akan selalu diingat sepanjang masa. Bagaimana tidak, tahun ini hampir di penjuru dunia terkena wabah virus corona.  Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China. Virus Corona masih satu famili dengan virus MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS-CoV (Severe Acute Respiratory Syndrome). Seperti MERS dan SARS, virus corona/ COVID19 juga menyerang sistem pernafasan. Virus Corona dapat menginfeksi saluran pernafasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Siapapun bisa terinfeksi virus corona, akan tetapi bayi, anak-anak, lansia dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah rentan terkena virus corona. Orang-orang yang tinggal maupun berkunjung ke tempat yang terinfeksi virus corona juga berpotensi untuk terserang penyakit ini. Bagaimana sih penyebaran virus corona? Awal mula virus ini muncul WHO mengatakan penyebaran virus ini melalu droplet (percikan) air liur yang melalui bersin dan batuk. Percikan orang yang terinfeksi dan dapat menempel pada permukaan kulit serta benda mati. Seiring berjalannya waktu, WHO merevisi pernyataan tentang penyebaran virus corona. WHO merilis pernyataan resmi bahwa virus corona dimungkinkan dapat menular melalui udara atau airborne. Jelas terdapat perbedaan yang signifikan antara penularan melalui droplet dengan penularan melalui airborne. Penularan melalui droplet (percikan) dapat terjadi jika pada jarak kurang dari 1 sampai 2 meter, sedangkan penularan melalui airborne dapat terjadi pada jarak lebih dari 1 sampai 2 meter. Selain itu droplet tidak bertahan lama di udara, sedangkan airborne bisa bertahan lama di udara. Perbedaan ini sangat berpengaruh tentunya dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19. Sejauh ini penularan melalui airborne dimungkinkan terjadi pada ruangan tertutup, dan pada ruangan dengan ventilasi yang buruk. Trus bagaimana sih tanda dan gejala terinfeksi virus corona? Reaksi tubuh terhadap virus corona berbeda-beda, tetapi garis besar yang bisa diambil saat terinfeksi virus corona tubuh akan mengalami gejala: Demam Sakit kepala Batuk Hidung beringus Sakit tenggorokan Merasa tidak enak badan Virus Corona dapat menyebabkan gejala yang lebih parah sehingga infeksi dapat berubah menjadi pneumonia atau bronkitis (disebabkan oleh Covid-19), yang dapat menyebabkan gejala seperti: Demam yang cukup tinggi bila pasien menghidap pneumonia Sesak nafas Batuk dengan lendir Nyeri dada atau sesak bernafas dan batuk Infeksi akan semakin parah jika menyerang kelompok tertentu, seperti orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, bayi serta lansia. Untuk mendiagnosis infeksi virus corona, dokter akan melakukan wawancara seputar keluhan, pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah untuk menegakkan diagnosis. Dokter mungkin juga akan meminta untuk pemeriksaan dahak, melakukan pengambilan sampel tenggorokan, atau spesimen pernafasan yang lain. Untuk kasus yang diduga terinfeksi virus corona, dokter akan melakukan tes swab, DPL, fungsi hepar/hati, fungsi ginjal dan PCT/CRP.   Jika terinfeksi virus corona, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala infeksi virus corona. Seperti: Minum obat penurun demam, batuk atau rasa sakit. Catatan, jangan berikan aspirin kepada anak-anak, serta jangan berikan obat pada anak usia dibawah empat tahun. Perbanyak istirahat Perbanyak asupan cairan Nah, untuk mencegah penularan virus corona, maka kita HARUS mematuhi protokol kesehatan. Yang pertama kita HARUS tetap menggunakan masker, karena ini salah satu cara pencegahan agar virus tidak masuk kedalam tubuh kita. Kedua, SELALU jaga jarak. Ketiga HARUS rajin mencuci tangan, karena tangan juga merupakan media penularan virus corona.   Buat yang mulai beraktivas di luar rumah, tetap untuk selalu MENAATI protokol kesehatan ya. Dan semoga sehat selalu.  Sekian perkenalan tentang corona, semoga informasi ini berguna dan bermanfaat 🙂  

The post Kenalan dulu yuk CORONA! appeared first on istapuspit.com.

]]>

Tahun 2020, mungkin merupakan salah satu tahun terberat untuk semua orang yang terkena dampak dari pandemi virus Corona SARS-CoV 2. Virus Corona atau yang sering disebut virus COVID-19 (Corona Virus Disease 2019). Tahun 2020 akan menjadi sejarah bagi dunia dan akan selalu diingat sepanjang masa. Bagaimana tidak, tahun ini hampir di penjuru dunia terkena wabah virus corona. 

Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China. Virus Corona masih satu famili dengan virus MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS-CoV (Severe Acute Respiratory Syndrome). Seperti MERS dan SARS, virus corona/ COVID19 juga menyerang sistem pernafasan. Virus Corona dapat menginfeksi saluran pernafasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu.

Siapapun bisa terinfeksi virus corona, akan tetapi bayi, anak-anak, lansia dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah rentan terkena virus corona. Orang-orang yang tinggal maupun berkunjung ke tempat yang terinfeksi virus corona juga berpotensi untuk terserang penyakit ini.

Bagaimana sih penyebaran virus corona?
Awal mula virus ini muncul WHO mengatakan penyebaran virus ini melalu droplet (percikan) air liur yang melalui bersin dan batuk. Percikan orang yang terinfeksi dan dapat menempel pada permukaan kulit serta benda mati. Seiring berjalannya waktu, WHO merevisi pernyataan tentang penyebaran virus corona. WHO merilis pernyataan resmi bahwa virus corona dimungkinkan dapat menular melalui udara atau airborne.

Jelas terdapat perbedaan yang signifikan antara penularan melalui droplet dengan penularan melalui airborne. Penularan melalui droplet (percikan) dapat terjadi jika pada jarak kurang dari 1 sampai 2 meter, sedangkan penularan melalui airborne dapat terjadi pada jarak lebih dari 1 sampai 2 meter. Selain itu droplet tidak bertahan lama di udara, sedangkan airborne bisa bertahan lama di udara. Perbedaan ini sangat berpengaruh tentunya dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19. Sejauh ini penularan melalui airborne dimungkinkan terjadi pada ruangan tertutup, dan pada ruangan dengan ventilasi yang buruk.

Trus bagaimana sih tanda dan gejala terinfeksi virus corona? Reaksi tubuh terhadap virus corona berbeda-beda, tetapi garis besar yang bisa diambil saat terinfeksi virus corona tubuh akan mengalami gejala:
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Hidung beringus
  • Sakit tenggorokan
  • Merasa tidak enak badan
Virus Corona dapat menyebabkan gejala yang lebih parah sehingga infeksi dapat berubah menjadi pneumonia atau bronkitis (disebabkan oleh Covid-19), yang dapat menyebabkan gejala seperti:
  • Demam yang cukup tinggi bila pasien menghidap pneumonia
  • Sesak nafas
  • Batuk dengan lendir
  • Nyeri dada atau sesak bernafas dan batuk
Infeksi akan semakin parah jika menyerang kelompok tertentu, seperti orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, bayi serta lansia. Untuk mendiagnosis infeksi virus corona, dokter akan melakukan wawancara seputar keluhan, pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah untuk menegakkan diagnosis. Dokter mungkin juga akan meminta untuk pemeriksaan dahak, melakukan pengambilan sampel tenggorokan, atau spesimen pernafasan yang lain. Untuk kasus yang diduga terinfeksi virus corona, dokter akan melakukan tes swab, DPL, fungsi hepar/hati, fungsi ginjal dan PCT/CRP.
 
Jika terinfeksi virus corona, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala infeksi virus corona. Seperti:
  • Minum obat penurun demam, batuk atau rasa sakit. Catatan, jangan berikan aspirin kepada anak-anak, serta jangan berikan obat pada anak usia dibawah empat tahun.
  • Perbanyak istirahat
  • Perbanyak asupan cairan
Nah, untuk mencegah penularan virus corona, maka kita HARUS mematuhi protokol kesehatan. Yang pertama kita HARUS tetap menggunakan masker, karena ini salah satu cara pencegahan agar virus tidak masuk kedalam tubuh kita. Kedua, SELALU jaga jarak. Ketiga HARUS rajin mencuci tangan, karena tangan juga merupakan media penularan virus corona.
 
Buat yang mulai beraktivas di luar rumah, tetap untuk selalu MENAATI protokol kesehatan ya. Dan semoga sehat selalu. 
Sekian perkenalan tentang corona, semoga informasi ini berguna dan bermanfaat 🙂
 

The post Kenalan dulu yuk CORONA! appeared first on istapuspit.com.

]]>
http://istapuspit.com/2020/07/27/kenalan-dulu-yuk-corona/feed/ 0