<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kecantikan Archives - istapuspit.com</title>
	<atom:link href="http://istapuspit.com/category/serba-serbi/kecantikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://istapuspit.com/category/serba-serbi/kecantikan/</link>
	<description>more talk, activity, lifestyle, traveling, kulinery</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Sep 2020 04:30:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.3</generator>
	<item>
		<title>Apakah Kandungan Dimethicone dan Methicone berbahaya?</title>
		<link>http://istapuspit.com/2020/09/03/apakah-kandungan-dimethicone-dan-methicone-berbahaya/</link>
					<comments>http://istapuspit.com/2020/09/03/apakah-kandungan-dimethicone-dan-methicone-berbahaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[istapuspit]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2020 07:51:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kecantikan]]></category>
		<category><![CDATA[dimethicone]]></category>
		<category><![CDATA[kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kosmetik]]></category>
		<category><![CDATA[methicone]]></category>
		<category><![CDATA[Skincare]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://istapuspit.com/?p=445</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalian pernah nggak sih mendengar kandungan dimethicone atau methicone? Mungkin untuk sebagian orang kandungan ini terdengar asing, tapi sebenarnya kandungan ini hampir sering kita temui di beberapa jenis kosmetik atau skincare. Yang mungkin berada dalam kosmetik atau skincare yang kalian gunakan.  Jika kalian mencari tahu di internet, kebanyakan akan memberi informasi bahwa kandungan ini dapat membawa pengaruh buruk bagi kulitmu. Tapi jika memang kandungan ini membawa pengaruh yang buruk, kenapa banyak perusahaan kosmetik dan skincare yang masih menggunakan kandungan ini dalam produk mereka bahkan menggunakan kandungan ini sebagai bahan primer dari produk mereka. Nah, hal inilah yang membuat kandungan ini menjadi topik yang kontroversial. Untuk itu, berikut beberapa informasi terkait dimethicone atau methicone yang dapat menambah pengetahuanmu mengenai aman tidaknya kandungan dimethicone dan methicone dalam kosmetik atau skincaremu. Yuk disimak! Mengenal Dimethicone Dimethicone atau yang dikenal (polydimethylsiloxane) merupakan zat yang berbasis silikon yang berasal dari polymer. Kandungan ini umumnya sering digunakan sebagai bahan dari pelembab. Produk yang mengandung dimethicone dapat memberikan kelembapan pada kulit dan mengisi kerutan serta garis halus pada kulit wajah. Sehingga kandungan ini dapat membuat penampilan wajah tampak sangat halus, lembut dan terasa licin. Hal inilah yang membuat kandungan dimethicone sering digunakan sebagai salah satu bahan skincare atau produk kosmetikmu. Wajah yang terasa lembut saat diraba menunjukkan produk ini tengah bekerja. Karena kelebihannya ini membuat dimethicone memiliki sifat penghalang oklusif pada kulit. Dimethicone dapat menjadi penghalang kulit yang efektif terhadap iritasi, sehingga dapat mencegah agar tidak berkembang menjadi dermatitis dan eksim. Sifat oklusif ini yang membuat kandungan dimethicone dianggap dapat memperburuk jerawat. Dengan adanya penghalang kulit yang dihasilkan oleh dimethicone sehingga dimethicone dianggap tidak hanya memerangkap uap air sehingga mencegah hilangnya uap air saja tetapi bakteri, minyak, sebum serta kotoran lain yang ada di wajah juga terperangkap. Apakah dimethicone aman untuk kulit? Terlepas dari apa yang dikatakan oleh orang-orang yang kontra dengan dimethicone, banyak dermatolog yang justu menyarankan dimethicone untuk pasien berjerawat. Hal ini disebabkan, dimethicone sangat berguna dalam merawat kulit berminyak dan berjerawat karena tidak menghalangi pori-pori atau membuat kulit terasa berminyak. Meskipun demikian, dimethicone juga berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit. Dalam beberapa kasus, dimethicone dapat memperburuk jerawat dengan menutupi pori-pori. Selain itu dimethicone juga dapat menyebabkan iritasi kulit, dermatitis kontak alergi seperti ruam merah, gatal dan bersisik. Mengenal Methicone Tidak berbeda dengan dimethicone, methicone juga merupakan zat berbasis silikon yang berasal dari polymer. Methicone biasanya digunakan sebagai agen pengkondisi kulit dan membantu mengubah permukaan kulit pada produk kecantikan, kosmetik dan krim seperti lotion, masker dan produk anti penuaan. Permukaa kulit menjadi lebih halus dan lembut saat diraba. Sama seperti dimethicone, methicone juga memiliki sifat penghalang. Sehingga dapat mencegah minyak dan keringat agar tidak melunturkan riasan wajah. Methicone dan semua polimer silikon memiliki berat molekul yang besar dan melapisi kulit, mencegah keringat dan bahan kimia lainnya menembus lapisan dermis. Hal ini menyebabkan skincare atau produk lainnya yang ingin digunakan setelah produk yang mengandung methicone lebih sulit untuk diserap kulit. Selain itu, methicone juga memunculkan kekhawatiran terhadap keringat dan racun yang tidak dapat keluar. Apakah methicone aman untuk kulit? Sama hal nya dengan dimethicone, methicone juga memiliki potensi untuk terjadinya iritasi. Methicone juga memiliki sifat penghalang, sehingga keringat dan racun sulit untuk keluar. Ketika kita menggunaan produk kecantikan dan kosmetik yang mengandung methicone, kita wajib membersihkan kulit wajah dengan maksimal, agar meminimalisir untuk terjadinya jerawat. Pendapat dan saran Dari ulasan diatas kita sudah memiliki sedikit informasi terkait dengan kandungan dimethicone dan methicone pada produk skincare dan kosmetik. Bagaimana mengenai manfaat dan keburukan dari kandungan tersebut.  Terlepas pro dan kontra kandungan ini, kalian wajib banget untuk selalu care dengan kulit kalian setelah penggunaan produk dengan kandungan tersebut. Apalagi jika jenis kulit kalian termasuk yang sensitif. Sekali lagi produk skincare atau kosmetik itu cocok-cocokkan. Belum tentu di kamu jelek di orang lain juga sama denganmu, begitu pula sebaliknya. Jadi lebih baik untuk selalu aware dengan produk yang kamu gunakan ya. Jika kamu merasa kandungan dimethicone dan methicone dapat merusak kulit kamu, tidak ada salahnya kamu mulai mengeliminasi produk-produk skincare atau kosmetikmu yang mengandung kandungan tersebut. Kamu juga bisa beralih ke produk yang lebih alami. Tetapi jika kamu tidak mengalami masalah dengan kulitmu setelah menggunakan produk yang mengandung bahan tersebut, tidak ada salahnya untuk tetap menggunakannya. Karena para ahli dermatolog juga mengatakan kandungan dimethione dan methicone aman untuk digunakan.</p>
<p>The post <a href="http://istapuspit.com/2020/09/03/apakah-kandungan-dimethicone-dan-methicone-berbahaya/">Apakah Kandungan Dimethicone dan Methicone berbahaya?</a> appeared first on <a href="https://istapuspit.com">istapuspit.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kalian pernah nggak sih mendengar kandungan <em>dimethicone</em> atau <em>methicone</em>? Mungkin untuk sebagian orang kandungan ini terdengar asing, tapi sebenarnya kandungan ini hampir sering kita temui di beberapa jenis kosmetik atau <em>skincare</em>. Yang mungkin berada dalam kosmetik atau <em>skincare</em> yang kalian gunakan. </p>
<p>Jika kalian mencari tahu di internet, kebanyakan akan memberi informasi bahwa kandungan ini dapat membawa pengaruh buruk bagi kulitmu. Tapi jika memang kandungan ini membawa pengaruh yang buruk, kenapa banyak perusahaan kosmetik dan <em>skincare</em> yang masih menggunakan kandungan ini dalam produk mereka bahkan menggunakan kandungan ini sebagai bahan <em>primer</em> dari produk mereka. Nah, hal inilah yang membuat kandungan ini menjadi topik yang kontroversial.</p>
<p>Untuk itu, berikut beberapa informasi terkait <em>dimethicone</em> atau <em>methicone</em> yang dapat menambah pengetahuanmu mengenai aman tidaknya kandungan <em>dimethicone</em> dan <em>methicone</em> dalam kosmetik atau <em>skincare</em>mu. Yuk disimak!</p>
<h2>Mengenal Dimethicone</h2>
<p><em>Dimethicone</em> atau yang dikenal (<em>polydimethylsiloxane</em>) merupakan zat yang berbasis silikon yang berasal dari polymer. Kandungan ini umumnya sering digunakan sebagai bahan dari pelembab. Produk yang mengandung <em>dimethicone</em> dapat memberikan kelembapan pada kulit dan mengisi kerutan serta garis halus pada kulit wajah. Sehingga kandungan ini dapat membuat penampilan wajah tampak sangat halus, lembut dan terasa licin.</p>
<p>Hal inilah yang membuat kandungan <em>dimethicone</em> sering digunakan sebagai salah satu bahan <em>skincare</em> atau produk kosmetikmu. Wajah yang terasa lembut saat diraba menunjukkan produk ini tengah bekerja. Karena kelebihannya ini membuat <em>dimethicone</em> memiliki sifat penghalang oklusif pada kulit.</p>
<p><em>Dimethicone</em> dapat menjadi penghalang kulit yang efektif terhadap iritasi, sehingga dapat mencegah agar tidak berkembang menjadi dermatitis dan eksim. Sifat oklusif ini yang membuat kandungan <em>dimethicone</em> dianggap dapat memperburuk jerawat. Dengan adanya penghalang kulit yang dihasilkan oleh <em>dimethicone</em> sehingga <em>dimethicone</em> dianggap tidak hanya memerangkap uap air sehingga mencegah hilangnya uap air saja tetapi bakteri, minyak, sebum serta kotoran lain yang ada di wajah juga terperangkap.</p>
<h2>Apakah dimethicone aman untuk kulit?</h2>
<p>Terlepas dari apa yang dikatakan oleh orang-orang yang kontra dengan <em>dimethicone</em>, banyak dermatolog yang justu menyarankan <em>dimethicone</em> untuk pasien berjerawat. Hal ini disebabkan, <em>dimethicone</em> sangat berguna dalam merawat kulit berminyak dan berjerawat karena tidak menghalangi pori-pori atau membuat kulit terasa berminyak.</p>
<p>Meskipun demikian, <em>dimethicone</em> juga berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit. Dalam beberapa kasus, <em>dimethicone</em> dapat memperburuk jerawat dengan menutupi pori-pori. Selain itu <em>dimethicone</em> juga dapat menyebabkan iritasi kulit, dermatitis kontak alergi seperti ruam merah, gatal dan bersisik.</p>
<h2>Mengenal Methicone</h2>
<p>Tidak berbeda dengan <em>dimethicone</em>, <em>methicone</em> juga merupakan zat berbasis silikon yang berasal dari polymer. <em>Methicone</em> biasanya digunakan sebagai agen pengkondisi kulit dan membantu mengubah permukaan kulit pada produk kecantikan, kosmetik dan krim seperti lotion, masker dan produk anti penuaan. Permukaa kulit menjadi lebih halus dan lembut saat diraba.</p>
<p>Sama seperti <em>dimethicone</em>, <em>methicone</em> juga memiliki sifat penghalang. Sehingga dapat mencegah minyak dan keringat agar tidak melunturkan riasan wajah. <em>Methicone</em> dan semua polimer silikon memiliki berat molekul yang besar dan melapisi kulit, mencegah keringat dan bahan kimia lainnya menembus lapisan dermis. Hal ini menyebabkan <em>skincare</em> atau produk lainnya yang ingin digunakan setelah produk yang mengandung <em>methicone</em> lebih sulit untuk diserap kulit. Selain itu, <em>methicone</em> juga memunculkan kekhawatiran terhadap keringat dan racun yang tidak dapat keluar.</p>
<h2>Apakah methicone aman untuk kulit?</h2>
<p>Sama hal nya dengan <em>dimethicone</em>, <em>methicone</em> juga memiliki potensi untuk terjadinya iritasi. <em>Methicone</em> juga memiliki sifat penghalang, sehingga keringat dan racun sulit untuk keluar. Ketika kita menggunaan produk kecantikan dan kosmetik yang mengandung <em>methicone</em>, kita wajib membersihkan kulit wajah dengan maksimal, agar meminimalisir untuk terjadinya jerawat.</p>
<h2>Pendapat dan saran</h2>
<p>Dari ulasan diatas kita sudah memiliki sedikit informasi terkait dengan kandungan <em>dimethicone</em> dan <em>methicone</em> pada produk <em>skincare</em> dan kosmetik. Bagaimana mengenai manfaat dan keburukan dari kandungan tersebut. </p>
<p>Terlepas pro dan kontra kandungan ini, kalian wajib banget untuk selalu <em>care</em> dengan kulit kalian setelah penggunaan produk dengan kandungan tersebut. Apalagi jika jenis kulit kalian termasuk yang sensitif. Sekali lagi produk <em>skincare</em> atau kosmetik itu cocok-cocokkan. Belum tentu di kamu jelek di orang lain juga sama denganmu, begitu pula sebaliknya. Jadi lebih baik untuk selalu <em>aware</em> dengan produk yang kamu gunakan ya.</p>
<p>Jika kamu merasa kandungan <em>dimethicone</em> dan <em>methicone</em> dapat merusak kulit kamu, tidak ada salahnya kamu mulai mengeliminasi produk-produk <em>skincare</em> atau kosmetikmu yang mengandung kandungan tersebut. Kamu juga bisa beralih ke produk yang lebih alami. Tetapi jika kamu tidak mengalami masalah dengan kulitmu setelah menggunakan produk yang mengandung bahan tersebut, tidak ada salahnya untuk tetap menggunakannya. Karena para ahli dermatolog juga mengatakan kandungan <em>dimethione</em> dan <em>methicone</em> aman untuk digunakan.</p>
<p>The post <a href="http://istapuspit.com/2020/09/03/apakah-kandungan-dimethicone-dan-methicone-berbahaya/">Apakah Kandungan Dimethicone dan Methicone berbahaya?</a> appeared first on <a href="https://istapuspit.com">istapuspit.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://istapuspit.com/2020/09/03/apakah-kandungan-dimethicone-dan-methicone-berbahaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bahan-bahan dasar kosmetik yang menjijikkan</title>
		<link>http://istapuspit.com/2012/10/08/bahan-bahan-dasar-kosmetik-yang-menjijikkan/</link>
					<comments>http://istapuspit.com/2012/10/08/bahan-bahan-dasar-kosmetik-yang-menjijikkan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[istapuspit]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Oct 2012 04:16:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kecantikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kosmetik]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernah nggak si kepikiran bahan-bahan apa aja yang kira-kira terkandung di dalam kosmetik yang biasanya dipergunakan kaum hawa untuk mempercantik diri? Kosmetik seringkali menjadi senjata andalan agar tampil cantik dan menarik. Namun tak banyak yang bisa diketahui orang awam saat membaca bahan yang tertulis dalam label produk kosmetik. Ada beberapa bahan yang dianggap menjijikkan namun sudah menjadi bagian perawatan kecantikan harian antara lain krim pelembab, lipstik, bedak hingga produk perawatan rambut. Mau tahu apa saja? ini dia bocorannya. Parfum mahal berisi kotoran dan muntah Paus Bahan dari paus yang dimaksud bisa kotoran sisa metabolisme maupun muntahnya. Ambergris atau lilin kuning merupakan zat padat yang dihasilkan usus ikan paus Sperm untuk melindungi mereka dari benda tajam yang kadang kadang ikut tertelan. Ambergris sering disebut emas laut dengan harga bisa mencapai US$ 10 ribu untuk satu pon. Bau unik ambergris sering digunakan dalam parfum mahal, dan kadang diolah menjadi hidangan lezat. Lipstik berisi serbuk kumbang parasit Serangga Cochineal pemakan tanaman kaktus merah di Amerika Tengah dan Selatan. Dari situlah warna merah yang kuat dihasilkan. Kumbang ini telah digunakan selama berabad abad dalam lipstik, pewarna es krim, yogurt dan pemulas mata. Bahkan, Starbucks mengaku menggunakan pewarna cochineal di beberapa minuman mereka. Sisik ikan di maskara dan kuteks Anggapan bahwa maskara mengandung guano kelelawar ternyata keliru. Nyatanya, kosmetik satu ini mengandung sisik ikan. Sisik ikan juga ditemukan dalam produk-produk mandi, produk pembersih, wewangian, kondisioner rambut, lipstik dan produk perawatan kulit. Bangkai hewan di lipstik, pemulas pipi dan sabun Tallow adalah bahan yang umum dalam banyak produk, termasuk riasan mata, lipstik, pelembab dan alas bedak, shampo, sabun cukur, dan produk perawatan kulit. Bahan ini berasal dari lemak hewan dari pemotongan hewan, peternakan dan bahkan dari hewan liar yang mati. Sperma banteng untuk produk rambut Kandungan protein yang tinggi, menjadikan sperma banteng menjadi bahan populer dalam produk rambut, terutama untuk rambut kering atau rusak. Campuran sperma banteng dengan tanaman Katera salah satu perawatan di salon megah, yang kerap disebut &#8220;Viagra rambut&#8221;. Dinamit dalam deodoran dan exfoliator Diatomaceous earth (DE) atau juga disebut bubuk putih merupakan zat abratif yang digunakan sebagai pengikis kulit mati dalam exfoliators ringan. Bahan ini juga ada dalam pasta gigi alami, dan deodoran. Siput di Pelembab Cairan siput adalah salah satu bahan utama dalam pelembab terkenal. Asam glikolat dan elastin pada sekresi siput melindungi kulit dari luka, bakteri, dan sinar UV. Cairan ini juga sumber protein untuk menghilangkan sel-sel mati dan meregenerasi kulit dari bekas luka dan jerawat. Hati hiu di lipbalm dan sunscreen Squalane adalah minyak yang dihasilkan secara alami oleh semua tumbuhan dan hewan termasuk manusia. Sumber skualan yang diekstraksi dari hati ikan hiu menjadi minyak kerap ditemukan dalam lipbalm, tabir surya, dan pelembab. Kulit bayi dalam Moisturizer SkinMedica mengklaim menggunakan sel-sel yang berasal dari kulit bayi manusia (NouriCel-MD) dalam produk anti penuaan revolusioner buatannya. Produk ini merupakan kombinasi dari kolagen larut, antioksidan, faktor penumbuh alami, dan protein. Bahan diklaim memperlambat proses penuaan dini dan mendorong pertumbuhan kulit baru. Lilin Wol Domba dalam krim cukur Pernah mendengar Lanolin? Anda mungkin sering mengoleskannya pada tubuh dalam bentuk lotion atau krim cukur. Faktanya, lanolin dikumpulkan dari bulu domba dan digunakan dalam suplemen vitamin sebagai agen pengilap tablet suplemen. Lanolin umumnya digunakan meredakan sakit pada puting ibu menyusui sekaligus efektif membuat sarung tangan bisbol lebih kenyal. Perusahan kosmetik Olay menggunakan Lanolin dalam produk mereka. Nggak nyangka ya, ternyata banyak bahan-bahan yang menjijikkan dipakai sebagai bahan untuk kosmetik. Maka dari itu, kalian harus lebih waspada dan selektif dalam memilih produk kecantikan yang kalian gunakan. Semoga informasi ini bermanfaat. Sampai jumpa di postingan selanjutnya! 🙂</p>
<p>The post <a href="http://istapuspit.com/2012/10/08/bahan-bahan-dasar-kosmetik-yang-menjijikkan/">Bahan-bahan dasar kosmetik yang menjijikkan</a> appeared first on <a href="https://istapuspit.com">istapuspit.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah nggak si kepikiran bahan-bahan apa aja yang kira-kira terkandung di dalam kosmetik yang biasanya dipergunakan kaum hawa untuk mempercantik diri? Kosmetik seringkali menjadi senjata andalan agar tampil cantik dan menarik. Namun tak banyak yang bisa diketahui orang awam saat membaca bahan yang tertulis dalam label produk kosmetik.</p>
<p>Ada beberapa bahan yang dianggap menjijikkan namun sudah menjadi bagian perawatan kecantikan harian antara lain krim pelembab, lipstik, bedak hingga produk perawatan rambut. Mau tahu apa saja? ini dia bocorannya.</p>
<p><strong>Parfum mahal berisi kotoran dan muntah Paus</strong><br />
Bahan dari paus yang dimaksud bisa kotoran sisa metabolisme maupun muntahnya. Ambergris atau lilin kuning merupakan zat padat yang dihasilkan usus ikan paus Sperm untuk melindungi mereka dari benda tajam yang kadang kadang ikut tertelan. Ambergris sering disebut emas laut dengan harga bisa mencapai US$ 10 ribu untuk satu pon.</p>
<p>Bau unik ambergris sering digunakan dalam parfum mahal, dan kadang diolah menjadi hidangan lezat.</p>
<p><strong>Lipstik berisi serbuk kumbang parasit</strong><br />
Serangga Cochineal pemakan tanaman kaktus merah di Amerika Tengah dan Selatan. Dari situlah warna merah yang kuat dihasilkan. Kumbang ini telah digunakan selama berabad abad dalam lipstik, pewarna es krim, yogurt dan pemulas mata. Bahkan, Starbucks mengaku menggunakan pewarna <em>cochineal</em> di beberapa minuman mereka.<br />
<strong><br />
Sisik ikan di maskara dan kuteks</strong><br />
Anggapan bahwa maskara mengandung guano kelelawar ternyata keliru. Nyatanya, kosmetik satu ini mengandung sisik ikan. Sisik ikan juga ditemukan dalam produk-produk mandi, produk pembersih, wewangian, kondisioner rambut, lipstik dan produk perawatan kulit.</p>
<p><strong>Bangkai hewan di lipstik, pemulas pipi dan sabun</strong><br />
<em>Tallow</em> adalah bahan yang umum dalam banyak produk, termasuk riasan mata, lipstik, pelembab dan alas bedak, shampo, sabun cukur, dan produk perawatan kulit. Bahan ini berasal dari lemak hewan dari pemotongan hewan, peternakan dan bahkan dari hewan liar yang mati.</p>
<p><strong>Sperma banteng untuk produk rambut</strong><br />
Kandungan protein yang tinggi, menjadikan sperma banteng menjadi bahan populer dalam produk rambut, terutama untuk rambut kering atau rusak. Campuran sperma banteng dengan tanaman Katera salah satu perawatan di salon megah, yang kerap disebut &#8220;Viagra rambut&#8221;.</p>
<p><strong>Dinamit dalam deodoran dan exfoliator</strong><br />
<em>Diatomaceous earth</em> (DE) atau juga disebut bubuk putih merupakan zat abratif yang digunakan sebagai pengikis kulit mati dalam exfoliators ringan. Bahan ini juga ada dalam pasta gigi alami, dan deodoran.</p>
<p><strong>Siput di Pelembab</strong><br />
Cairan siput adalah salah satu bahan utama dalam pelembab terkenal. Asam glikolat dan elastin pada sekresi siput melindungi kulit dari luka, bakteri, dan sinar UV. Cairan ini juga sumber protein untuk menghilangkan sel-sel mati dan meregenerasi kulit dari bekas luka dan jerawat.</p>
<p><strong>Hati hiu di lipbalm dan sunscreen</strong><br />
<em>Squalane</em> adalah minyak yang dihasilkan secara alami oleh semua tumbuhan dan hewan termasuk manusia. Sumber skualan yang diekstraksi dari hati ikan hiu menjadi minyak kerap ditemukan dalam lipbalm, tabir surya, dan pelembab.</p>
<p><strong>Kulit bayi dalam Moisturizer</strong><br />
SkinMedica mengklaim menggunakan sel-sel yang berasal dari kulit bayi manusia (NouriCel-MD) dalam produk anti penuaan revolusioner buatannya. Produk ini merupakan kombinasi dari kolagen larut, antioksidan, faktor penumbuh alami, dan protein. Bahan diklaim memperlambat proses penuaan dini dan mendorong pertumbuhan kulit baru.</p>
<p><strong>Lilin Wol Domba dalam krim cukur</strong><br />
Pernah mendengar Lanolin? Anda mungkin sering mengoleskannya pada tubuh dalam bentuk lotion atau krim cukur. Faktanya, lanolin dikumpulkan dari bulu domba dan digunakan dalam suplemen vitamin sebagai agen pengilap tablet suplemen.</p>
<p>Lanolin umumnya digunakan meredakan sakit pada puting ibu menyusui sekaligus efektif membuat sarung tangan bisbol lebih kenyal. Perusahan kosmetik Olay menggunakan Lanolin dalam produk mereka.</p>
<div>Nggak nyangka ya, ternyata banyak bahan-bahan yang menjijikkan dipakai sebagai bahan untuk kosmetik. Maka dari itu, kalian harus lebih waspada dan selektif dalam memilih produk kecantikan yang kalian gunakan. Semoga informasi ini bermanfaat. Sampai jumpa di postingan selanjutnya! 🙂</div>
<p>The post <a href="http://istapuspit.com/2012/10/08/bahan-bahan-dasar-kosmetik-yang-menjijikkan/">Bahan-bahan dasar kosmetik yang menjijikkan</a> appeared first on <a href="https://istapuspit.com">istapuspit.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>http://istapuspit.com/2012/10/08/bahan-bahan-dasar-kosmetik-yang-menjijikkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Page Caching using Disk: Enhanced 

Served from: istapuspit.com @ 2026-05-21 07:36:33 by W3 Total Cache
-->